Ketika Allah telah selesai menciptakan Adam di surga dan menyempurnakan bentuknya, Dia membiarkannya sesaat sebelum ruh ditiupkan ke dalamnya. Lantas Iblis mengitarinya dan mengamatinya untuk mengetahui makhluk apa itu. Tatkala ia melihat bagian dalam Adam kosong dan memiliki rongga, Iblis tahu bahwa ini adalah makhluk lemah yang tidak akan mampu menahan godaannya atau ia mengetahui bahwa Adam akan melakukan dosa dari arah rongga perutnya, karena Adam makan dari pohon, atau Iblis sudah mengetahui bahwa makhluk yang berongga (memiliki perut) adalah lemah. Sebagian orang merasa aneh terhadap sabda nabi, "di surga," padahal ada keterangan bahwa Allah -Ta'ālā- menciptakan Adam dari beberapa bagian tanah. Hal ini dijawab dengan adanya kemungkinan Adam dibiarkan dalam kondisi tersebut hingga berlalu beberapa fase dan raganya siap untuk menerima tiupan ruh ke dalamnya. Setelah itu baru dibawa ke surga dan ruhnya ditiupkan di sana.
صحيح مسلم، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي، نشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت. إكمال المعلم بفوائد مسلم لعياض بن موسى بن عياض بن عمرون اليحصبي السبتي، المحقق: الدكتور يحيى إسماعيل، الناشر: دار الوفاء للطباعة والنشر والتوزيع، مصر، الطبعة: الأولى، 1419 هـ - 1998 م. التنوير شرح الجامع الصغير، لمحمد بن إسماعيل بن صلاح بن محمد الحسني، الكحلاني الأمير الصنعاني، المحقق: د. محمَّد إسحاق محمَّد إبراهيم، الناشر: مكتبة دار السلام، الرياض، الطبعة: الأولى، 1432 هـ - 2011 م. مرقاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح، لعلي بن سلطان الملا الهروي القاري، الناشر: دار الفكر، بيروت – لبنان، الطبعة: الأولى، 1422هـ - 2002م.