Al-Maaida
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَسْـَٔلُوا۟ عَنْ أَشْيَآءَ إِن تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِن تَسْـَٔلُوا۟ عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ ٱلْقُرْءَانُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا ٱللَّهُ عَنْهَا ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ 101
(101) Allah melarang hamba-hambaNya yang beriman bertanya tentang perkara-perkara yang jika dijelaskan justru membawa keburukan dan kesedihan bagi mereka. Hal itu seperti pertanyaan sebagian kaum Muslimin kepada Rasulullah ﷺ tentang bapak-bapak mereka dan tentang keadaan mereka di surga atau di neraka.[59] Hal seperti ini seandainya dijelaskan kepada penanya tidak akan mendatangkan kebaikan. Juga seperti pertanyaan tentang perkara-perkara yang tidak terjadi, dan pertanyaan yang berakibat diturunkannya hukum-hukum yang berat dalam syariat yang menyusahkan umat. Juga seperti pertanyaan tentang sesuatu yang tidak berguna. Pertanyaan-pertanyaan ini dan yang semacamnya adalah dilarang. Adapun pertanyaan yang tidak berakibat apa pun dari yang telah disebutkan, maka ia diperintahkan. Sebagaimana Firman Allah, ﴾ فَسۡـَٔلُوٓاْ أَهۡلَ ٱلذِّكۡرِ إِن كُنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ 7 ﴿ "Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui." (Al-Anbiya`: 7). ﴾ وَإِن تَسۡـَٔلُواْ عَنۡهَا حِينَ يُنَزَّلُ ٱلۡقُرۡءَانُ تُبۡدَ لَكُمۡ ﴿ "Dan jika kamu menanyakan di waktu al-Qur`an itu sedang diturunkan, niscaya akan diterangkan kepa-damu." Maksudnya, jika pertanyaanmu itu pas pada momennya, ketika al-Qur`an diturunkan kepadamu, dan kamu bertanya tentang ayat yang musykil atau hukum yang samar bagimu pada waktu di mana turunnya wahyu dari langit adalah sesuatu yang memungkinkan, ﴾ تُبۡدَ لَكُمۡ ﴿ "niscaya akan diterangkan kepadamu"; dije-laskan dan dipaparkan kepadamu. Maka diamlah terhadap masalah yang Allah diam padanya. ﴾ عَفَا ٱللَّهُ عَنۡهَاۗ ﴿ "Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu." Mak-sudnya, Allah diam karena memberi maaf kepada hamba-hamba-Nya, jadi semua yang Allah diamkan adalah termasuk yang Dia bolehkan dan maafkan. ﴾ وَٱللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٞ ﴿ "Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyan-tun," selalu memberi ampunan, dikenal dengan kebaikan dan ke-bijaksanaanNya. Carilah ampunan dan kebaikanNya. Mohonlah rahmat dan ridhaNya.