Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Az-Zumar
Surah 39

Az-Zumar

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 6

خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ ٱلْأَنْعَـٰمِ ثَمَـٰنِيَةَ أَزْوَٰجٍ ۚ يَخْلُقُكُمْ فِى بُطُونِ أُمَّهَـٰتِكُمْ خَلْقًا مِّنۢ بَعْدِ خَلْقٍ فِى ظُلُمَـٰتٍ ثَلَـٰثٍ ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ ٱلْمُلْكُ ۖ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ 6

(6) Dan di antara keperkasaanNya adalah ﴾ خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ ﴿ "Dia menciptakan kamu dari seorang diri," dengan jumlah kalian yang banyak dan tersebar luasnya kalian di berbagai penjuru bumi, ﴾ ثُمَّ جَعَلَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا ﴿ "kemudian Dia jadikan darinya istrinya." Yang demi-kian itu agar ia merasakan ketentraman pada istrinya, dan istri merasakan ketentraman pada suaminya dan terjadilah kenikmatan dengan cara yang demikian itu. ﴾ وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ ٱلۡأَنۡعَٰمِ ﴿ "Dan Dia menurunkan untuk kamu dari bina-tang ternak," maksudnya, Dia menciptakannya dengan ketentuan yang datang dariNya sebagai rahmat (kasih sayang) kepada kalian ﴾ ثَمَٰنِيَةَ أَزۡوَٰجٖۚ ﴿ "delapan ekor yang berpasangan." Ini adalah yang disebut-kan di dalam Surat al-An'am: Delapan pasangan, dari domba dua, dari kambing dua, dari unta dua dan dari sapi dua. Hanya ini saja yang disebutkan di sini, padahal banyak bintang-binatang ternak lainnya yang Dia ciptakan untuk kemaslahatan hamba-hambaNya, hal itu karena banyaknya manfaatnya, luasnya kemaslahatannya, karena kemuliaannya dan karena keistimewaan-keistimewaan yang dimilikinya yang tidak ada pada yang lainnya, seperti untuk keperluan kurban, membayar hadyu (tebusan haji), aqiqah, kewa-jiban zakat padanya dan khusus untuk membayar diyat (tebusan pembunuhan). Setelah Allah menjelaskan penciptaan bapak dan ibu moyang kita yang pertama, maka Dia menjelaskan permulaan proses pen-ciptaan kita, seraya berfirman, ﴾ يَخۡلُقُكُمۡ فِي بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡ خَلۡقٗا مِّنۢ بَعۡدِ خَلۡقٖ ﴿ "Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian," yakni, dari satu fase ke fase lainnya, dan kalian dalam kondisi tidak ada tangan makhluk yang menyentuh kalian, tidak ada pula mata yang melihat kalian, dan Dia telah memproses (membesarkan) kalian dalam tempat yang sempit itu ﴾ فِي ظُلُمَٰتٖ ثَلَٰثٖۚ ﴿ "dalam tiga kege-lapan," kegelapan perut, kegelapan rahim, dan kegelapan ketuban. ﴾ ذَٰلِكُمُ ﴿ "Yang demikian itu" yakni, Yang menciptakan langit dan bumi, yang menundukkan matahari dan bulan, menciptakan kalian dan menciptakan untuk kalian binatang ternak dan segala nikmat, ﴾ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡ ﴿ "adalah Allah, Rabb kamu." Maksudnya, sembahan yang dipuja yang telah menumbuhkan dan mengatur kalian. Maka se-bagaimana Dia Esa dalam menciptakan dan mengelola (mengatur)-nya, tiada sekutu bagiNya dalam semua itu, maka Dia juga Maha Esa dalam uluhiyahNya, tiada sekutu bagiNya. Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ فَأَنَّىٰ تُصۡرَفُونَ ﴿ "Tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan," setelah penje-lasan di atas, yaitu penjelasan bahwa Allah سبحانه وتعالى lah yang berhak untuk dimurnikan dari penyembahan kepada berhala yang sama sekali tidak mengatur apa pun dan sama sekali tidak memiliki wewenang.