An-Nahl
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
أَمْوَٰتٌ غَيْرُ أَحْيَآءٍ ۖ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ 21 إِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌ وَٰحِدٌ ۚ فَٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ قُلُوبُهُم مُّنكِرَةٌ وَهُم مُّسْتَكْبِرُونَ 22
(21-22) Kendatipun demikian, tidak ada sifat kesempurnaan yang melekat pada mereka, tidak ilmu dan tidak pula sesuatu lain-nya. ﴾ أَمۡوَٰتٌ غَيۡرُ أَحۡيَآءٖۖ ﴿ "(Berhala-berhala itu) benda mati tidak hidup," tidak bisa mendengar, tidak mampu melihat dan tidak dapat memahami sedikit pun. Apakah makhluk semacam ini patut dijadikan sesem-bahan selain Rabb semesta alam? Kecelakaanlah bagi akal-akal kaum musyrikin, alangkah sesat dan rusaknya. Ia mengalami kesesatan pada masalah yang sangat nyata kepincangannya, ia menyamakan antara benda yang mempunyai kekurangan dari segala segi, tidak memiliki sifat-sifat kesempurnaan dan tidak memiliki (kemampuan) berbuat apa pun, dibandingkan dengan Yang Mahasempurna di-pandang dari segala aspek, yang mempunyai setiap sifat kesempur-naan. Dia memiliki kesempurnaan dan keagungan yang puncak pada sifat-sifat tersebut. Dia mempunyai ilmu yang meliputi segala sesuatu, kekuasaan yang merata, rahmat yang luas (yang melingkupi seluruh sisi alam semesta), pujian, kemuliaan, kesombongan dan keagungan yang tidak ada satu makhluk pun yang berkutik untuk meliputi pada sebagian sifat-sifatNya itu. Karena itu, Dia berfirman, ﴾ إِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞۚ ﴿ "Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa," Dia-lah Allah, al-Ahad (Yang Mahasatu), al-Fard (Yang Mahatunggal) lagi tempat bergantung segala sesuatu, yang tidak beranak dan tiada diperanak-kan, dan tidak ada seorang pun yang setara denganNya. Orang-orang yang beriman dan mempunyai akal-akal sehat, kalbu-kalbu mereka memuliakan dan mengagungkan Allah, serta mencintai-Nya dengan kecintaan yang besar. Mereka mengarahkan bagiNya seluruh apa yang mereka bisa lakukan, berupa ibadah-ibadah bada-niyyah (fisik) dan maliyyah (dengan pengeluaran materi), amalan-amalan hati dan anggota tubuh lainnya, dan menyanjung Allah dengan nama-namaNya yang baik dan sifat-sifatNya yang suci. ﴾ فَٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ قُلُوبُهُم مُّنكِرَةٞ ﴿ "Maka orang-orang yang tidak ber-iman kepada Hari Akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah)," untuk perkara yang besar ini, yang tidak diingkari kecuali oleh makhluk ciptaan yang paling parah kebodohan dan pertentangannya, yaitu mengenai tauhidullah (keesaan Allah). ﴾ وَهُم مُّسۡتَكۡبِرُونَ ﴿ "Sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong," untuk beribadah kepada-Nya.