Taa-Haa
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
إِذْ تَمْشِىٓ أُخْتُكَ فَتَقُولُ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ مَن يَكْفُلُهُۥ ۖ فَرَجَعْنَـٰكَ إِلَىٰٓ أُمِّكَ كَىْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ ۚ وَقَتَلْتَ نَفْسًا فَنَجَّيْنَـٰكَ مِنَ ٱلْغَمِّ وَفَتَنَّـٰكَ فُتُونًا ۚ فَلَبِثْتَ سِنِينَ فِىٓ أَهْلِ مَدْيَنَ ثُمَّ جِئْتَ عَلَىٰ قَدَرٍ يَـٰمُوسَىٰ 40
(40) Di antara bukti baiknya pengaturan Allah, adalah bahwa Musa ketika terjatuh di tangan musuhnya, maka ibu beliau sangat mengalami kegundahan. Hatinya kosong. Hampir saja ber-bicara tentangnya, seandainya Allah tidak meneguhkan sang ibu dan memantapkan hatinya. Dalam kondisi ini, Allah menghalang-halangi wanita-wanita yang ingin menyusui Musa. Ia tidak mau menerima susuan wanita mana pun, supaya tempat kembalinya adalah ibunya (sendiri) se-hingga dia bisa menyusuinya. Ia pun berada di sisi sang ibu, hingga (ibunya) menjadi tenang, tentram dan suka cita. Mereka mulai menawarkan beberapa wanita yang ingin menyusui Musa. Akan tetapi dia tidak mau menerima (susuan) satu tetek pun. Kemudian saudara perempuan Musa datang menawarkan, ﴾ هَلۡ أَدُلُّكُمۡ عَلَىٰ مَن يَكۡفُلُهُۥۖ ﴿ "Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya," kepada sebuah keluarga yang akan menanganinya untuk meng-gantikan kalian, mereka sungguh-sungguh akan memperhatikan-nya. ﴾ فَرَجَعۡنَٰكَ إِلَىٰٓ أُمِّكَ كَيۡ تَقَرَّ عَيۡنُهَا وَلَا تَحۡزَنَۚ وَقَتَلۡتَ نَفۡسٗا ﴿ "Maka Kami mengembali-kanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak berduka cita. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia," yaitu orang Qibthi. Ketika beliau memasuki perkotaan pada waktu orang-orang terlena, beliau menjumpai dua orang lelaki bertikai. Salah satunya berasal dari sukunya. Sementara itu, yang lain berasal dari suku yang memu-suhi, suku Qibthi, maka lelaki yang berasal dari kaumnya meminta pertolongan untuk menghadapi lawannya. Musa memukulnya, dan seketika itu langsung menewaskannya. Beliau berdoa kepada Allah dan memohon ampunan (dari tindakan tadi). Maka Allah mengampuninya. Setelah itu, beliau melarikan diri, tatkala mene-rima berita bahwa orang-orang mencarinya untuk membunuhnya. ﴾ فَنَجَّيۡنَٰكَ مِنَ ٱلۡغَمِّ ﴿ "Kami selamatkan kamu dari kesusahan," dari hukuman dosa dan pembunuhan. ﴾ وَفَتَنَّٰكَ فُتُونٗاۚ ﴿ "Dan Kami telah men-cobamu dengan beberapa cobaan," Kami telah menguji dan menderamu dengan musibah. Lalu Kami melihatmu dalam keadaan istiqamah (konsisten) di seluruh keadaan. Atau Kami telah memindah-min-dahkan dirimu dalam seluruh kondisi dan tahapan hidup sampai engkau meraih keberhasilan. ﴾ فَلَبِثۡتَ سِنِينَ فِيٓ أَهۡلِ مَدۡيَنَ ﴿ "Maka kamu tinggal beberapa tahun di antara penduduk Madyan," saat melarikan diri dari kejaran Fir'aun dan pasukannya, yang berupaya membunuhmu. Setelah itu, engkau berjalan menuju Madyan dan sampai ke tempat itu dan menikah (dengan wanita) di sana. Engkau menetap di sana selama sepuluh tahun atau delapan tahun. ﴾ ثُمَّ جِئۡتَ عَلَىٰ قَدَرٖ يَٰمُوسَىٰ 40 ﴿ "Kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan hai Musa," maksudnya kemudian engkau tiba de-ngan kedatangan yang bukan kebetulan terjadi, tanpa disengaja atau pengaturan (dari Kami). Bahkan kehadiranmu itu bermula dari ketentuan takdir dan kelembutan Kami. Hal ini menunjukkan kesempurnaan perhatian Allah terhadap KalimNya (orang yang diajak bicara secara langsung), Musa عليه السلام.