Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Kefasikan

3 hadis

Siapa yang mengangkat senjata kepada kami, maka ia bukan termasuk golongan kami

عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «مَنْ حَمَلَ عَلَيْنَا السِّلَاحَ فَلَيْسَ مِنَّا».
Abu Mūsā al-Asy'ariy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ, bahwa beliau bersabda, "Siapa yang mengangkat senjata kepada kami, maka ia bukan termasuk golongan kami."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ mengingatkan perbuatan mengangkat senjata kepada kaum muslimin untuk menakuti atau merampok mereka. Siapa yang melakukan hal itu tanpa alasan yang benar, sungguh ia telah melakukan kejahatan besar dan salah satu dosa besar, serta ia berhak mendapatkan ancaman yang keras ini.

Faedah
  1. 1- Peringatan keras terhadap perbuatan seorang muslim yang memerangi saudaranya se-Islam.
  2. 2- Termasuk kemungkaran yang paling berat dan kerusakan besar di muka bumi ialah menghunus senjata terhadap kaum muslimin dan berbuat kerusakan dengan membunuh.
  3. 3- Ancaman yang disebutkan tidak mencakup jenis perang yang dibenarkan, seperti memerangi pemberontak, perampok dan lainnya.
  4. 4- Pengharaman menakut-nakuti kaum muslimin dengan senjata atau lainnya walaupun dalam bentuk bermain-main.
Rujukan

صحيح البخاري (9/ 49) (7071). صحيح مسلم (1/ 98) (100). خلاصة الكلام شرح عمدة الأحكام، لفيصل آل مبارك (ص406). الإفهام في شرح عمدة الأحكام، لابن باز (ص815). الإلمام بشرح عمدة الأحكام، لإسماعيل الأنصاري (2/ 195). تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، لعبد الله البسام (ص752).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Tidaklah seseorang menuduh orang lain dengan kefasikan atau kekafiran, melainkan kalimat tersebut akan kembali kepadanya jika orang yang dituduh tidak seperti itu

عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «لاَ يَرْمِي رَجُلٌ رَجُلًا بِالفُسُوقِ، وَلاَ يَرْمِيهِ بِالكُفْرِ، إِلَّا ارْتَدَّتْ عَلَيْهِ، إِنْ لَمْ يَكُنْ صَاحِبُهُ كَذَلِكَ».
Abu Żarr -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa dia telah mendengar Nabi ﷺ bersabda, "Tidaklah seseorang menuduh orang lain dengan kefasikan atau kekafiran, melainkan kalimat tersebut akan kembali kepadanya jika orang yang dituduh tidak seperti itu."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ mengingatkan bahwa orang yang berkata pada yang lain: Engkau fasik atau engkau kafir; jika orang tersebut tidak seperti yang dia katakan, maka dialah orang yang pantas menyandang sifat tersebut dan ucapannya itu kembali kepada dirinya. Adapun jika dia benar seperti yang ia katakan, ucapannya itu tidak kembali kepadanya sedikit pun lantaran ia benar dalam ucapannya.

Faedah
  1. 1- Diharamkan menuduh orang dengan tuduhan kafir atau fasik tanpa alasan yang disyariatkan.
  2. 2- Kewajiban bersikap hati-hati dalam menjatuhkan tuduhan pada manusia.
  3. 3- Ibnu Daqīq Al-'Īd berkata, "Ini adalah ancaman besar bagi orang yang mengkafirkan seorang muslim padahal dia tidak seperti itu. Ini merupakan kesalahan besar."
  4. 4- Ibnu Ḥajar Al-'Asqalāniy berkata, "Tetapi tidak mesti perihal dia tidak kafir ataupun fasik dengan sebab itu kemudian dia tidak berdosa dalam ucapannya "engkau fasik". Melainkan ada perincian dalam ucapan ini. Jika ia bertujuan menasihatinya atau menasihati yang lain dengan cara menjelaskan keadaannya, hukumnya boleh. Tetapi, jika ia bertujuan mencelanya agar dia dikenal dengan itu dan murni untuk menyakitinya, hukumnya tidak boleh. Karena pada dasarnya, ia diperintahkan untuk menutupinya, mengajarinya dan menasihatinya dengan cara yang paling baik. Selama hal itu bisa ia lakukan dengan lembut, ia tidak boleh melakukannya dengan kasar; sebab hal itu dapat menyebabkannya terpancing dan bertahan di atas perbuatannya itu, sebagaimana tabiat banyak orang yang egois, terlebih jika orang yang mengajak berada di bawah kedudukan yang diajak."
Rujukan

صحيح البخاري (8/ 15) (6045). صحيح مسلم (1/ 79) (61). نزهة المتقين، لمجموعة من الباحثين (2/ 1073). كنوز رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (18/ 446). بهجة الناظرين، لسليم الهلالي (3/ 82). شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (6/ 220). التنوير شرح الجامع الصغير، للصنعاني (9/ 275).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Siapa yang melakukan takhbīb terhadap istri orang (merusak hubungannya dengan suaminya), atau ‎hamba sahayanya, maka ia bukanlah termasuk golongan kami.‎

عن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً: «من خَبَّبَ زوجة امْرِئٍ أو مَمْلُوكَهُ فليس مِنَّا».
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', “Siapa yang melakukan takhbib terhadap istri orang (merusak hubungannya dengan suaminya), atau ‎hamba sahayanya, maka ia bukanlah termasuk golongan kami.‎"
Diriwayatkan oleh Abu DaudDerajatHadis sahih
Penjelasan

Siapa saja yang berusaha untuk merusak hubungan seorang istri dengan suaminya, baik dia itu ‎seorang lelaki ataupun wanita, yaitu dengan jalan menyebutkan di hadapan istri tersebut ‎keburukan-keburukan suaminya, keburukan akhlaknya sehingga membuatnya benci terhadap ‎suaminya, berbuat durhaka, menentang dan berusaha untuk membebaskan diri darinya dengan ‎jalan talak atau khulu', atau merusak hubungan seorang hamba sahaya milik seseorang dan merusaknya sehingga membuatnya membangkang dan ‎bersikap buruk terhadap tuannya; maka dia bukan berada di atas petunjuk dan ‎manhaj (metode beragama) kami, akan tetapi itu termasuk perbuatan setan.

Rujukan

نزهة المتقين، تأليف: جمعٌ من المشايخ، الناشر: مؤسسة الرسالة، الطبعة الأولى: 1397 هـ الطبعة الرابعة عشر 1407 هـ. كنوز رياض الصالحين، تأليف: حمد بن ناصر بن العمار ، الناشر: دار كنوز أشبيليا، الطبعة الأولى: 1430 هـ. شرح سنن أبي داود، تأليف: عبد المحسن بن حمد بن عبد المحسن العباد، نسخة الإلكترونية. صحيح الجامع الصغير وزيادته، تأليف: محمد ناصر الدين الألباني، الناشر: المكتب الإسلامي. رياض الصالحين، تأليف : محيي الدين يحيى بن شرف النووي ، تحقيق: د. ماهر بن ياسين الفحل ، الطبعة: الأولى، 1428 هـ. سنن أبي داود، تأليف: سليمان بن الأشعث السَِّجِسْتاني، تحقيق: محمد محيي الدين عبد الحميد، الناشر: المكتبة العصرية، صيدا. دليل الفالحين، تأليف: محمد بن علان، الناشر: دار الكتاب. شرح رياض الصالحين، تأليف: محمد بن صالح العثيمين، الناشر: دار الوطن للنشر، الطبعة: 1426 هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com