عَنْ أَنَسٍ رَضيَ اللهُ عنهُ قَالَ: ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ، ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ، وَسَمَّى وَكَبَّرَ، وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا.
Anas -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Nabi ﷺ pernah berkurban dengan dua ekor domba putih bercampur hitam dan bertanduk. Beliau menyembelihnya sendiri dengan mengucapkan basmalah dan bertakbir serta meletakkan kaki di atas sisi lehernya."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan
Anas -raḍiyallāhu 'anhu- mengabarkan bahwa pada hari raya Iduladha, Nabi ﷺ langsung menyembelih sendiri dua ekor domba bertanduk berwarna putih yang dicampur dengan warna hitam seraya membaca: Bismillāh wallāhu akbar, serta meletakkan kaki di atas lehernya.
Faedah
- 1- Pensyariatan kurban serta ijmaknya umat Islam atas hal itu.
- 2- Hewan kurban yang paling utama ialah seperti tipe hewan yang dikurbankan oleh Nabi ﷺ karena penampilannya bagus serta lemak dan dagingnya paling baik.
- 3- An-Nawawiy berkata, "Di dalamnya terkandung anjuran agar seseorang menyembelih sendiri hewan kurbannya dan tidak diwakilkan kecuali jika ada uzur. Jika ada uzur, dianjurkan untuk menyaksikan penyembelihannya. Jika penyembelihannya diwakilkan kepada seorang muslim, hukumnya boleh tanpa ada perbedaan pendapat."
- 4- Ibnu Ḥajar berkata, "Di dalamnya terkandung anjuran bertakbir di samping membaca bismillāh saat penyembelihan. Juga anjuran meletakkan kaki di atas sisi sebelah kanan leher hewan kurban. Ulama sepakat agar hewan kurban dibaringkan di atas sisi kiri, lalu meletakkan kaki di atas sisi kanan agar penyembelih lebih mudah mengambil pisau dengan tangan kanan dan memegang kepalanya dengan tangan kiri."
- 5- Anjuran berkurban dengan hewan yang bertanduk, tetapi juga boleh dengan yang lain.
Rujukan
صحيح البخاري (7/ 102) (5565).
صحيح مسلم (3/ 1556) (1966).
تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، لعبد الله البسام (ص724).
الإعلام بفوائد عمدة الأحكام، لابن الملقن (10/ 179).
Hadis ini di HadeethEnc.comعن جُنْدُب بن عَبْدِ الله البجَليِّ رضي الله عنه قال: «صلى النبي صلى الله عليه وسلم يوم النَّحر، ثم خطب، ثم ذبح، وقال: من ذبح قبل أن يُصَلِّيَ فَلْيَذْبَحْ أُخرى مكانها، ومن لم يذبح فَلْيَذْبَحْ باسم الله».
Dari Jundub bin Abdillah Al-Bajali -raḍiyallāhu 'anhu- menuturkan, "Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- salat pada hari Naḥr (Idul Adha) kemudian berkhotbah, kemudian menyembelih dan beliau bersabda, "Siapa yang menyembelih sebelum salat hendaknya ia menyembelih (kurban) lain untuk menggantikannya, dan siapa yang belum menyembelih hendaknya ia menyembelih dengan menyebut nama Allah."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengawali hari Nahr (Idul Adha) dengan salat, kemudian melanjutkannya dengan khotbah, kemudian meneruskan dengan menyembelih kurban. Beliau membawa keluar binatang kurban ke muṣalla (tanah lapang) untuk menampakkan syiar-syiar Islam, menyebarkan manfaat dan mengajari umat. Beliau bersabda, menjelaskan hukum dan salah satu syarat kurban, "Siapa yang menyembelih sebelum salat Īd maka sembelihannya itu tidak dianggap sebagai kurban, maka hendaknya ia menyembelih kurban lain untuk menggantikannya. Dan siapa yang belum menyembelih, hendaknya ia menyembelih dengan menyebut nama Allah agar penyembelihan tersebut sah dan binatang yang disembelih halal. Hal ini mengindikasikan disyariatkannya urutan ini di mana selainnya tidak sah. Hadis ini menunjukkan masuknya waktu penyembelihan ditandai dengan selesainya salat Īd, bukan dengan waktu salat dan tidak pula dengan penyembelihan imam, kecuali orang yang tidak wajib melaksanakan salat Īd seperti musafir.
