Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Haaqqa
Surah 69

Al-Haaqqa

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 4

كَذَّبَتْ ثَمُودُ وَعَادٌۢ بِٱلْقَارِعَةِ 4

(4) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan contoh dari kondisi-kondisi kiamat yang ada di dunia yang bisa disaksikan, yaitu datangnya berbagai macam siksaan keras yang menimpa umat-umat pembangkang seraya berfirman, ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud telah mendustakan." Mereka adalah kabilah terkenal yang menghuni daerah al-Hijir, mereka adalah kaum yang diutuskan kepada me-reka seseorang rasul bernama Nabi Shaleh عليه السلام. Nabi Shaleh عليه السلام melarang mereka dari kesyirikan yang mereka lakukan dan me-merintahkan mereka untuk bertauhid, tapi mereka menentang dan mendustakan seruan Nabi Shaleh عليه السلام. Mereka mendustakan berita tentang Hari Kiamat yang disampaikan Nabi Shaleh عليه السلام. Hari Kiamat itulah hari menakutkan yang membuat makhluk ketakutan karena huru-haranya. Begitu juga dengan kaum 'Ad pertama, kaum yang bertempat di Hadhramaut ketika Allah سبحانه وتعالى mengutus Nabi Hud عليه السلام kepada mereka. Nabi Hud عليه السلام menyerukan mereka untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى semata, tapi mereka mendustakannya dan mengingkari Hari Kebangkitan yang disampaikan pada mereka. Allah سبحانه وتعالى kemudian membinasakan kedua kaum tersebut dengan siksaan yang disegerakan.