An-Nisaa
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
وَإِذَا جَآءَهُمْ أَمْرٌ مِّنَ ٱلْأَمْنِ أَوِ ٱلْخَوْفِ أَذَاعُوا۟ بِهِۦ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى ٱلرَّسُولِ وَإِلَىٰٓ أُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ ٱلَّذِينَ يَسْتَنۢبِطُونَهُۥ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ لَٱتَّبَعْتُمُ ٱلشَّيْطَـٰنَ إِلَّا قَلِيلًا 83
(83) Ini merupakan pengajaran dari Allah untuk hamba-hambaNya tentang perbuatan mereka yang tidaklah patut tersebut, dan bahwa seyogyanya apabila datang kepada mereka suatu perkara penting dan kemaslahatan umum yang berkaitan dengan keamanan dan kebahagiaan kaum Mukminin atau dengan kekha-watiran yang mengakibatkan suatu musibah atas mereka, agar mereka memastikan terlebih dahulu dan tidak tergesa-gesa untuk menyebarkan kabar tersebut, dan sebaiknya mereka menyerahkan-nya kepada Rasul dan kepada Ulil Amri di antara mereka yaitu orang-orang yang memiliki pandangan luas, ilmu, nasihat, kecer-dasan, dan keteguhan, di mana mereka mengetahui urusan-urusan dan mengetahui kemaslahatan atau kemudharatan, dan bila me-reka memandang bahwa menyebarkannya mengandung kemas-lahatan dan semangat bagi kaum Muslimin, bahkan kebahagiaan untuk mereka serta tindakan kewaspadaan terhadap musuh-musuh mereka, maka mereka boleh melakukan hal tersebut, dan bila mereka memandang bahwa hal itu tidak memiliki kemaslahatan, atau ada kemaslahatan padanya akan tetapi kemudharatannya lebih besar daripada kemaslahatannya, maka janganlah mereka menyiarkannya, karena itulah Allah berfirman,﴾ لَعَلِمَهُ ٱلَّذِينَ يَسۡتَنۢبِطُونَهُۥ مِنۡهُمۡۗ ﴿ "Tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri)," maksudnya, mereka dapat menyimpulkan suatu kebenaran dengan pemikiran dan pendapat-pendapat mereka yang lurus serta ilmu-ilmu mereka yang matang. Ayat ini merupakan sebuah dalil bagi sebuah kaidah moral yaitu bahwa apabila terjadi sebuah pembahasan dalam suatu per-kara, seyogyanya perkara tersebut diserahkan kepada orang yang berhak atas perkara tersebut, dan tidak ada seorang pun yang didahulukan sebelumnya, karena sesungguhnya ia lebih dekat kepada kebenaran dan lebih dapat selamat dari kesalahan. Ayat ini juga mengisyaratkan larangan dari sikap ketergesa-gesaan dan terburu-buru dalam menyebarkan informasi setelah mendengarnya, dan seharusnya dalam perkara seperti itu perlu berpikir sebelum membicarakan dan membahasnya, apakah hal itu menyimpan kemaslahatan hingga ia melakukannya ataukah tidak hingga ia menahannya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَلَوۡلَا فَضۡلُ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ وَرَحۡمَتُهُۥ ﴿ "Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu" yaitu dalam membimbing, mengajarkan, dan mendidik kalian dengan apa yang belum kalian ketahui, ﴾ لَٱتَّبَعۡتُمُ ٱلشَّيۡطَٰنَ إِلَّا قَلِيلٗا ﴿ "tentulah kamu meng-ikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (di antaramu)," karena manusia dengan tabiatnya adalah zhalim lagi bodoh, dan nafsunya tidaklah menyuruhnya kecuali kepada kejahatan, namun bila ia bersandar kepada Rabbnya dan berpegang teguh denganNya dan ia berjuang dalam hal tersebut, niscaya Rabbnya akan mengasihi dan membim-bingnya kepada segala kebaikan dan menjaganya dari setan yang terkutuk.