Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Saad
Surah 38

Saad

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 65

قُلْ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٌ ۖ وَمَا مِنْ إِلَـٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ٱلْوَٰحِدُ ٱلْقَهَّارُ 65

(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.