Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Ankaboot
Surah 29

Al-Ankaboot

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 51

أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْكِتَـٰبَ يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَىٰ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ 51

(51) Ketika yang dimaksud adalah menjelaskan yang benar, maka Allah سبحانه وتعالى menyebutkan caranya, seraya berfirman, ﴾ أَوَلَمۡ يَكۡفِهِمۡ ﴿ "Dan apakah tidak cukup bagi mereka," dalam pengetahuan mereka tentang kebenaranmu dan kebenaran syariat yang kamu bawa ﴾ أَنَّآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ يُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡۚ ﴿ "bahwasanya Kami telah menurunkan kepada-mu al-Kitab sedang ia dibacakan kepada mereka." Ini adalah ungkapan singkat yang sangat padat, di dalamnya terkandung banyak bukti-bukti yang sangat jelas dan petunjuk-petunjuk yang sangat gam-blang. Sebab, sebagaimana telah dijelaskan di muka bahwa keda-tangan Rasulullah a dengan membawa al-Qur`an, padahal beliau adalah seorang buta huruf adalah merupakan bukti paling besar atas kebenarannya; kemudian (kedua) ketidakmampuan mereka menantang dan melawannya adalah merupakan tanda (bukti) yang lain. Lalu (ketiga) kemunculannya secara terang-terangan di mana al-Qur`an dibacakan kepada mereka, dan disebutkan bahwa ia ber-asal dari sisi Allah. Rasulullah a menampakkannya (memuncul-kannya) ke permukaan umum di mana pada saat itu beliau hanya mempunyai segelintir pendukung, sedangkan orang-orang yang menentang dan memusuhinya sangat banyak. Namun beliau tidak merahasiakannya dan hal itu pun tidak mematahkan tekad bulat beliau, malah beliau menyerukannya dengan lantang di depan banyak orang, beliau mengumandangkannya kepada orang yang dekat dan orang yang jauh, bahwasanya (al-Qur`an) ini adalah Firman Rabbku, maka apakah ada seseorang yang mampu mela-wannya, atau berbicara dengan mengalahkannya, atau dapat me-nandinginya? Kemudian (keempat), informasi al-Qur`an tentang kisah-kisah generasi pertama dan berita-berita orang-orang terda-hulu dan hal-hal ghaib yang akan datang serta kontemporer, semua-nya sesuai dengan kenyataan. Kemudian (kelima), hegemoni al-Qur`an terhadap kitab-kitab samawi sebelumnya, dan pembenarannya terhadap yang shahih serta menafikan hal-hal yang dimasukkan ke dalam kitab-kitab tersebut, berupa tahrîf dan tabdîl; lalu bimbingannya kepada jalan yang lurus (yang tercermin) dalam perintah dan larangannya; hingga ia memerintahkan sesuatu lalu orang yang berakal menga-takan "kalau saja al-Qur`an tidak memerintahkannya," dan tidak pula ia melarang sesuatu, lalu orang yang berakal mengatakan "kalau saja ia tidak melarangnya," akan tetapi semua itu sangat se-suai dengan keadilan, mizan dan hikmah (kebijaksanaan) yang sangat logis bagi orang-orang yang mempunyai hati nurani dan akal. Kemudian (keenam), bimbingan-bimbingannya, hidayahnya dan hukum-hukumnya selalu relevan dengan setiap keadaan dan setiap zaman, yang mana semua permasalahan tidak akan bisa menjadi baik kecuali dengannya. Semua itu sudah cukup bagi siapa saja yang ingin membenarkan kebenaran dan berusaha mencari yang benar. Allah tidak akan mencukupi orang yang belum puas dengan al-Qur`an, dan Allah tidak akan memberikan kesembuhan kepada orang yang tidak sembuh dengan al-Qur`an. Dan siapa saja yang berpegang dan berpedoman kepadanya, niscaya al-Qur`an menjadi rahmat dan kebaikan baginya. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَرَحۡمَةٗ وَذِكۡرَىٰ لِقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ﴿ "Sesungguhnya di dalam (al-Qur`an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman." Yang demikian itu karena mereka akan memperoleh banyak ilmu, kebaikan yang sangat berharga, kesucian jiwa dan ruh, kemurnian keyakinan, kesempurnaan akhlak, futuhat (pembukaan) Ilahi dan berbagai rahasia Ilahi.