Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Muddaththir
Surah 74

Al-Muddaththir

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 5

وَٱلرُّجْزَ فَٱهْجُرْ 5

(5) Bila Rasulullah a diperintahkan untuk menyucikan lahiriah, maka kesucian lahiriah adalah bagian dari kesempurnaan kesucian batin. ﴾ وَٱلرُّجۡزَ فَٱهۡجُرۡ ﴿ "Dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah." Kemungkinan yang dimaksud dengan اَلرُّجْزُ adalah patung dan berhala yang disembah di samping menyembah Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى memerintahkan Rasulullah a untuk meninggalkannya dan melepaskan diri darinya dan dari segala sesuatu yang dinis-batkan padanya, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Dan kemungkinan yang dimaksud dengan اَلرُّجْزُ adalah seluruh perbuatan buruk, baik yang lahir maupun yang batin. Sehingga perintah ini adalah perintah bagi Rasulullah a untuk meninggalkan seluruh dosa, baik yang kecil maupun yang besar, baik yang lahir maupun yang batin, dan dalam hal ini termasuk syirik dan dosa-dosa lain.