Langsung ke konten
Surah 48 · Ayat 10

Al-Fath 48:10

الفتح

إِنَّ ٱلَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ ٱللَّهَ يَدُ ٱللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ فَمَن نَّكَثَ فَإِنَّمَا يَنكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَـٰهَدَ عَلَيْهُ ٱللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

Arti

10. Bahwa orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka hanya berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa yang melanggar janjinya, maka sesungguhnya dia melanggar atas (janji) sendiri; dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah, maka Dia akan memberinya pahala yang besar.

Arti: Indonesian Translation - Sabiq Company. Issued by Sabiq Company, developed under the supervision of Rowwad Translation Center. The original translation is available for the purpose of expressing opinion, evaluation, and continuous development. Versi 1.1.3, 2025-06-02. QuranEnc.com

Arti

Bahwa orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka hanya berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan-tangan mereka, maka barangsiapa melanggar janji, maka sesungguhnya dia melanggar atas (janji) sendiri; dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah, maka Dia akan memberinya pahala yang besar.

Arti: Indonesian Translation - Ministry of Religious Affairs. Issued by the Indonesian Ministry of Religious Affairs. Developed under the supervision of Rowwad Translation Center. The original translation is available for the purpose of expressing opinion, evaluation, and continuous development. Versi 1.0.1, 2025-06-23. QuranEnc.com

Arti

Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah[1397]. Tangan Allah di atas tangan mereka[1398], maka barang siapa yang melanggar janjinya, niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.

[1397]. Pada bulan Zulkaidah tahun keenam Hijriah Nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam beserta pengikut­pengikutnya hendak mengunjungi Mekah untuk melakukan umrah dan melihat keluarga-keluarga mereka yang telah lama ditinggalkan. Sesampai di ῌudaybiyyah beliau berhenti dan mengutus ʻUṡmān bin ʻAffān lebih dahulu ke Mekah untuk menyampaikan maksud kedatangan beliau dan kaum muslimin. Mereka menanti-nanti kembalinya ʻUṡmān, tetapi tidak juga datang karena ʻUṡmān ditahan oleh kaum musyrikin, kemudian tersiar lagi kabar bahwa ʻUṡmān telah dibunuh. Karena itu, Nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam menganjurkan agar kaum muslimin melakukan baiat (janji setia) kepada beliau. Mereka pun mengadakan janji setia kepada Nabi dan mereka akan memerangi kaum Quraisy bersama Nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam sampai kemenangan tercapai. Perjanjian setia ini telah diridai Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā sebagaimana tersebut dalam ayat 18 surah ini, karena itu disebut "Bayʻatur Riḍwān"`. Bayʻatur Riḍwān ini menggetarkan kaum musyrikin, sehingga mereka melepaskan ʻUṡmān dan mengirim utusan untuk mengadakan perjanjian damai dengan kaum muslimin. Perjanjian ini terkenal dengan "Ṣulḥul ῌudaybiyyah".
[1398]. Orang yang berjanji setia biasanya berjabat tangan. Cara berjanji setia dengan rasul ialah meletakkan tangan rasul di atas tangan orang yang berjanji itu. Jadi, maksud tangan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā di atas tangan mereka ialah untuk menyatakan bahwa berjanji dengan Rasulullah Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam sama dengan berjanji dengan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā. Jadi, seakan-akan tangan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā di atas tangan orang-orang yang berjanji itu. Hendaklah diperhatikan bahwa Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā Maha Suci dari segala sifat-sifat yang menyerupai makhluk-Nya.

Arti: Indonesian Translation - The Complex. Issued by the Indonesian Ministry of Religious Affairs. Developed under the supervision of Rowwad Translation Center. The original translation is available for the purpose of expressing opinion, evaluation, and continuous development. Versi 1.0.1, 2025-06-26. QuranEnc.com

Tafsir

Sesungguhnya orang-orang yang berbaiat kepadamu -wahai Rasul- dalam Baiat Riḍwān untuk memerangi penduduk Makkah yang musyrik, sesungguhnya mereka berbaiat kepada Allah karena Dialah yang memerintahkan untuk memerangi kaum musyrikin dan Dia yang memberi pahala kepada mereka. Tangan Allah berada di atas tangan mereka saat berbaiat dan Dia mengetahui kondisi mereka, tidak ada sedikit pun yang tersembunyi bagi-Nya dari mereka. Barang siapa melanggar baiatnya dan tidak menepati apa yang telah dijanjikan kepada Allah untuk menolong agama-Nya maka sesungguhnya dampak buruk pelanggarannya terhadap baiatnya dan terhadap perjanjiannya kembali kepada dirinya sendiri, sementara Allah sama sekali tidak mendapat dampak buruknya. Sebaliknya, barang siapa menepati apa yang telah dijanjikan kepada Allah untuk menolong agama-Nya maka Allah akan memberikan kepadanya pahala yang besar, yaitu surga.

Edisi ini menjelaskan setiap ayat; ia bukan terjemahannya. Arti: Indonesian Translation of Al-Mukhtasar in Interpreting the Noble Quran. Issued by Tafsir Center for Quranic Studies Versi 1.0.0, 2017-01-23. QuranEnc.com

Al-Fath

Teks Arabnya adalah teks Tanzil, tanpa perubahan. Terjemahan maknanya adalah edisi dari penerbitnya masing-masing, tanpa perubahan; para peninjau Sabīl sendiri belum memeriksanya. Arab: teks Utsmani Tanzil, versi 1.1. Sumber: tanzil.net