Al-Hajj
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَـٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُوبِ 32
(32) Maksudnya, itu adalah hal-hal yang telah Kami kemu-kakan kepada kalian yang berupa pengagungan hal-hal yang patut dihormati dan sya'airNya. Yang dimaksud dengan sya'air, yakni simbol-simbol agama yang terlihat oleh mata. - Termasuk di dalamnya, pelaksanaan manasik haji seluruh-nya. Sebagaimana Allah berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلصَّفَا وَٱلۡمَرۡوَةَ مِن شَعَآئِرِ ٱللَّهِۖ ﴿ "Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syi'ar-syi'ar Allah." (Al-Baqarah: 158). - Termasuk juga binatang-binatang kurban dan segala yang dipersembahkan kepada Baitullah. Telah berlalu, bahwa makna pengagungan terhadapnya, yaitu memuliakannya dan melaksana-kannya serta menyempurnakan pelaksanaannya sebisa mungkin. - Selain itu, hewan-hewan kurban (hadyu). Cara pengagungan-nya adalah dengan cara bertindak baik terhadapnya dan berusaha menggemukkannya serta hendaknya berujud sempurna ditinjau dari segala sisi. Pengagungan sya'arillah ini tumbuh dari ketakwaan hati. Orang yang mengagungkannya, yaitu orang yang telah mem-buktikan ketakwaan dan kebenaran imannya. Pasalnya, sikap mengagungkannya muncul dari pengaruh pengagungan kepada Allah dan pemuliaan kepadaNya.