Al-Baqara 2:104
البقرةيَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَقُولُوا۟ رَٰعِنَا وَقُولُوا۟ ٱنظُرْنَا وَٱسْمَعُوا۟ ۗ وَلِلْكَـٰفِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ
104. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu katakan, "Rā`inā", tetapi katakanlah, "Unẓurnā",[43] dan dengarkanlah. Dan orang-orang kafir akan mendapat azab yang pedih.
[43]. Rā`inā artinya perhatikanlah kami. Tetapi orang Yahudi bersungut mengucapkannya, sehingga yang mereka maksud ialah Ru`ūnah yang artinya bodoh sekali, sebagai ejekan kepada Rasulullah. Itulah sebabnya Allah menyuruh sahabat-sahabat menukar Rā`inā dengan Unẓurnā yang sama artinya dengan Rā`inā, yaitu perhatikanlah kami.
Arti: Indonesian Translation - Sabiq Company. Issued by Sabiq Company, developed under the supervision of Rowwad Translation Center. The original translation is available for the purpose of expressing opinion, evaluation, and continuous development. Versi 1.1.3, 2025-06-02. QuranEnc.com
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu katakan, "Rā'inā",[43] tetapi katakanlah, "Unẓurnā", dan dengarkanlah. Dan orang-orang kafir akan mendapat azab yang pedih.
[43] Rā'inā artinya perhatikanlah kami. Tetapi orang Yahudi bersungut mengucapkannya, sehingga yang mereka maksud ialah Ru'ūnah yang artinya bodoh sekali, sebagai ejekan kepada Rasulullah. Itulah sebabnya Allah menyuruh sahabat-sahabat menukar Rā'inā dengan Unẓurnā yang sama artinya dengan Rā'inā.
Arti: Indonesian Translation - Ministry of Religious Affairs. Issued by the Indonesian Ministry of Religious Affairs. Developed under the supervision of Rowwad Translation Center. The original translation is available for the purpose of expressing opinion, evaluation, and continuous development. Versi 1.0.1, 2025-06-23. QuranEnc.com
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad), "Rā`inā", tetapi katakanlah, "Unẓurnā", dan "dengarlah". Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih.[80]
[80]. "Rā`inā" berarti, "sudilah kiranya kamu memperhatikan kami". Di kala para sahabat menghadapkan kata ini kepada Rasulullah Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam, orang Yahudi pun memakai pula kata ini dengan digumamkan seakanakan menyebut "Rā`inā", padahal yang mereka katakan ialah "Ru`ūnah", yang berarti kebodohan yang sangat, sebagai ejekan kepada Rasulullah Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam. Itulah sebabnya Tuhan menyuruh supaya sahabat-sahabat menukar perkataan "Rā`inā" dengan "Unẓurnā" yang juga sama artinya dengan "Rā`inā".
Arti: Indonesian Translation - The Complex. Issued by the Indonesian Ministry of Religious Affairs. Developed under the supervision of Rowwad Translation Center. The original translation is available for the purpose of expressing opinion, evaluation, and continuous development. Versi 1.0.1, 2025-06-26. QuranEnc.com
Allah -Ta'ālā- mengajarkan kepada orang-orang mukmin agar memilih kata-kata yang baik dalam berbicara. Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengucapkan kata-kata: Rā'inā," yang berarti: “Perhatikanlah keadaan kami”; karena orang-orang Yahudi memelesetkan kata-kata itu dan menggunakannya untuk berbicara kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tetapi dengan maksud yang buruk, yaitu "ru'ūnah (bodoh)". Sebab itu, Allah melarang penggunaan kata-kata itu demi menutup pintu tersebut dan memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya agar menggunakan kata-kata lain sebagai gantinya, yaitu kata-kata “Unẓurnā” yang berarti: “Tunggulah, agar kami bisa mengerti apa yang engkau ucapkan”. Kata-kata ini memiliki makna yang sama dengan kata-kata sebelumnya tetapi tidak mengandung sesuatu yang terlarang. Orang-orang yang kafir kepada Allah itu akan mendapatkan azab yang sangat menyakitkan.
Edisi ini menjelaskan setiap ayat; ia bukan terjemahannya. Arti: Indonesian Translation of Al-Mukhtasar in Interpreting the Noble Quran. Issued by Tafsir Center for Quranic Studies Versi 1.0.0, 2017-01-23. QuranEnc.com
Teks Arabnya adalah teks Tanzil, tanpa perubahan. Terjemahan maknanya adalah edisi dari penerbitnya masing-masing, tanpa perubahan; para peninjau Sabīl sendiri belum memeriksanya. Arab: teks Utsmani Tanzil, versi 1.1. Sumber: tanzil.net