Al-Baqara
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
وَٱتَّقُوا۟ يَوْمًا لَّا تَجْزِى نَفْسٌ عَن نَّفْسٍ شَيْـًٔا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَـٰعَةٌ وَلَا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ 48
(48) Dan Allah mempertakutkan mereka dengan Hari Kiamat, yang ﴾ لَّا تَجۡزِي ﴿ "tidak dapat membela" pada hari itu, maksud-nya, tidaklah, ﴾ نَفۡسٌ ﴿ "seseorang" bisa menolong walaupun dia ada-lah seorang yang mulia seperti para Nabi dan orang-orang shalih, bagi ﴾ عَن نَّفۡسٖ ﴿ "orang lain" walaupun keluarga paling terdekat seka-lipun, ﴾ شَيۡـٔٗا ﴿ "walau sedikit pun," tidak besar dan tidak pula kecil. Akan tetapi seorang manusia hanya dapat memanfaatkan per-buatan-perbuatan yang telah dia kerjakan, ﴾ وَلَا يُقۡبَلُ مِنۡهَا ﴿ "dan begitu pula tidak diterima darinya," yaitu dari seseorang, ﴾ شَفَٰعَةٞ ﴿ "syafa'at" bagi seseorang pun tanpa ada izin dari Allah dan keridhaanNya terhadap orang yang diberi syafa'at, dan tidaklah Allah meridhai suatu amal perbuatan kecuali dilakukan karena hanya mengharap ridhaNya dan perbuatan itu sesuai dengan jalan dan sunnah. ﴾ وَلَا يُؤۡخَذُ مِنۡهَا عَدۡلٞ ﴿ "Dan tebusan darinya tidak diambil," yakni pembayaran tebusan. Dan kalau setiap diri yang zhalim itu mempunyai segala yang ada di bumi ini dan ditambah yang seperti itu lagi, niscaya mereka tidak akan bisa menebus diri mereka dengannya dari azab Allah. Allah tidaklah menerima itu dari mereka, ﴾ وَلَا هُمۡ يُنصَرُونَ ﴿ "dan tidaklah mereka akan ditolong," maksudnya, mereka tidak akan dibela dari ancaman hal-hal yang dibenci, maka Allah menghilangkan segala bentuk bantuan dari makhluk dalam bentuk apa pun. FirmanNya, ﴾ لَّا تَجۡزِي نَفۡسٌ عَن نَّفۡسٖ شَيۡـٔٗا ﴿ "Seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikit pun," adalah dalam mendapatkan manfaat, ﴾ وَلَا هُمۡ يُنصَرُونَ ﴿ "dan tidaklah mereka akan ditolong," adalah dalam meng-hilangkan kemudaratan. Maka peniadaan ini adalah untuk perkara masa yang akan datang[6] bagi orang bersangkutan. ﴾ وَلَا يُقۡبَلُ مِنۡهَا شَفَٰعَةٞ وَلَا يُؤۡخَذُ مِنۡهَا عَدۡلٞ ﴿ "Dan (begitu pula) tidak diterima syafa'at dan tebusan dari padanya." Ini adalah peniadaan akan manfaat yang diminta kepada orang yang memilikinya dengan suatu kompensasi, seperti dengan tebusan atau selainnya seperti syafa'at. Berdasarkan semua ini wajiblah atas seorang hamba untuk memutuskan ketergan-tungan hatinya kepada makhluk karena mengetahui bahwasanya makhluk itu tidaklah memiliki manfaat walaupun seberat biji dzarrah, dan agar dia hanya menggantungkan dirinya kepada Allah saja dalam mendapatkan manfaat-manfaat dan menolak mudarat-mudarat, sehingga dia menyembahNya semata, yang tidak ada sekutu bagiNya dan memohon pertolongan hanya kepadaNya dalam beribadah kepadaNya.