Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Hud
Surah 11

Hud

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 17

أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّهِۦ وَيَتْلُوهُ شَاهِدٌ مِّنْهُ وَمِن قَبْلِهِۦ كِتَـٰبُ مُوسَىٰٓ إِمَامًا وَرَحْمَةً ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِۦ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِهِۦ مِنَ ٱلْأَحْزَابِ فَٱلنَّارُ مَوْعِدُهُۥ ۚ فَلَا تَكُ فِى مِرْيَةٍ مِّنْهُ ۚ إِنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ 17

(17) Allah menyebutkan keadaan RasulNya, Muhammad dan ahli waris dakwahnya yang meneruskan perjuangannya serta para penegak hujjah yang yakin dengan itu dan (menyebutkan) bahwa selain mereka tidak disandangkan sifat-sifat milik mereka dan tidak ada yang sama dengan mereka. ﴾ أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّهِۦ ﴿ "Apa-kah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang sudah mem-punyai bukti yang nyata (al-Qur`an) dari Rabbnya", dengan wahyu yang Allah turunkan, di dalamnya terdapat masalah-masalah penting dengan dalil-dalilnya yang jelas maka dia yakin dengan keterangan itu. ﴾ وَيَتۡلُوهُ ﴿ "Dan diikuti", yakni keterangan dan bukti ini diikuti oleh bukti yang lain, yaitu ﴾ شَاهِدٞ مِّنۡهُ ﴿ "seorang saksi", yakni saksi (yang memliki) fitrah yang lurus dan akal yang benar (yaitu Muhammad ﷺ) ketika dia bersaksi terhadap apa yang diwahyukan dan disya-riatkan Allah dan dia mengetahui kebaikannya dengan akalnya, maka hal itu menambah keimanannya. (وَ) "Dan" ada saksi ketiga, yaitu ﴾ كِتَٰبُ مُوسَىٰٓ ﴿ "Kitab Musa" Taurat yang Allah jadikan sebagai ﴾ إِمَامٗا ﴿ "pedoman" bagi manusia ﴾ وَرَحۡمَةًۚ ﴿ "dan rahmat" bagi mereka. Ia menjadi saksi kebenaran al-Qur`an dan menyetujuinya dalam kebenaran yang dibawanya. Maksudnya, apakah orang dengan sifat begini, yang telah hadir kepadanya bukti-bukti keimanan dan tegak baginya bukti-bukti keyakinan sama dengan orang yang berada di dalam kebodohan dan kegelapan dalam keadaan tidak keluar darinya? Tentu di sisi Allah dan di mata hamba Allah tidaklah sama. ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ﴿ "Mereka itu" yaitu orang-orang yang diberi taufik untuk mengetahui dalil-dalil, mereka beriman kepada al-Qur`an secara hakiki, maka iman mereka membuahkan seluruh kebaikan di dunia dan akhirat. ﴾ وَمَن يَكۡفُرۡ بِهِۦ ﴿ "Dan barangsiapa yang mengingkarinya," yakni al-Qur`an, ﴾ مِنَ ٱلۡأَحۡزَابِ ﴿ "di antara sekutu-sekutunya" Yakni seluruh golo-ngan penduduk bumi yang bersekutu menolak kebenaran,﴾ فَٱلنَّارُ مَوۡعِدُهُۥۚ ﴿ "maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya." Mereka pasti masuk ke dalamnya. ﴾ فَلَا تَكُ فِي مِرۡيَةٖ مِّنۡهُۚ ﴿ "Karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap al-Qur`an itu", dengan kebimbangan sedikit pun. ﴾ إِنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يُؤۡمِنُونَ ﴿ "Sesungguhnya (al-Qur`an) itu benar-benar dari Rabbmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman." Bisa jadi karena ketidaktahuan dan kesesatan, bisa jadi karena kezhaliman, pengingkaran dan kekejian mereka, karena jika tidak maka barang-siapa tujuannya baik dan pemahamannya lurus, niscaya dia pasti beriman kepadanya karena dia melihat ajakan kepada iman dari segala segi.