Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Maryam
Surah 19

Maryam

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 54

وَٱذْكُرْ فِى ٱلْكِتَـٰبِ إِسْمَـٰعِيلَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ صَادِقَ ٱلْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولًا نَّبِيًّا 54

(54) Maksudnya, ceritakanlah kisah nabi yang agung ini dalam al-Qur`an yang mulia, yang melahirkan bangsa Arab, bangsa terbaik dan termulia, yang mana penghulu Bani Adam muncul dari mereka (nabi Muhammad). ﴾ إِنَّهُۥ كَانَ صَادِقَ ٱلۡوَعۡدِ ﴿ "Sesungguhnya dia adalah seorang yang benar janjinya," maksudnya, dia tidak pernah berjanji melainkan pasti menepatinya. Ini meliputi janjinya yang dibuat bersama Allah atau janji kepada makhluk. Oleh karena itu, ketika berjanji kepada dirinya sendiri akan bersabar atas (rencana) penyembelihan dirinya oleh sang ayah, dia mengatakan, ﴾ سَتَجِدُنِيٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ 102 ﴿ "Insya Allah, kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." (Ash-Shaffat: 102). Dia memenuhi janjinya, dan memberikan kemudahan kepada bapaknya untuk melakukan penyembelihan. Sebuah musibah terberat yang menimpa seseorang. Kemudian Allah memberikan sifat nubuwwah (kenabian) dan risalah (kerasulan), yang merupakan nikmat terbesar yang Allah berikan kepada hambaNya dan men-jadikannya sebagai insan yang berada di tingkatan tertinggi dari para makhluk.