Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melihat pada baju Abdurrahman bin 'Auf sedikit bekas minyak wangi za'faran, padahal sepantasnya bagi kaum lelaki hanya menggunakan minyak wangi yang tercium baunya dan tidak nampak bekasnya. Lantas Rasulullah bertanya kepadanya sambil mengingkari hal tersebut. Abdurrahman pun memberitahukan kepada Rasulullah bahwasanya ia baru saja menikah, dan bisa jadi ia terkena bekas parfum itu dari istrinya, maka Nabi pun memberinya keringanan untuk hal itu. Dan dikarenakan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sangat perhatian dan penyayang kepada para sahabatnya, beliau selalu menanyakan tentang keadaan mereka untuk membenarkan kebaikan yang mereka kerjakan dan melarang mereka dari keburukan. Beliau pun menanyakan tentang maharnya kepada istrinya, maka Abdurrahman memberitahukan bahwa ia memberikan mahar emas seberat biji kurma. Kemudian Nabi pun mendoakan keberkahan untuknya dan menyuruhnya untuk mengadakan walimah pernikahannya walaupun hanya dengan seekor kambing.
- صحيح البخاري –الجامع الصحيح-؛ للإمام أبي عبد الله محمد بن إسماعيل البخاري، عناية محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة، الطبعة الأولى، 1422هـ. - صحيح مسلم؛ للإمام مسلم بن الحجاج، حققه ورقمه محمد فؤاد عبد الباقي، دار عالم الكتب-الرياض، الطبعة الأولى، 1417هـ. - الإلمام بشرح عمدة الأحكام للشيخ إسماعيل الأنصاري-مطبعة السعادة-الطبعة الثانية 1392ه. - تيسير العلام شرح عمدة الأحكام-عبد الله البسام-تحقيق محمد صبحي حسن حلاق- مكتبة الصحابة- الشارقة- الطبعة العاشرة- 1426ه.