An-Najm
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
أَفَرَءَيْتُمُ ٱللَّـٰتَ وَٱلْعُزَّىٰ 19 وَمَنَوٰةَ ٱلثَّالِثَةَ ٱلْأُخْرَىٰٓ 20
(19-20) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan petunjuk dan agama yang benar yang dibawa Muhammad a serta perintah untuk ber-ibadah kepadaNya dan mengesakanNya, selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kebatilan jalan orang-orang musyrik, berupa penyem-bahan terhadap patung dan berhala yang tidak memiliki kesem-purnaan sifat dan juga tidak bisa mendatangkan manfaat serta mara bahaya, sesembahan-sesembahan tersebut hanya nama yang tidak memiliki makna yang dikatakan oleh orang-orang musyrik dan nenek moyang mereka yang bodoh dan sesat, mereka mem-buat-buat nama-nama batil yang seharusnya tidak berhak. Mereka menipu diri mereka sendiri dan juga orang lain berupa kesesatan. Sesembahan-sesembahan dengan kondisi seperti ini sama sekali tidak berhak disembah. Sekutu-sekutu Allah سبحانه وتعالى yang mereka beri nama seperti itu menurut pengakuan mereka bersumber dari sifat-sifatnya. Mereka memberi nama Latta (اَللَّات) yang berasal dari kata اَلْإِلٰهُ (yang merupakan nama Allah) yang berhak untuk disembah. Nama Uzza (اَلْعُزَّى) berasal dari kata al-Aziz (اَلْعَزِيْزُ) yang bermakna Yang Mahaperkasa. Nama Manat (اَلْمَنَاة) berasal dari kata al-Mannan (اَلْمَنَّانُ) yang bermakna Yang Maha Pemberi, dengan maksud me-nentang nama-nama Allah سبحانه وتعالى serta menyekutukan Allah سبحانه وتعالى dengan nama-nama itu. Sebenarnya, nama-nama sesembahan tersebut tidak memiliki makna. Siapa saja yang memiliki akal walaupun sedikit bisa mengetahui kebatilan sifat-sifat yang terdapat pada sesembahan-sesembahan itu.