Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Jumu'a
Surah 62

Al-Jumu'a

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 2

هُوَ ٱلَّذِى بَعَثَ فِى ٱلْأُمِّيِّـۧنَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ 2

(2) ﴾ هُوَ ٱلَّذِي بَعَثَ فِي ٱلۡأُمِّيِّـۧنَ رَسُولٗا ﴿ "Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul,"yang dimaksud kaum buta huruf adalah kaum yang tidak memiliki kitab suci dan tidak ada jejak kerasulan, baik dari kalangan Arab maupun yang bukan mereka, yang bukan kalangan ahli kitab. Allah سبحانه وتعالى memberikan ujian besar pada mereka yang melebihi karunia kalangan lainnya, karena me-reka tidak memiliki ilmu dan kebaikan. Mereka sebelumnya berada dalam ﴾ ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ﴿ "kesesatan yang nyata." Dengan menyembah patung, pohon, dan batu, dan beretika seperti binatang buas pemangsa, di mana yang kuat di antara mereka memakan yang lemah. Mereka berada di puncak kebodohan terhadap ilmu para nabi. Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengutus seorang rasul di kalangan mereka. mereka mengetahui nasab, sifat-sifatnya yang baik serta kejujurannya, dan Allah سبحانه وتعالى menurunkan Kitab suciNya, ﴾ يَتۡلُواْ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتِهِۦ ﴿ "yang memba-cakan ayat-ayatNya kepada mereka," yang pasti dan mengharuskan beriman dan meyakini, ﴾ وَيُزَكِّيهِمۡ ﴿ "dan menyucikan mereka," dengan menjelaskan dan mendorong mereka pada sifat-sifat utama serta mencegah mereka dari akhlak-akhlak tercela, ﴾ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ ﴿ "dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan hikmah." Maksudnya, ilmu al-Qur`an dan as-Sunnah yang mencakup seluruh ilmu orang-orang terdahulu dan terkemudian. Setelah pembelajaran dan penyucian itu, mereka menjadi manusia paling berilmu bahkan mereka ada-lah pemimpin ahlul ilmi dan agama, manusia paling berakhlak mulia dan paling baik petunjuk dan jalannya. Mereka menjadikan diri mereka sebagai petunjuk dan memberi petunjuk pada orang lain sehingga mereka menjadi pemimpin orang-orang yang men-dapatkan petunjuk dan pemimpin orang-orang yang bertakwa. Merupakan nikmat yang paling sempurna dan karunia terbesar, karena Allah سبحانه وتعالى mengutus di tengah-tengah mereka rasul tersebut.