Ar-Room
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
مَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُۥ ۖ وَمَنْ عَمِلَ صَـٰلِحًا فَلِأَنفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ 44 لِيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ مِن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْكَـٰفِرِينَ 45
(44-45) Maka ﴾ مَن كَفَرَ ﴿ "barangsiapa yang kafir" di antara mereka ﴾ فَعَلَيۡهِ كُفۡرُهُۥۖ ﴿ "maka dia sendirilah yang menanggung akibat keka-firannya," dialah yang akan disiksa disebabkan dirinya sendiri, setiap diri yang berdosa tidak menanggung dosa orang lain. ﴾ وَمَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا ﴿ "Dan barangsiapa yang beramal shalih," berupa (menunaikan) hak-hak Allah dan hak-hak manusia yang wajib dan yang dianjurkan, ﴾ فَلِأَنفُسِهِمۡ ﴿ "maka untuk diri mereka sendiri," bukan untuk orang lain ﴾ يَمۡهَدُونَ ﴿ "mereka menyiapkan." Maksudnya, mereka mempersiapkan, dan untuk diri mereka sendiri, mereka memakmurkan akhiratnya, mereka bersiap-siap untuk meraih tempat-tempat tinggal dan bilik-biliknya. Walau demikian, balasan untuk mereka tidak terbatas pada amal perbuatan mereka. Bahkan Allah memberi mereka ba-lasan dari karuniaNya yang berlimpah dan kemurahanNya yang tidak terbatas yang sama sekali tidak bisa dicapai dengan amal mereka. Yang demikian itu adalah karena Allah mencintai mereka. Apabila Allah telah mencintai seorang hamba, maka Allah mencu-rahkan karuniaNya padanya sebanyak-banyaknya, dan melipat-gandakan pemberianNya yang sangat mewah, menganugerahkan kepadanya berbagai nikmat lahir dan batin. Ini berbeda dengan orang-orang kafir. Sesungguhnya Allah, tatkala membenci dan murka terhadap mereka, maka Dia menyiksa dan menghukumnya, dan tidak menambah sebagaimana Dia menambah kepada orang-orang sebelumnya (yang beriman). Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar."