Yusuf
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
قَالَ رَبِّ ٱلسِّجْنُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا يَدْعُونَنِىٓ إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّى كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُن مِّنَ ٱلْجَـٰهِلِينَ 33
(33) Pada saat itulah, Yusuf berlindung diri kepada Rabbnya dan memohon pertolongan kepadaNya dari bahaya makar mereka. ﴾ قَالَ رَبِّ ٱلسِّجۡنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدۡعُونَنِيٓ إِلَيۡهِۖ ﴿ "Yusuf berkata, 'Wahai Rabbku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku'," ini menun-jukkan bahwa para wanita itu menyarankan Yusuf untuk patuh terhadap tuan putrinya, dan mengupayakan untuk memperdaya Yusuf dalam masalah ini. Yusuf ternyata lebih menyukai masuk penjara dan siksaan duniawi ketimbang kenikmatan sesaat yang akan mendatangkan siksaan yang pedih. ﴾ وَإِلَّا تَصۡرِفۡ عَنِّي كَيۡدَهُنَّ أَصۡبُ إِلَيۡهِنَّ ﴿ "Dan jika Engkau tidak hindarkan diriku dari tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka)", maka aku akan condong kepada mereka. Karena aku orang yang lemah, tak berda-ya, bila Engkau tidak melenyapkan (godaan) keburukan ini dariku, niscaya aku akan murtad (cenderung) berlari kepada mereka ﴾ وَأَكُن مِّنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ﴿ "dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh", sesung-guhnya tindakan ini merupakan kebodohan. Sebab, ia lebih meng-utamakan kenikmatan secuil yang akan menyusahkan diri pada kenikmatan yang kontinyu dan kesenangan yang beraneka macam di surga yang penuh kenikmatan. Orang yang memilih ini daripada itu, apakah ada orang yang lebih bodoh daripadanya? (Tentu tidak). Sesungguhnya ilmu dan akal pikiran (yang sehat) akan mengajak kepada pengutamaan maslahat dan kenikmatan yang terbesar, serta lebih mengedepankan perkara yang kesudahannya terpuji.