Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Ash-Shu'araa
Surah 26

Ash-Shu'araa

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 213

فَلَا تَدْعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ فَتَكُونَ مِنَ ٱلْمُعَذَّبِينَ 213

(213) Allah سبحانه وتعالى melarang RasulNya sebagai sikap (tauladan) pertama, dan umatnya sebagai sikap meneladaninya dalam hal itu, dari perbuatan berdoa kepada selain Allah, dari kalangan makh-luk ini, (dan dijelaskan) bahwa hal itu mengakibatkan azab yang sangat pedih nan kekal dan hukuman abadi, karena perbuatan itu adalah syirik. Sedangkan siapa saja yang mempersekutukan Allah, maka Allah telah mengharamkan surga atasnya, dan tempatnya adalah neraka. Larangan terhadap sesuatu adalah perintah kepada lawannya. Maka larangan berbuat syirik adalah perintah kepada ketulusan ibadah hanya kepada Allah saja, tiada sekutu bagiNya, dalam bentuk cinta, rasa takut, berharap, rasa hina dan kembali kepadaNya dalam semua waktu.