Rujukan
تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، عبد الله بن عبد الرحمن البسام، تحقيق: محمد صبحي حلاق، مكتبة الصحابة، الأمارات، مكتبة التابعين، القاهرة، الطبعة: العاشرة 1426هـ.
تنبيه الأفهام شرح عمدة الأحكام، محمد بن صالح العثيمين، مكتبة الصحابة، الإمارات، الطبعة: الأولى 1426هـ، 2005م.
الإفهام في شرح عمدة الأحكام لابن باز، تحقيق: سعيد القحطاني، مؤسسة عبد العزيز بن باز الخيرية، الرياض، الطبعة: الأولى 1435هـ.
العمدة في الأحكام، عبد الغني بن عبد الواحد المقدسي الجماعيلي، تحقيق: سمير بن أمين الزهيري، الناشر: مكتبة المعارف للنشر والتوزيع، الرياض، المملكة العربية السعودية، الطبعة: الأولى 1419هـ، 1998م.
صحيح البخاري، محمد بن إسماعيل البخاري الجعفي، تحقيق: محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، الطبعة: الأولى 1422هـ.
صحيح مسلم، مسلم بن الحجاج القشيري النيسابوري، تحقيق محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت، الطبعة: 1423هـ.
تأسيس الأحكام، أحمد بن يحيى النجمي، دار المنهاج، القاهرة، الطبعة: الأولى 1427هـ.
Hadis ini di HadeethEnc.comعن البَرَاء بن عَازب رضي الله عنهما قال: «خطبنا النبي صلى الله عليه وسلم يوم الأضحى بعد الصلاة، فقال: من صلى صلاتنا وَنَسَكَ نُسُكَنَا فقد أصاب النُّسُكَ، ومن نسك قبل الصلاة فلا نُسُك له. فقال أبو بُرْدَةَ بن نِيَار -خال البَرَاء بن عَازبٍ-: يا رسول الله، إني نسكت شاتي قبل الصلاة، وعرفت أن اليوم يوم أكل وشرب، وأحببت أن تكون شاتي أول ما يذبح في بيتي، فذبحت شاتي، وتغديت قبل أن آتي الصلاة. فقال: شاتك شاة لحم. قال: يا رسول الله، فإن عندنا عَنَاقًا لنا هي أحب إلي من شاتين؛ أَفَتَجْزِي عني؟ قال: نعم، ولن تَجْزِيَ عن أحد بعدك».
