An-Nahl
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
وَعَلَى ٱللَّهِ قَصْدُ ٱلسَّبِيلِ وَمِنْهَا جَآئِرٌ ۚ وَلَوْ شَآءَ لَهَدَىٰكُمْ أَجْمَعِينَ 9
(9) Setelah Allah menceritakan jalan hissi (inderawi) dan Dia telah menciptakan –bagi para hambaNya– sarana untuk menempuh-nya, berupa binatang unta dan hewan tunggangan lainnya, maka Dia menyebutkan jalan maknawi (abstrak), yang akan mengantar-kan kepadaNya, ﴾ وَعَلَى ٱللَّهِ قَصۡدُ ٱلسَّبِيلِ ﴿ "Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus," yaitu jalan yang lurus, yang merupakan lintasan paling pintas dan pendek, menuju kepada Allah dan ke tempat kemuliaanNya. Tentang jalan yang menyimpang dari akidah dan amalannya, maka itu adalah setiap jalan yang bertentangan dengan jalan yang lurus. Jalan ini memutuskan akses menuju kepada Allah, menyeret ke tempat kebinasaan. Orang-orang yang telah meraih hidayah, menelusuri jalan yang lurus dengan izin Rabb mereka, sementara orang-orang yang sesat mengalami salah jalan darinya dan berjalan di atas jalan-jalan yang menyimpang. ﴾ وَلَوۡ شَآءَ لَهَدَىٰكُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Dan jikalau Dia menghendaki, tentulah Dia memberi petunjunk kamu semuanya (kepada jalan yang benar)," akan tetapi, Dia hanya memberikan hidayah bagi sebagian manusia, sebagai bentuk pemuliaan dan pengutamaan (dariNya), dan tidak mencurahkan hidayah kepada sebagian lain lantaran terkandung unsur hikmah dan keadilan dariNya.