Hud
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
أَمْ يَقُولُونَ ٱفْتَرَىٰهُ ۖ قُلْ إِنِ ٱفْتَرَيْتُهُۥ فَعَلَىَّ إِجْرَامِى وَأَنَا۠ بَرِىٓءٌ مِّمَّا تُجْرِمُونَ 35
(35) ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja." Kata ganti ini mengandung ke-mungkinan kembali kepada Nuh sebagaimana konteks ucapan yang membicarakan Nuh dengan kaumnya, maknanya adalah bahwa kaumnya berkata, "Nuh telah berdusta atas Nama Allah, berdusta tentang wahyu yang dia klaim bahwa ia dari Allah. Dan bahwa Allah memintanya untuk berkata, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Masing-masing memikul dosanya. ﴾ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۗ ﴿ "Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain." (Al-Isra`: 15). Dan mengandung kemungkinan ia kembali kepada Nabi Muhammad ﷺ. Jadi ayat ini merupakan sisipan di tengah-tengah kisah Nuh dengan kaumnya karena ia termasuk perkara yang tidak diketahui oleh para Nabi. Tatkala Allah mulai menceritakannya kepada RasulNya, dan itu termasuk bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran risalahnya, maka Dia pun menyebutkan pendustaan ka-umnya kepadanya dengan penjelasan yang sempurna, seraya Dia berfirman, ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Apakah mereka berkata, 'Dia telah membuat-buatnya?'" Yakni al-Qur`an ini dibuat-buat oleh Muhammad dari dirinya sendiri. Ini termasuk kata-kata yang paling aneh dan yang paling batil, karena mereka mengetahui bahwa dia (Muhammad) tidak mem-baca dan tidak menulis serta tidak pernah pergi dari mereka untuk mengkaji kitab-kitab, lalu dia hadir dengan kitab ini yang menantang mereka agar menghadirkan satu surat yang semisal dengannya. Jika mereka tetap mengklaim –dengan realita yang demikian– bahwa Muhammad membuat-buatnya, maka jelaslah bahwa mereka itu hanya sekedar menentang. Tak ada lagi guna berdebat dengan me-reka, bahkan yang cocok dalam kondisi ini adalah berpaling dari mereka. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي ﴿ "Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku", dan kebohonganku. ﴾ وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Yakni mengapa kamu terus menuduhku berdusta.