Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Ahqaf
Surah 46

Al-Ahqaf

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 35

فَٱصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْعَزْمِ مِنَ ٱلرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِل لَّهُمْ ۚ كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوٓا۟ إِلَّا سَاعَةً مِّن نَّهَارٍۭ ۚ بَلَـٰغٌ ۚ فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْفَـٰسِقُونَ 35

(35) Kemudian Allah سبحانه وتعالى memerintahkan RasulNya untuk bersabar atas gangguan orang-orang yang mendustakan dan me-nentangnya. Allah سبحانه وتعالى memerintahkan RasulNya untuk tetap me-nyeru mereka kepada Allah سبحانه وتعالى serta meneladani kesabaran para rasul yang memiliki keteguhan hati dan para pemimpin manusia, mereka adalah pemilik keteguhan hati serta tekad yang tinggi, kesabaran mereka begitu besar dan keyakinan mereka sempurna. Mereka adalah sosok manusia yang perlu diteladani dan cahaya mereka harus dijadikan petunjuk. Rasulullah a melaksanakan perintah Rabbnya kemudian bersabar dengan kesabaran yang belum pernah dilakukan oleh para nabi sebelumnya, hingga para penentang saling bahu membahu menyerang bersama. Mereka semua berusaha menghalangi Rasu-lullah a agar tidak bisa berdakwah. Orang-orang musyrik melaku-kan berbagai tindakan permusuhan dan memerangi beliau sebisa mungkin. Namun Rasulullah a tetap tegar melaksanakan perintah Allah سبحانه وتعالى, tetap berdiri untuk berjihad melawan musuh-musuh Allah سبحانه وتعالى, bersabar atas gangguan yang beliau terima hingga Allah سبحانه وتعالى meneguhkan kedudukan beliau di muka bumi dan memenang-kan agamaNya di atas seluruh agama serta memenangkan umatnya atas seluruh umat yang ada. Semoga kesejahteraan dan keselamatan tetap terlimpah untuk beliau. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَلَا تَسۡتَعۡجِل لَّهُمۡۚ ﴿ "Maka janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka." Artinya, untuk mereka yang mendus-takan dan meminta disegerakan siksanya, hal ini diucapkan karena kebodohan dan ketololan mereka. Jangan sampai kebodohan mereka membuatmu berkecil hati dan jangan sampai permintaan mereka agar disegerakan siksanya yang kau lihat itu membuatmu mendoakan keburukan bagi mereka, karena semua yang akan datang itu dekat masanya. ﴾ كَأَنَّهُمۡ ﴿ "Seolah-olah mereka," pada saat ﴾ يَرَوۡنَ مَا يُوعَدُونَ لَمۡ يَلۡبَثُوٓاْ إِلَّا سَاعَةٗ مِّن نَّهَارِۭۚ ﴿ "melihat apa yang dijanjikan kepada mereka, mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari." Janganlah kesenangan sesaat mereka itu membuatmu bersedih karena mereka akan menuju azab yang ber-akibat buruk. ﴾ بَلَٰغٞۚ ﴿ "Suatu pelajaran yang cukup," yakni, dunia ini dengan berbagai kesenangan dan kenikmatannya adalah sebagai penyampai dan pendorong waktu yang akan datang sesaat lagi, atau al-Qur`an ini yang kami jelaskan kepada kalian terdapat padanya penjelasan yang nyata dan sebagian pelajaran bagi kalian serta sebagai bekal untuk kehidupan akhirat. Al-Qur`an adalah bekal dan pelajaran terbaik, bekal yang akan menuntun ke surga yang penuh kenikmat-an dan menjaga mereka dari siksa yang pedih. Al-Qur`an adalah bekal terbaik yang dijadikan bekal oleh manusia dan nikmat terbe-sar yang diberikan Allah سبحانه وتعالى kepada mereka. ﴾ فَهَلۡ يُهۡلَكُ ﴿ "Maka tidak dibinasakan," dengan hukuman-h u k u m a n ﴾ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ ﴿ "melainkan kaum yang fasik," yaitu orang-orang yang tidak memiliki kebaikan, mereka telah keluar dari jalur ketaatan terhadap Rabb mereka, tidak mau menerima kebenaran yang dibawa para rasul kepada mereka. Allah سبحانه وتعالى telah menyampaikan udzur dan memberikan peringatan kepada mereka setelah itu, namun karena mereka tetap mendusta-kan dan kufur, maka mereka mendapatkan siksaan yang pedih. Semoga Allah سبحانه وتعالى berkenan memberikan kita penjagaan.

Demikian tafsir terakhir Surat al-Ahqaf. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى Rabb semesta alam.