Yunus
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
وَإِذَا مَسَّ ٱلْإِنسَـٰنَ ٱلضُّرُّ دَعَانَا لِجَنۢبِهِۦٓ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَآئِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُۥ مَرَّ كَأَن لَّمْ يَدْعُنَآ إِلَىٰ ضُرٍّ مَّسَّهُۥ ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ 12
(12) Ini adalah penjelasan tentang tabiat dasar manusia, bahwa jika ditimpa kesulitan berupa penyakit atau musibah, maka dia bersungguh-sungguh berdoa, memohon kepada Allah di setiap keadaannya dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring, dia terus menerus berdoa agar Allah mengangkat kesulitannya. ﴾ فَلَمَّا كَشَفۡنَا عَنۡهُ ضُرَّهُۥ مَرَّ كَأَن لَّمۡ يَدۡعُنَآ إِلَىٰ ضُرّٖ مَّسَّهُۥۚ ﴿ "Tetapi tatkala Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya." Maksudnya terus dalam kelalaiannya, berpaling dari Rabbnya seolah-olah dia tidak ditimpa kesulitan yang telah Allah hilangkan. Kezhaliman mana yang lebih besar daripada ini? Dia meminta kepada Rabbnya agar mewujudkan maksudnya, lalu ketika Dia memberikannya, maka hamba itu tidak memperhatikan hak Rabbnya seolah-olah Rabbnya tidak memiliki hak atasnya. Ini ada-lah bentuk pemberian rasa indah dari setan, dia menjadikan apa yang buruk dan busuk menurut akal dan fitrah sebagai sesuatu yang baik. ﴾ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلۡمُسۡرِفِينَ ﴿ "Begitulah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas itu", yaitu yang melanggar aturan-aturan Allah, ﴾ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ apa yang selalu mereka kerjakan."