An-Noor
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَـٰسِقُونَ 55
(55) Ini termasuk janjiNya yang benar, yang telah dapat disaksikan penafsiran dan kenyataannya, bahwasanya Dia telah menjanjikan orang yang menegakkan iman dan amal shalih dari umat ini, untuk menjadikan mereka penguasa di muka bumi. Me-reka akan menjadi para pemimpin di bumi, yang memegang kendali pengaturannya. Sesungguhnya Allah (juga) akan memantapkan ﴾ لَهُمۡ دِينَهُمُ ٱلَّذِي ٱرۡتَضَىٰ لَهُمۡ ﴿ "bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka," yaitu agama Islam yang mengungguli seluruh agama. Allah meridhainya untuk umat ini karena keutamaan umat ini, kemuliaan dan curahan kenikmatan bagi mereka, dalam wujud, mereka sanggup menegakkan agama Islam, syariatNya yang zahir atau yang batin, dalam diri-diri mereka dan orang lain. Pasalnya, orang-orang selain mereka, seperti para pemeluk agama-agama dan orang-orang kafir akan terkalahkan dan menjadi hina. Allah akan menggantikan (keadaan) mereka ﴾ مِّنۢ بَعۡدِ خَوۡفِهِمۡ ﴿ "setelah ketakutan mereka." (Dahulu) salah seorang dari mereka tidak dapat menampakkan agamanya, tiada lain disebabkan gencarnya gangguan dari banyak orang kafir dan keberadaan jamaah kaum Muslimin yang berjumlah sedikit sekali bila dibandingkan jumlah mereka. Penduduk bumi telah sepakat memerangi kaum Muslimin. Mereka telah berbuat melampaui batas dengan berbagai macam kezhaliman. Allah menjanjikan kaum Mukminin peristiwa-peris-tiwa di atas ketika ayat ini turun. Padahal umat Islam belum me-nyaksikan pengendalian kekuasaan di bumi dan pendudukan posisi di sana, serta kesanggupan untuk menegakkan agama Islam dan stabilitas keamanan yang sempurna, lantaran mereka menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apa pun tanpa merasa takut kepada seorang pun kecuali hanya kepada Allah saja. Generasi awal umat ini melaksanakan keimanan dan amal shalih yang mengungguli umat lain, maka Allah meneguhkan me-reka (untuk menguasai) negeri-negeri dan umat manusia. Penjuru timur dan barat bumi telah ditaklukkan, sehingga diperoleh sta-bilitas keamanan yang sempurna dan pendudukan yang kuat. Ini termasuk ayat-ayat Allah yang menakjubkan dan menawan. Per-kara ini akan terus berlaku sampai Hari Kiamat. Selama mereka menegakkan iman dan amal shalih, pasti janji Allah kepada me-reka akan terwujud. Orang-orang kafir dan munafik hanya mampu menguasai (kaum Muslimin) dan dimenangkan pada sebagian waktu lantaran kesalahan yang dilakukan kaum Muslimin terhadap keimanan dan amal shalih. ﴾ وَمَن كَفَرَ بَعۡدَ ذَٰلِكَ ﴿ "Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu," yaitu kedudukan dan kekuasaan yang sempurna bagi kalian, wahai kaum Muslimin. ﴾ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ ﴿ "Maka mereka itulah orang-orang yang fasik," orang-orang yang keluar dari ketaatan ke-pada Allah dan mengalami kerusakan (jiwa dan hati), mereka tidak pantas dengan kebaikan serta tidak ada kemampuan menerima perbaikan. Karena, seseorang yang meninggalkan keimanannya ketika dalam keadaan perkasa dan kuat serta tidak adanya sebab yang menghalanginya untuk beriman, ini menunjukkan kerusakan niat dan kejelekan jiwanya. Pasalnya, tidak ada faktor yang men-dorong untuk meninggalkan agama ini kecuali perkara-perkara tersebut. Ayat ini menunjukkan bahwa Allah telah mendudukkan orang-orang sebelum kita dan menjadikan mereka pimpinan di bumi ini, sebagaimana yang dikatakan Musa kepada kaumnya, ﴾ وَيَسۡتَخۡلِفَكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَيَنظُرَ كَيۡفَ تَعۡمَلُونَ 129 ﴿ "Dan menjadikan kamu khalifah di bumi(Nya), maka Dia akan me-lihat bagaimana perbuatanmu." (Al-A'raf: 129). Dan Firman Allah, ﴾ وَنُرِيدُ أَن نَّمُنَّ عَلَى ٱلَّذِينَ ٱسۡتُضۡعِفُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ ] وَنَجۡعَلَهُمۡ أَئِمَّةٗ وَنَجۡعَلَهُمُ ٱلۡوَٰرِثِينَ 5 [وَنُمَكِّنَ لَهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu [dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)], dan Kami teguhkan kedudukan mereka di bumi." (Al-Qashash: 5-6).