Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Aku lebih berhak berbuat begitu daripada engkau, maafkanlah hamba-Ku ini!

عن حذيفة -رضي الله عنه - قال: أُتَي الله تعالى بِعبْد من عِباده آتاه الله مالاً، فقال له: ماذا عَمِلْت في الدنيا؟ -قال: «ولَا يَكْتُمُونَ اللهَ حَدِيثًا»- قال: يا رَبِّ آتَيْتَنِي مَالَك، فكُنت أُبَايعُ الناس، وكان من خُلُقِي الجَوَاز، فكُنت أَتَيَسَّرُ على المُوسِرِ، وأنْظِر المُعْسِر. فقال الله تعالى : «أنا أحَقُّ بِذَا مِنك تَجَاوزُوا عن عَبْدِي» فقال عُقْبَة بن عَامر، وأبو مسعود الأنصاري رضي الله عنهما : هكذا سَمِعْنَاه من فِيِّ رسول الله صلى الله عليه وسلم .
Dari Ḥużaifah -raḍiyallāhu 'anhu-, dia berkata, "Seorang hamba yang telah Allah berikan harta dibawa menghadap kepada Allah. Allah berfirman kepadanya, "Apa yang telah engkau lakukan di dunia?" Hużaifah berkata, "dan mereka tidak dapat menyembunyikan satu perkataan pun dari Allah." Hamba tersebut berkata, "Wahai Tuhanku, Engkau telah memberikan harta-Mu, lalu aku berbisnis dengan orang lain, dan di antara akhlakku adalah pemaaf, maka aku memberi kemudahan kepada orang yang berkelapangan dan memberi tempo kepada orang yang kesulitan." Allah berfirman, "Aku lebih berhak berbuat begitu daripada engkau, ampunilah hamba-Ku ini." 'Uqbah bin 'Āmir dan Abu Mas'ūd Al-Anṣāri -raḍiyallāhu 'anhumā- berkata, "Demikianlah kami mendengarnya dari bibir Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-."
Diriwayatkan oleh MuslimDerajatHadis sahih
Penjelasan

Ḥużaifah -raḍiyallāhu 'anhu- mengabarkan bahwa seorang hamba yang telah Allah berikan harta dibawa kepada Allah -Ta'ālā- pada hari kiamat, lantas Tuhannya bertanya kepadanya tentang harta tersebut, "Apa yang dilakukannya dengan harta itu?" Ḥużaifah berkata, "Dan mereka tidak dapat menyembunyikan satu perkataan pun dari Allah." Yakni, mereka tidak bisa menyembunyikan sesuatu pun dari Allah -Ta'ālā- pada hari kiamat. Hal ini sebagaimana firman Allah -Ta'ālā-, "pada hari (ketika) lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan." Hamba tersebut berkata, "Wahai Tuhanku, Engkau telah memberikan harta-Mu, lalu aku berbisnis dengan orang lain," yakni, aku bertransaksi dengan mereka dalam jual-beli dan utang-piutang. Dan di antara akhlak yang aku miliki adalah memberi maaf." Selanjutnya ia menjelaskannya dengan ucapannya, "aku memberi kemudahan kepada orang yang berkelapangan," yakni, aku memberikan kemudahan kepadanya dan menerima darinya meskipun disertai sedikit kekurangan. " dan memberi tempo kepada orang yang kesulitan." Yakni, bersabar terhadap orang yang kesulitan. Aku tidak menuntutnya dan aku memberinya tempo. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Aku lebih berhak berbuat begitu daripada engkau," yakni, selama engkau memaafkan hamba-Ku dan berakhlak dengan akhlak-Ku, maka Kami lebih berhak memberi ampunan dan maaf daripada kamu." "maafkanlah hamba-Ku ini." Yakni, Allah memaafkannya dan mengampuni kesalahan-kesalahannya disebabkan maafnya, kelapangan dadanya, dan interaksinya yang baik kepada hamba-hamba Allah -Ta'ālā-. Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula). 'Uqbah bin 'Āmir dan Abu Mas'ūd Al-Anṣāri -raḍiyallāhu 'anhumā- berkata, "Demikianlah kami mendengarnya dari bibir Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-." Artinya bahwa keduanya mendengar apa yang diceritakan oleh Ḥużaifah -raḍiyallāhu 'anhu- itu langsung dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sebagaimana yang dituturkan oleh Ḥużaifah -raḍiyallāhu 'anhu- tanpa ada tambahan atau pengurangan.

Rujukan

نزهة المتقين، تأليف: جمعٌ من المشايخ، الناشر: مؤسسة الرسالة، الطبعة الأولى: 1397 هـ الطبعة الرابعة عشر 1407 هـ. كنوز رياض الصالحين، تأليف: حمد بن ناصر بن العمار ، الناشر: دار كنوز أشبيليا، الطبعة الأولى: 1430 هـ. صحيح مسلم، تأليف: مسلم بن الحجاج النيسابوري، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي الناشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت. رياض الصالحين، تأليف: محيي الدين يحيى بن شرف النووي ، تحقيق: د. ماهر بن ياسين الفحل ، الطبعة: الأولى، 1428 هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com
Tauhid Al-Asmā` wa Aṣ-Ṣifāt

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com