Al-Muminoon
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
أَمْ لَمْ يَعْرِفُوا۟ رَسُولَهُمْ فَهُمْ لَهُۥ مُنكِرُونَ 69
(69) Firman Allah, ﴾ أَمۡ لَمۡ يَعۡرِفُواْ رَسُولَهُمۡ فَهُمۡ لَهُۥ مُنكِرُونَ ﴿ "Ataukah me-reka tidak mengenal rasul mereka, karena itu mereka memungkirinya?" Maksudnya ataukah alasan yang merintangi mereka untuk meng-ikuti kebenaran bahwa Rasul mereka, Muhammad, adalah karena ia bukan sosok yang populer di kalangan mereka? Mereka meng-ingkari beliau sembari berkata, "Kami tidak mengenalnya, tidak mengetahui tingkat kejujurannya. Biarkan kami dulu begini [sam-pai] melihat keadaan dan menanyakannya kepada orang yang mengenalnya. Padahal tidak demikian adanya. Mereka mengenal Rasulullah dengan sebenar-benarnya, baik anak-anak kecil maupun orang dewasa. Mereka mengetahui setiap budi pekerti luhur dari beliau. Mereka mengetahui tingkat kejujuran dan amanah beliau. Sampai mereka menjuluki beliau sebelum masa kenabian dengan gelar al-amin (yang terpercaya).[10] Lalu mengapa mereka tidak mem-benarkannya ketika membawa kebenaran dan kejujuran yang nyata?