Langsung ke konten
Muwaththa’ Malik

No. 754

No. 754Kitab 20, no. 50
حَدَّثَنِي يَحْيَى، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّهَا أَخْبَرَتْهُ أَنَّ زِيَادَ بْنَ أَبِي سُفْيَانَ كَتَبَ إِلَى عَائِشَةَ زَوْجِ النِّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ قَالَ مَنْ أَهْدَى هَدْيًا حَرُمَ عَلَيْهِ مَا يَحْرُمُ عَلَى الْحَاجِّ حَتَّى يُنْحَرَ الْهَدْىُ وَقَدْ بَعَثْتُ بِهَدْىٍ فَاكْتُبِي إِلَىَّ بِأَمْرِكِ أَوْ مُرِي صَاحِبَ الْهَدْىِ ‏.‏ قَالَتْ عَمْرَةُ قَالَتْ عَائِشَةُ لَيْسَ كَمَا قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ أَنَا فَتَلْتُ قَلاَئِدَ هَدْىِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِيَدَىَّ ثُمَّ قَلَّدَهَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِيَدِهِ ثُمَّ بَعَثَ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَعَ أَبِي فَلَمْ يَحْرُمْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم شَىْءٌ أَحَلَّهُ اللَّهُ لَهُ حَتَّى نُحِرَ الْهَدْىُ ‏.‏
telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari [Abdullah bin Abu Bakar bin Muhammad] dari ['Amrah binti Abdurrahman] Bahwasanya ia mengabarkan kepadanya, bahwa [Ziyad bin Abu Sufyan] menulis surat kepada [Aisyah], isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Bahwa [Abdullah bin 'Abbas] berkata, "Barangsiapa menyembelih sembelihan maka dia dilarang untuk melakukan hal yang dilarang bagi orang yang berihram untuk haji sampai hewan itu disembelih." Aku telah mengirimkan sembelihanku. Maka tulislah perintahmu kepadaku atau perintahkan orang yang hendak berkurban." 'Amrah berkata, "Aisyah lalu berkata, "Bukan sebagaimana yang di katakan Ibnu 'Abbas. Aku telah memintal tali-tali sembelihan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan kedua tanganku, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengikutidengan tangan beliau. Setelah itu beliau dan juga bapakku mengirim hadyu tersebut. Dan tidak ada yang haram bagi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dari apa-apa yang dihalalkan Allah kepada beliau hingga sembelihan itu disembelih
Derajat dalam sumber
  • SahihSalim al-Hilali

Di bawah setiap riwayat terdapat terjemahan dari dataset itu sendiri, ditampilkan apa adanya. Terjemahan itu tidak menyebut nama penerjemah, hak atasnya belum diverifikasi, dan belum ada yang mencocokkannya dengan teks Arab; sebagian riwayat tidak memiliki terjemahan. Teks Arablah yang menjadi teksnya.

Kitab 20 · Hajj

Teks Arab, penomoran, nama kitab dan derajatnya ditampilkan persis seperti yang tercantum dalam sebuah dataset terbuka (hadith-api). Sabīl belum memverifikasi ketepatannya maupun hak atasnya, dan tinjauan ulamanya belum dimulai. Sampai saat itu, cocokkan sebuah riwayat dengan edisi cetak sebelum mengandalkannya.