Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Qamar
Surah 54

Al-Qamar

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 1

ٱقْتَرَبَتِ ٱلسَّاعَةُ وَٱنشَقَّ ٱلْقَمَرُ 1

(1) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwa kiamat telah dekat. Tanda-tandanya telah muncul dan waktu kedatangannya telah tiba. Meski demikian, mereka, orang-orang yang mendustakan itu, tetap saja mendustakan kiamat dan tidak mempersiapkan diri menghadapi kedatangannya. Allah سبحانه وتعالى mengabarkan kepada mereka berbagai tanda-tanda kebesaran yang menunjukkan kiamat pasti terjadi, yang tidak dipercayai oleh manusia. Di antara tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang paling besar yang menunjukkan kebenaran risalah Muhammad bin Abdullah a adalah, ketika ia diminta oleh orang-orang yang mendustakannya untuk menunjukkan hal-hal luar biasa pada mereka yang menun-jukkan benarnya risalah yang dibawa beliau. Rasulullah a menunjuk ke arah rembulan kemudian atas izin Allah سبحانه وتعالى bulan itu terbelah menjadi dua bagian. Orang-orang musyrik dan lainnya menyaksi-kan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang terdapat di alam atas yang tidak bisa dibayangkan oleh manusia itu. Mereka pun menyaksi-kan sesuatu yang tidak ada tandingannya, lebih dari itu mereka pun tidak pernah mendengar kejadian tersebut pernah dialami oleh salah seorang rasul sebelumnya. Mereka pun terperanjat karena pe-ristiwa itu, namun tetap saja keimanan tidak masuk ke dalam hati mereka dan Allah سبحانه وتعالى tidak menghendaki kebaikan pada mereka. Mereka terperanjat karena kedustaan dan perbuatan melampaui batas mereka sendiri. Mereka mengatakan bahwa Muhammad me-nyihir mereka. Namun kebenaran tanda-tanda dari kejadian besar itu adalah kalian menanyakan orang-orang yang datang pada kalian, andai Muhammad bin Abdullah mampu menyihir kalian, tentu tidak mampu menyihir orang yang tidak menyaksikan peristiwa itu seperti halnya kalian. Mereka bertanya pada setiap kaum yang datang, mereka memberitahukan kejadian besar itu, mereka ber-kata, itu adalah ﴾ سِحۡرٞ مُّسۡتَمِرّٞ ﴿ "sihir yang terus menerus," Muhammad telah menyihir kami dan menyihir yang lainnya. Inilah kedustaan yang tidak akan disebarkan kecuali oleh manusia paling bodoh dan paling sesat dari petunjuk dan akal.