Maryam
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
قَالَ سَلَـٰمٌ عَلَيْكَ ۖ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّىٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ بِى حَفِيًّا 47
(47) Maka Ibrahim menanggapinya dengan tanggapan para hamba Allah ketika berbicara dengan orang-orang jahil, dan tidak mencelanya. Bahkan sebaliknya bersabar dan tidak membalas perkataan bapaknya dengan sesuatu yang tidak disukainya. Ibrahim mengatakan, ﴾ سَلَٰمٌ عَلَيۡكَۖ ﴿ "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu," maksudnya engkau selamat dalam perbincanganku dengan ayah, yaitu terhindar dari celaanku, hinaanku, dan segala yang engkau benci ﴾ سَأَسۡتَغۡفِرُ لَكَ رَبِّيٓۖ إِنَّهُۥ كَانَ بِي حَفِيّٗا 47 ﴿ "aku akan meminta ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku," mak-sudnya saya akan senantiasa memohonkan hidayah dan ampunan kepada Allah buat ayah, agar Allah memberikan hidayah kepada ayah untuk memeluk Islam yang akan menjadi penyebab datang-nya ampunan. ﴾ إِنَّهُۥ كَانَ بِي حَفِيّٗا ﴿ "Sesungguhnya Dia sangat baik kepa-daku," maksudnya Dia (Allah) sangat sayang kepadaku, sangat perhatian kepadaku. Beliau terus saja memohonkan ampun buat bapaknya, berharap Allah berkenan memberikan petunjuk. Sete-lah jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya adalah musuh Allah, dan bahwasanya ia tidak akan memberikan manfaat sama sekali buat ayahnya, maka Ibrahim berhenti memohonkan ampun baginya dan berlepas diri dari bapaknya. Allah telah memerintahkan kepada kita sekalian agar meng-ikuti millah (ajaran) Ibrahim. Di antara bentuk mengikuti ajaran Ibrahim, adalah mengikuti metode beliau dalam berdakwah ke jalan Allah, yaitu dengan ilmu, hikmah, lemah-lembut dan (dengan metode yang) memudahkan, menempuh satu tahapan ke tahapan berikutnya, bersabar dalam menjalankan dakwah dan tidak bosan, bersabar terhadap segala gangguan dari orang lain yang menimpa seorang da'i, baik berupa perkataan atau perbuatan, membalasnya dengan pemberian maaf, atau bahkan dengan berlaku baik, dengan perkataan ataupun perbuatan.