Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Hajj
Surah 22

Al-Hajj

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 37

لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَـٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُحْسِنِينَ 37

(37) ﴾ لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا ﴿ "Daging-daging unta dan darah-nya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah," maksudnya tujuan (yang terselip) padanya (binatang-binatang kurban) itu bukan semata-mata penyembelihannya saja. Tidak ada sedikit pun dari daging-daging dan darahnya yang sampai kepada Allah. Sebab, Dia Dzat Yang Mahakaya lagi Terpuji. Yang sampai kepadaNya, hanyalah ikhlas (waktu mengurbankan)nya dan mengharapkan pahala serta niatan yang baik. Oleh karena itu, Dia berfirman,﴾ وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقۡوَىٰ مِنكُمۡۚ ﴿ "Tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya." Dalam ayat ini tertuang anjuran dan himbauan untuk ikhlas pada saat menyembelih unta. Hendaknya tujuannya ialah mencari Wajah Allah saja, bukan untuk membanggakan diri, riya` (pamer agar dilihat), sum'ah (pamer agar didengar), ataupun hanya sekedar melaksanakan kebiasaan (budaya). Begitu pula, pada semua jenis ibadah, jika tidak dibarengi dengan ikhlas dan ketakwaan kepada Allah, maka ibadah tersebut bagaikan kulit (buah) yang tidak ada intisarinya, atau seperti tubuh tanpa roh. ﴾ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمۡ لِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ ﴿ "Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah," agar kalian mengagungkan dan memuliakan-Nya. Maka ﴾ هَدَىٰكُمۡۗ ﴿ "atas hidayahNya kepadamu," sebagai timbal-balik atas pemberian hidayah dariNya bagi kalian. Maka sungguh, Dia berhak menerima sanjungan yang paling sempurna, pujian yang paling agung dan pengagungan yang paling tinggi.﴾ وَبَشِّرِ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ﴿ "Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik," dalam beribadah kepada Allah, dengan menyembah Allah seolah-olah mereka melihatNya. Bilamana mereka belum mencapai tingkatan ini, hendaknya mereka beribadah kepadaNya dengan meyakini pengawasan Allah dan pandanganNya kepada mereka pada saat beribadah. Dan hendaklah berbuat baik kepada para hamba Allah dengan beragam cara, baik yang berupa bantuan materi, ilmu, ja-batan, nasihat, amar ma'ruf dan nahi mungkar, atau kata-kata yang baik dan lain-lain. Kaum Muhsinun, mereka memperoleh kabar gembira dari Allah dalam bentuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Allah melimpahkan kebaikan kepada mereka, sebagaimana mereka telah berbuat baik dalam beribadah kepadaNya dan berbuat baik kepada para hambaNya. ﴾ هَلۡ جَزَآءُ ٱلۡإِحۡسَٰنِ إِلَّا ٱلۡإِحۡسَٰنُ 60 ﴿ "Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)." (Ar-Rahman: 60). Dan FirmanNya, ﴾ لِّلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ ٱلۡحُسۡنَىٰ وَزِيَادَةٞۖ ﴿ "Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya." (Yunus: 26).