Dari al-Barrā' bin 'Āzib -raḍiyallāhu 'anhumā-, ia berkata, "Nabi ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menyampaikan khotbah kepada kami di hari raya Idul Adḥa setelah salat. Beliau bersabda, "Siapa yang salat seperti salat kami dan melaksanakan penyembelihan kurban seperti penyembelihan kurban kami maka dia telah menepati ibadah kami. Siapa yang melaksanakan penyembelihan kurban sebelum salat maka kurbannya tidak diterima." Abu Burdah bin Niyār -paman al-Barrā' bin 'Āzib- lantas berkata, "Wahai Rasulullah, aku telah menyembelih satu kambingku sebelum salat, dan yang aku ketahui bahwa hari ini adalah hari untuk makan dan minum, sehingga aku ingin bila kambingku itu menjadi yang pertama kali disembelih di rumahku lalu aku menyembelih dan menyantapnya sebelum aku berangkat salat!" Beliau bersabda, "Kambingmu itu statusnya adalah kambing yang disembelih untuk diambil dagingnya (bukan daging kurban)." Ia pun berkata, "Wahai Rasulullah, kami masih memiliki anak kambing (kurang dari setahun) yang lebih kami sukai dari dua ekor kambing. Apakah ia cukup menjadi kurbanku?" Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menjawab, "Ya. Akan tetapi tidak boleh untuk seorang pun setelah kamu."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menyampaikan khotbah pada hari Idul Adha setelah melaksanakan salatnya. Beliau lalu menjelaskan kepada mereka (para sahabat) hukum-hukum sembelihan dan waktunya pada hari itu. Beliau menuturkan kepada mereka bahwa orang yang melaksanakan salat seperti salat tersebut, dan melaksanakan penyembelihan kurban seperti penyembelihan kurban tersebut; di mana keduanya merupakan petunjuk Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- maka dia telah melaksanakan ibadah sesuai yang disyariatkan. Adapun orang yang melakukan penyembelihan sebelum salat Id sehingga dia menyembelih sebelum masuk waktu penyembelihan maka (status) hewan sembelihannya menjadi daging biasa, bukan kurban sesuai syariat yang diterima. Tatkala Abu Burdah mendengar khotbah Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, ia berkata, "Wahai Rasulullah, aku telah menyembelih satu ekor kambingku sebelum salat, dan yang aku ketahui bahwa hari ini adalah hari untuk makan dan minum, sehingga aku ingin bila kambingku itu menjadi yang pertama kali disembelih di rumahku, lalu aku menyembelih dan menyantapnya sebelum aku berangkat untuk salat!" Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menjawab, "(Status) kurbanmu bukanlah kurban sesuai syariat, tetapi hanya daging domba (biasa)." Ia berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai anak kambing betina (kurang dari setahun) yang dipelihara di rumah dan sangat berharga bagiku, serta lebih kami sukai daripada dua ekor kambing, bolehkah aku berkurban dengannya jika aku memberikannya untuk ketaatan kepada Allah dan untuk kurban?" Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menjawab, "Ya. Hanya saja hukum ini untukmu seorang bukan semua umat sebagai kekhususan untukmu. Tidak dibolehkan bagi mereka (berkurban) dengan anak kambing yang belum berusia satu tahun."
Rujukan
تيسير العلام للبسام الناشر: مكتبة الصحابة، الإمارات - مكتبة التابعين، القاهرة الطبعة: العاشرة، 1426 هـ - 2006 م.
تنبيه الأفهام للعثيمين -طبعة مكتبة الصحابة الإمارات - مكتبة التابعين، القاهرة الطبعة الأولى 1426.
الإفهام في شرح عمدة الأحكام –عبد العزيز بن باز-اعتناء سعيد بن علي بن وهف القحطاني - الرياض - الطبعة الأولى -1435.
خلاصة الكلام لفيصل المبارك الحريملي -الطبعة: الثانية، 1412 هـ - 1992 م.
الإلمام بشرح عمدة الأحكام لإسماعيل الأنصاري طبعة دار الفكر دمشق الأولى 1381.
تأسيس الأحكام لأحمد بن يحيى النجمي- دار المنهاج القاهرة مصر الطبعة الأولى.
صحيح البخاري لأبي عبد الله محمد بن إسماعيل الجعفي البخاري تحقيق محمد زهير بن ناصر الناصر -الناشر : دار طوق النجاة -الطبعة : الأولى 1422هـ.
صحيح مسلم المحقق: محمد فؤاد عبد الباقي - الناشر: دار إحياء التراث العربي - بيروت.
الموسوعة الفقهية الكويتية- وزارة الأوقاف والشئون الإسلامية – الكويت -الطبعة: (من 1404 - 1427 هـ) الأجزاء 1 - 23: الطبعة الثانية، دار السلاسل - الكويت، الأجزاء 24 - 38: الطبعة الأولى، مطابع دار الصفوة - مصر، الأجزاء 39 - 45: الطبعة الثانية، طبع الوزارة.
