Al-Maaida
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱبْتَغُوٓا۟ إِلَيْهِ ٱلْوَسِيلَةَ وَجَـٰهِدُوا۟ فِى سَبِيلِهِۦ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ 35
(35) Ini adalah perintah dari Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman agar mereka bertakwa dan berhati-hati terhadap mur-ka dan marahNya, yang mana itu adalah merupakan konsekuensi dari iman, hal itu dengan bersungguh-sungguh dan mengeluarkan segala kemampuan yang dimiliki untuk menjauhi kemaksiatan hati, lisan, dan anggota badan, baik lahir maupun batin yang dimur-kai oleh Allah, dan memohon pertolongan kepada Allah agar bisa meninggalkannya, supaya dengan itu dia selamat dari murka dan azabNya. ﴾ وَٱبۡتَغُوٓاْ إِلَيۡهِ ٱلۡوَسِيلَةَ ﴿ "Dan carilah jalan yang bisa mendekatkan diri kepadaNya," artinya, kedekatan kepadaNya, bagian pahala di sisiNya dan kecintaan padaNya, dan hal itu dengan melaksanakan kewajiban-kewajibanNya yang terkait dengan hati, seperti mencintaiNya dan mencintai karenaNya, rasa takut, berharap, kembali kepadaNya, dan tawakal, juga dengan melaksanakan kewajiban-kewajibanNya yang terkait dengan badan, seperti zakat dan haji dan kewajiban-kewajiban yang berkaitan dengan keduanya seperti shalat, macam-macam dzikir, bacaan, macam-macam perbuatan baik kepada makhluk dengan ilmu, harta, kedudukan, badan, dan nasihat kepada hamba-hamba Allah. Semua amal-amal ini mendekatkan kepada Allah. Dan seorang hamba senantiasa berusaha mendekatkan diri kepada Allah sehingga Dia mencintainya, dan jika Dia telah mencintainya, maka Dia men-jadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, penglihatan-nya yang dengannya dia melihat, tangannya yang dengannya dia bekerja dan kakinya yang dengannya dia berjalan dan Allah men-jawab doanya.[55] Kemudian Allah mengkhususkan jihad di jalanNya dari amal-amal yang mendekatkan kepadaNya, dan jihad itu adalah mengeluar-kan segala daya dalam memerangi orang-orang kafir dengan harta, nyawa, pandangan, lisan, dan usaha untuk menjunjung Agama Allah dengan apa yang mampu dilakukan oleh seorang hamba, karena bentuk ini termasuk ketaatan yang paling mulia dan ibadah yang paling utama, juga karena barangsiapa yang menunaikannya, maka dia pasti menunaikan yang lainnya, bahkan lebih. ﴾ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ﴿ "Supaya kamu mendapatkan keberuntungan," yaitu jika kamu bertakwa kepada Allah dengan meninggalkan kemaksiatan dan kamu mencari cara mendekatkan diri kepadaNya dengan melakukan ketaatan serta berjihad di jalanNya demi mencari ridhaNya. Keberuntungan itu adalah keberhasilan meraih dan mendapat apa yang diinginkan dan selamat dari apa yang tidak diinginkan, hakikatnya adalah kebahagiaan abadi dan nikmat yang langgeng.