"Perang itu tipu muslihat." Yakni, dibolehkan melakukan tipu daya dan muslihat kepada orang-orang kafir dalam perang demi menyerang mereka dan menimpakan bahaya kepada mereka tanpa menyebabkan kerugian di kalangan kaum Muslimin. Secara syariat tindakan ini tidak dianggap tercela, tetapi itu merupakan bagian dari hal yang diharuskan. Ibnul Munir, -raḥimahullāhu- berkata, "Perang yang baik bagi pelakunya dan yang sempurna tujuannya yaitu dengan saling tipu bukan konfrontasi (berhadap-hadapan langsung). Sebab, konfrontasi itu menimbulkan bahaya. Sedangkan pencapaian kemenangan dapat dilakukan dengan tipu daya tanpa menimbulkan bahaya." Pengkhianatan tidak termasuk muslihat, yaitu menyalahi janji dan kesepakatan antara kaum Muslimin dan musuh mereka. Allah -Ta'ālā- berfirman: (Jika kalian khawatir akan pengkhianatan suatu kaum maka batalkanlah perjanjian dengan mereka bersama-sama, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat) artinya jika antara kalian dan suatu kaum terdapat perjanjian, maka beritahukan pembatalannya sebelum memerangi mereka agar kedua belah pihak sama-sama mengetahui.
صحيح البخاري، نشر: دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم ترقيم محمد فؤاد عبد الباقي)، الطبعة الأولى، 1422ه. صحيح مسلم, ترقيم محمد فؤاد عبد الباقي, دار إحياء التراث العربي, بيروت. نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين, مؤسسة الرسالة, الطبعة الرابعة عشرة, 1407ه. بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي, دار ابن الجوزي. دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين، لمحمد بن علان الصديقي, دار الكتاب العربي. تطريز رياض الصالحين، لفيصل بن عبد العزيز آل مبارك, تحقيق عبد العزيز آل حمد, دار العاصمة, الطبعة الأولى، 1423هـ. كنوز رياض الصالحين، التحقيق برئاسة حمد العمار، دار كنوز إشبيليا، الطبعة الأولى، 1430ه.