Hadis ini di HadeethEnc.comعَن أُمِّ سَلَمَةَ أُمِّ المُؤْمِنينَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رضي الله عنها قَالت: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ فَإِذَا أُهِلَّ هِلَالُ ذِي الْحِجَّةِ، فَلَا يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ، وَلَا مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّيَ».
Ummul Mukminin Ummu Salamah, istri Nabi ﷺ, meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang memiliki kurban yang akan dia sembelih, apabila hilal bulan Zulhijah telah terbit, janganlah dia memotong sedikit pun rambut dan kukunya sampai dia berkurban."
HR. MuslimDerajatSahih
Penjelasan
Nabi ﷺ memerintahkan orang yang berencana menyembelih kurban agar tidak mengambil rambut kepala, bulu ketiak, kumis atau lainnya, dan tidak juga kuku tangan dan kakinya apabila hilal bulan Zulhijah sudah terbit hingga ia selesai berkurban.
Faedah
- 1- Orang yang berencana untuk berkurban setelah masuk sepuluh hari pertama Zulhijah, maka ia mulai meninggalkan semua yang disebutkan sejak ia berencana hingga berkurban.
- 2- Jika di hari pertama ia belum berkurban, ia tetap meninggalkannya hingga selesai berkurban di salah satu hari tasyrik.
Rujukan
صحيح مسلم (3/ 1566) (1977).
بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي (3/ 199).
شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (6/ 450).
نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (2/ 1165).
Hadis ini di HadeethEnc.comعن أبي هريرة، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «مَن كان له سَعَة، ولمْ يُضَحِّ، فلا يَقْرَبَنّ مُصَلّانا».
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Siapa yang memiliki kelapangan rezeki lalu tidak berkurban, maka janganlah dia mendekati lapangan tempat salat kami."
Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh AhmadDerajatHadis hasan
Penjelasan
Di dalam hadis ini Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- mengabarkan bahwa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Setiap muslim yang memiliki kemampuan untuk berkurban namun dia tidak melakukannya, maka janganlah dia mendekat ke lapangan tempat salat Id dan jangan menunaikan salat bersama orang banyak." Karena tidak patut bagi seorang muslim untuk meninggalkan ibadah kurban padahal dia memiliki kemampuan untuk itu. Berkurban adalah ibadah besar dan merupakan syiar di hari raya Idul Adha. Mayoritas ulama berpendapat hukumnya sunah muakadah, sementara sebagian ulama lainnya berpendapat hukumnya wajib bagi orang yang mampu.
Rujukan
- سنن ابن ماجه المؤلف: ت: محمد فؤاد عبد الباقي, دار إحياء الكتب العربية
- مسند أحمد، تحقيق شعيب الأرنؤوط. الناشر: مؤسسة الرسالة الطبعة : الأولى ، 1421 هـ - 2001 م
- تخريج أحاديث مشكلة الفقر وكيف عالجها الإسلام المؤلف: محمد ناصر الدين الألباني, المكتب الإسلامي, الطبعة: الأولى - 1405 ه
- بلوغ المرام من أدلة الأحكام، لابن حجر. دار القبس للنشر والتوزيع، الرياض - المملكة العربية السعودية الطبعة: الأولى، 1435 هـ - 2014 م
- توضِيحُ الأحكَامِ مِن بُلوُغ المَرَام، للبسام. مكتَبة الأسدي، مكّة المكرّمة.الطبعة: الخامِسَة، 1423 هـ
- تسهيل الإلمام بفقه الأحاديث من بلوغ المرام، تأليف: صالح بن فوزان بن عبد الله الفوزان، الطبعة: الأولى، 1427 ه - 2006 م
- منحة العلام في شرح بلوغ المرام، لعبد الله الفوزان. دار ابن الجوزي. ط1 1428هـ
- فتح ذي الجلال والاكرام بشرح بلوغ المرام، للشيخ ابن عثيمين، المكتبة الإسلامية - الطبعة الأولى 1427
- حاشية السندي على سنن ابن ماجه , الناشر: دار الجيل.
Hadis ini di HadeethEnc.comSetiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com