Al-Maaida
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
وَكَيْفَ يُحَكِّمُونَكَ وَعِندَهُمُ ٱلتَّوْرَىٰةُ فِيهَا حُكْمُ ٱللَّهِ ثُمَّ يَتَوَلَّوْنَ مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ ۚ وَمَآ أُو۟لَـٰٓئِكَ بِٱلْمُؤْمِنِينَ 43
(43) Kemudian Allah berfirman heran terhadap mereka, ﴾ وَكَيۡفَ يُحَكِّمُونَكَ وَعِندَهُمُ ٱلتَّوۡرَىٰةُ فِيهَا حُكۡمُ ٱللَّهِ ثُمَّ يَتَوَلَّوۡنَ مِنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَۚ وَمَآ أُوْلَٰٓئِكَ بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan bagaimanakah mereka mengangkatmu menjadi hakim mereka, pada-hal mereka mempunyai Taurat yang di dalamnya (ada) hukum Allah, kemudian mereka berpaling sesudah itu (dari putusanmu)? Dan mereka sungguh-sungguh bukan orang yang beriman." Seandainya mereka itu beriman, melakukan apa yang menjadi konsekuensi dan tuntutan iman, niscaya mereka tidak akan berpaling dari hukum Allah yang ada dalam Taurat yang mereka miliki kecuali mungkin mereka mendapatkan sesuatu padamu yang sesuai dengan hawa nafsu mereka. Dan manakala kamu menghukum mereka dengan hukum Allah yang cocok dengan hukum mereka, mereka juga tidak mau, justru mereka berpaling darinya dan tidak rela padanya. Allah berfirman, ﴾ وَمَآ أُوْلَٰٓئِكَ ﴿ "Mereka itu sungguh bukan," yaitu, orang-orang yang dengan perbuatan seperti ini, bukanlah orang-orang yang beriman. Maksudnya, ini bukan perilaku orang-orang yang beriman, mereka tidak layak menyandang Iman, karena me-reka menjadikan hawa nafsu mereka sebagai tuhan dan menja-dikan hukum iman mengekori hawa nafsu mereka.