Al-Israa
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِ ۖ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّى وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا 85
(85) Ayat ini mengandung cara untuk membungkam orang-orang yang suka bertanya-tanya tentang permasalahan yang tidak dimaksudkan melainkan untuk menentang dan melumpuhkan, tidak menanyakan permasalahan yang penting. Mereka menanya-kan tentang ruh yang merupakan perkara yang tersembunyi yang tidak setiap orang mengetahuinya secara baik mengenai sifat dan keadaannya. Padahal mereka itu adalah orang yang dangkal ter-hadap ilmu yang dibutuhkan seorang hamba. Oleh karenanya, Allah memerintahkan RasulNya untuk men-jawab pertanyaan mereka dengan FirmanNya, ﴾ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنۡ أَمۡرِ رَبِّي ﴿ "Ka-takanlah, 'Ruh itu termasuk urusan Rabbku'," maksudnya termasuk dari ciptaanNya yang (jika) Allah perintahkan untuk menjadi ber-wujud maka jadilah ia. Pertanyaan tentang ruh tidak terlalu ber-faidah, lantaran kalian tidak mengetahui ilmu lainnya (yang harus diketahui). Dalam ayat ini terdapat dalil bahwasanya apabila seseorang itu ditanya tentang suatu perkara, padahal ada hal yang lebih pen-ting untuk diketahui si penanya, maka hendaklah dia mengalihkan jawabannya, menunjukkannya dengan hal yang lebih dibutuhkan oleh si penanya dan mengarahkannya pada hal yang bermanfaat baginya.