Al-Kahf
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ ۚ وَٱذْكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَىٰٓ أَن يَهْدِيَنِ رَبِّى لِأَقْرَبَ مِنْ هَـٰذَا رَشَدًا 24
(24) Ketika seorang hamba itu adalah manusia yang pasti mengalami kelupaan untuk mengingat kehendak Allah, maka Dia memerintahkannya untuk mengecualikannya setelah itu bila ingat, agar terwujudkan apa yang diinginkan dan tertampik bahaya dari-nya. Keterangan ini terambil dari keumuman FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ ﴿ "Dan ingatlah kepada Rabbmu jika kamu lupa." Perintah mengingat Allah ketika lupa, karena dapat menghilangkan dan mengingatkan seseorang apa yang dia lupakan. Begitu juga, orang alpa lagi lupa (mengingat Allah) diperintahkan supaya menyebut nama Rabbnya agar tidak menjadi orang yang benar-benar lalai. Tatkala seorang hamba membutuhkan taufik Allah agar dapat meraih kebenaran dan tidak mengalami kesalahan dalam perkataan dan perbuatannya, maka Allah memerintahkannya agar mengucap-kan, ﴾ عَسَىٰٓ أَن يَهۡدِيَنِ رَبِّي لِأَقۡرَبَ مِنۡ هَٰذَا رَشَدٗا ﴿ "Mudah-mudahan Rabbku akan mem-beriku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini." Allah memerintahkannya agar berdoa dan mengharapNya serta percaya kepada Allah bahwa Dia akan menunjukkan kepadanya jalan paling pintas yang mengantarkan kepada kebenaran. Seharusnya seorang hamba keadaannya seperti ini, lalu dia mencurahkan segenap ke-sungguhannya dan mengerahkan kemampuannya dalam mencari petunjuk dan kebenaran supaya dia diberi taufik untuk tujuan itu, dan agar pertolongan datang dari Rabbnya kepada dirinya dan meluruskan seluruh perkaranya.