Langsung ke konten
Jami‘ at-Tirmidzi

No. 3856

No. 3856Kitab 49, no. 256
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَزِيعٍ، قَالَ حَدَّثَنَا الْفُضَيْلُ بْنُ سُلَيْمَانَ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو حَازِمٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ يَحْفِرُ الْخَنْدَقَ وَنَحْنُ نَنْقُلُ التُّرَابَ فَيَمُرُّ بِنَا فَقَالَ ‏ "‏ اللَّهُمَّ لاَ عَيْشَ إِلاَّ عَيْشُ الآخِرَةِ فَاغْفِرْ لِلأَنْصَارِ وَالْمُهَاجِرَةِ ‏"‏ ‏.‏ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ ‏.‏ وَأَبُو حَازِمٍ اسْمُهُ سَلَمَةُ بْنُ دِينَارٍ الأَعْرَجُ الزَّاهِدُ ‏.‏وَفِي الْبَابِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ‏.‏
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Bazi'] telah menceritakan kepada kami [Al Fudhail bin Sulaiman] telah menceritakan kepada kami [Abu Hazim] dari [Sahl bin Sa'd] dia berkata; Kami bersama dengan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika beliau menggali parit, sedangkan kami memindahkan tanah, lantas beliau melewati kami sambil bersabda: "ALLAHUMMA LA 'AISYA ILLA 'AISYAL AAKHIRAH FAGHFIR LILANSHAAR WAL MUHAAJIRAH (Ya Allah, tidak ada kehidupan (yang hakiki) kecuali kehidupan akhirat, oleh karena itu, ampunilah kaum Anshar dan Muhajirin)." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih gharib melalui jalur ini, Abu Hazim nama aslinya adalah Salamah bin Dinar Al A'raj, seorang yang zuhud. Dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Anas bin Malik
Derajat dalam sumber
  • SahihAhmad Muhammad Shakir
  • SahihAl-Albani
  • Hasan SahihBashar Awad Maarouf
  • Sahih - Bukhari And MuslimZubair Ali Zai

Di bawah setiap riwayat terdapat terjemahan dari dataset itu sendiri, ditampilkan apa adanya. Terjemahan itu tidak menyebut nama penerjemah, hak atasnya belum diverifikasi, dan belum ada yang mencocokkannya dengan teks Arab; sebagian riwayat tidak memiliki terjemahan. Teks Arablah yang menjadi teksnya.

Kitab 49 · Chapters on Virtues

Teks Arab, penomoran, nama kitab dan derajatnya ditampilkan persis seperti yang tercantum dalam sebuah dataset terbuka (hadith-api). Sabīl belum memverifikasi ketepatannya maupun hak atasnya, dan tinjauan ulamanya belum dimulai. Sampai saat itu, cocokkan sebuah riwayat dengan edisi cetak sebelum mengandalkannya.