Ibrahim
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
قَالَتْ لَهُمْ رُسُلُهُمْ إِن نَّحْنُ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۖ وَمَا كَانَ لَنَآ أَن نَّأْتِيَكُم بِسُلْطَـٰنٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ 11
(11) ﴾ قَالَتۡ لَهُمۡ رُسُلُهُمۡ ﴿ "Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka", untuk menjawab usulan dan sanggahan mereka ﴾ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ ﴿ "kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu", memang benar, dan demikianlah hakikatnya, kami adalah manusia (biasa) seperti kalian, ﴾ وَلَٰكِنَّ ﴿ "akan tetapi", bukan berarti kondisi itu menyebabkan penolakan terhadap risalah yang kami bawa yang berbentuk kebe-naran. Sesungguhnya ﴾ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ ﴿ "Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya", apabila Allah telah menganugerahkan karunia kepada kami dengan memberi wahyu dan risalahNya, maka itu merupakan keutamaan dan kebaikan Allah bagi kami. Tidak ada seorang pun yang berhak membatasi Allah dalam mencurahkan keutamaan dan kebaikan-Nya, dan menghalanginya dari mengalirkan keutamaan dariNya. Maka, perhatikanlah risalah yang kami bawa kepada kalian. Jika merupakan kebenaran, maka terimalah. Jika memang bukan, maka tampiklah. Janganlah kalian menjadikan kondisi kami sebagai ala-san buat kalian untuk menampik risalah yang kami bawa kepada kalian. Ucapan kalian, ﴾ فَأۡتُونَا بِسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٖ ﴿ "karena itu, datangkanlah kepada kami bukti yang nyata", sesungguhnya wewenang itu bukan berada di tangan kami, kami tidak mempunyai hak pengaturan se-dikit pun. ﴾ وَمَا كَانَ لَنَآ أَن نَّأۡتِيَكُم بِسُلۡطَٰنٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ ﴿ "Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah", Dia-lah, Dzat yang bila berkehendak, niscaya akan mendatangkan-nya kepada kalian. Dan bila (tidak) berkehendak, maka tidak mem-bawakannya kepada kalian. Dia tidak bertindak kecuali dengan tindakan yang menuntut hikmah dan rahmat. ﴾ وَعَلَى ٱللَّهِ ﴿ "Dan hanya kepada Allah-lah", tidak kepada selainNya ﴾ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ﴿ "maka hendaknya orang-orang yang beriman itu bertawakal", mereka bergan-tung kepadaNya dalam memperoleh kebaikan-kebaikan dan mene-pis bahaya. Karena, mereka mengetahui tentang kesempurnaan penanganan dan kekuasaanNya, dan luasnya cakupan kebaikan-Nya. Maka, mereka begitu percaya kepadaNya dalam memudahkan urusan tersebut. Tergantung pada tingkat keimanan yang ada pada merekalah, kualitas tawakal mereka kepada Allah. Dengan ini, dapat diketahui, wajibnya bertawakal kepada Allah, dan bahwa ia ter-masuk kelaziman dari keimanan, dan juga termasuk ibadah besar yang dicintai dan diridhai oleh Allah, lantaran segenap ibadah ter-paku dengannya.