Az-Zukhruf
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
قُلْ إِن كَانَ لِلرَّحْمَـٰنِ وَلَدٌ فَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلْعَـٰبِدِينَ 81
(81) Maksudnya, katakanlah wahai Rasul yang mulia ke-pada orang-orang yang menganggap Allah سبحانه وتعالى mempunyai anak, padahal Dia adalah Masa Esa dan Tunggal, hanya Dia tempat ber-gantung segala sesuatu yang tidak memiliki pendamping dan tidak juga anak, Dia tidak memiliki sekutu satu pun, ﴾ قُلۡ إِن كَانَ لِلرَّحۡمَٰنِ وَلَدٞ فَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلۡعَٰبِدِينَ ﴿ "Katakanlah, 'Jika benar (Rabb) Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang pertama yang menyembah'," yakni anak itu, karena anak adalah bagian dari ayahnya. Aku adalah makhluk yang paling berhak tunduk pada perintah-perintah yang dicintai Allah سبحانه وتعالى tapi aku adalah orang pertama yang memungkiri hal itu dan paling menafikannya. Dengan demikian, kebatilan anggapan mereka diketahui. Ini adalah hujjah yang agung bagi orang yang mengetahui kondisi para Rasul, dan bahwasanya bila diketahui bahwa Muhammad a adalah makhluk paling sempurna, maka dialah orang pertama yang terlebih dahulu mengetahui ke-baikan dan menyempurnakannya, dan dialah orang pertama yang terlebih dahulu mengetahui keburukan dan meninggalkan serta mengingkarinya, serta jauh darinya. Andai Allah سبحانه وتعالى memiliki anak, pasti Muhammad bin Abdullah, rasul terbaik, adalah rasul pertama yang menyembahnya dan tidak didahului oleh orang-orang musyrik. Kemungkinan makna lain ayat ini: Andaikan Allah سبحانه وتعالى memi-liki anak, aku adalah orang pertama yang menyembahnya untuk Allah سبحانه وتعالى. Termasuk ibadahku kepada Allah سبحانه وتعالى adalah menetapkan apa pun yang telah ditetapkanNya dan menafikan apa pun yang dinafikanNya. Inilah ibadah yang bersifat ucapan dan I'tiqadiyah (keyakinan) (yang merupakan ibadah lisan dan hati). Sebagai ke-harusan atas hal ini, bila memang anggapan orang-orang musyrik benar, tentu aku adalah orang pertama yang menetapkannya. Dengan demikian diketahui kebatilan klaim orang-orang musyrik itu serta rusaknya secara logika dan naqli.