Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Ghaafir
Surah 40

Al-Ghaafir

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 12

ذَٰلِكُم بِأَنَّهُۥٓ إِذَا دُعِىَ ٱللَّهُ وَحْدَهُۥ كَفَرْتُمْ ۖ وَإِن يُشْرَكْ بِهِۦ تُؤْمِنُوا۟ ۚ فَٱلْحُكْمُ لِلَّهِ ٱلْعَلِىِّ ٱلْكَبِيرِ 12

(12) Mereka dicerca karena tidak melakukan sebab-sebab keselamatan. Dikatakan kepada mereka, ﴾ ذَٰلِكُم بِأَنَّهُۥٓ إِذَا دُعِيَ ٱللَّهُ وَحۡدَهُۥ ﴿ "Yang demikian itu adalah karena apabila Allah saja yang disembah," yakni, apabila diserukan untuk mengesakan Allah dan mengikhlas-kan amal kepadaNya serta menjauhi perbuatan syirik kepadaNya ﴾ كَفَرۡتُمۡ ﴿ "kamu kafir" kepadaNya, hati kalian merasa jijik terhadap hal itu dan kalian benar-benar sangat menghindar, ﴾ وَإِن يُشۡرَكۡ بِهِۦ تُؤۡمِنُواْۚ ﴿ "dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan," yakni, inilah yang telah menceburkan kalian kepada jurang ini dan menempatkan kalian pada tempat ini, yaitu kalian kafir kepada iman dan kalian (sebaliknya) mempercayai kekafiran. Kalian rela dengan keburukan dan kerusakan di dunia dan akhirat, dan kalian tidak menyukai apa yang menjadi kebaikan dan keshalihan di dunia dan akhirat. Kalian lebih mengutamakan sebab-sebab kesengsaraan, kehinaan, dan murka, dan kalian tidak menyukai sebab-sebab kemenangan, keberuntungan, dan nasib baik. ﴾ وَإِن يَرَوۡاْ سَبِيلَ ٱلرُّشۡدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلٗا وَإِن يَرَوۡاْ سَبِيلَ ٱلۡغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلٗاۚ ﴿ "Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tak mau menempuhnya, dan jika mereka melihat jalan yang mem-bawa kepada kesesatan, maka mereka menempuhnya." (Al-A'raf: 146). ﴾ فَٱلۡحُكۡمُ لِلَّهِ ٱلۡعَلِيِّ ٱلۡكَبِيرِ ﴿ "Maka keputusan adalah pada Allah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar," Yang Mahatinggi, yang milikNya-lah ketinggian absolut dari semua sisinya: Ketinggian Dzat, ketinggian kedudukan, dan ketinggian keperkasaan. Di antara ketinggian ke-dudukanNya adalah kemahasempurnaan keadilanNya, yang Dia menempatkan tiap sesuatu masing-masing pada tempatnya dan Dia tidak menyamakan orang-orang yang bertakwa dengan para pelaku dosa. Yang Mahabesar, yang hanya milikNya-lah kebesaran, ke-agungan, dan kemuliaan pada nama-nama, sifat-sifat, dan perbuat-an-perbuatanNya, Yang Mahasuci dari segala penyakit, cela, dan kekurangan. Apabila keputusan itu adalah milikNya dan Dia telah memutuskan kekekalan abadi terhadap kalian, maka keputusan-Nya tidak akan dirubah atau diganti.