Al-Ghaafir
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
فَٱدْعُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْكَـٰفِرُونَ 14
(14) Oleh karena ayat-ayat (tanda-tanda) itu membuahkan kesadaran dan kesadaran menimbulkan keikhlasan kepada Allah, maka perintah untuk memurnikan kepatuhan kepadaNya didahu-lui dengan "fa" yang bermakna sababiyah (yang menunjukkan sebab akibat), seraya berfirman ﴾ فَٱدۡعُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ﴿ "Maka sembahlah Allah dengan memurnikan kepatuhan kepadaNya." Perintah ini mencakup doa ibadah dan doa mas`alah (permohonan). Ikhlash di sini artinya memurnikan niat hanya kepada Allah سبحانه وتعالى dalam seluruh bentuk ibadah yang wajib dan yang sunnah, hak-hak Allah dan hak-hak hamba-hambaNya. Maksudnya, ikhlaskanlah untuk Allah سبحانه وتعالى setiap apa yang kalian jadikan sebagai agama dan apa yang kalian jadi-kan sebagai taqarrub kepadaNya, ﴾ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡكَٰفِرُونَ ﴿ "meskipun orang-orang kafir tidak menyukai" hal itu, jangan hiraukan mereka dan hal itu jangan sampai menghalangi kalian dari agama kalian, dan jangan sampai cacian orang yang mencaci membuat kalian diam, sebab orang-orang kafir itu memang selalu membenci ikhlash (tauhid) kepada Allah dengan sebenci-bencinya, seperti yang di-firmankan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَإِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَحۡدَهُ ٱشۡمَأَزَّتۡ قُلُوبُ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِۖ وَإِذَا ذُكِرَ ٱلَّذِينَ مِن دُونِهِۦٓ إِذَا هُمۡ يَسۡتَبۡشِرُونَ 45 ﴿ "Dan apabila nama Allah saja yang disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati." (Az-Zumar: 45).