Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Puasa sunah

14 hadis

Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- biasa berbuka (tidak berpuasa sunah) dalam satu bulan hingga kami mengira bahwa beliau tidak berpuasa sedikitpun selama bulan itu. Dan beliau juga pernah berpuasa (sunah) terus hingga kami mengira bahwa beliau tidak pernah berbuka sama sekali dalam bulan itu. Dan tidaklah engkau ingin melihat beliau pada suatu malam dalam keadaan salat, melainkan engkau melihatnya. Sebaliknya, tidaklah engkau ingin melihat beliau dalam keadaan tidur, melainkan engkau melihatnya juga.

عن أنس رضي الله عنه قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يُفْطِرُ من الشهر حتى نظن أن لا يصوم منه، ويصوم حتى نظن أن لا يُفْطِرَ منه شيئا، وكان لا تَشَاءُ أن تراه من الليل مُصَلِيًا إلا رأيتَه، ولا نائما إلا رأيتَه.
Dari Anas -raḍiyallāhu 'anhu- ia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- biasa berbuka (tidak berpuasa sunah) dalam satu bulan hingga kami mengira bahwa beliau tidak berpuasa sedikitpun selama bulan itu. Dan beliau juga pernah berpuasa (sunah) terus hingga kami mengira bahwa beliau tidak pernah berbuka sama sekali dalam bulan itu. Dan tidaklah engkau ingin melihat beliau pada suatu malam dalam keadaan salat, melainkan engkau melihatnya. Sebaliknya, tidaklah engkau ingin melihat beliau dalam keadaan tidur, melainkan engkau melihatnya juga."
Diriwayatkan oleh BukhariDerajatHadis sahih
Penjelasan

Makna hadis: Anas -raḍiyallāhu 'anhu-memberitahukan keadaan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dalam berpuasa dan salat malamnya. Ia mengabarkan bahwa beliau senantiasa berbuka (tidak berpuasa sunah) selama satu bulan hingga seseorang menduga bahwa beliau tidak berpuasa sedikit pun dalam bulan itu karena seringnya berbuka. Dan beliau juga biasa berpuasa sunah (hampir sebulan), hingga disangka bahwa beliau tidak pernah berbuka puasa sedikit pun di bulan itu karena banyaknya puasa yang beliau lakukan di bulan itu. Demikian juga Nabi -'alaihi aṣṣalātu wa as-salām tidak terikat waktu tertentu dalam melaksanakan salat malam, tetapi kadang salat di awal malam, kadang juga di tengah malam, dan kadang juga di akhir malam, di mana engkau tidak ingin melihat beliau sedang salat di waktu malam melainkan engkau melihatnya (tidak salat). Sebaliknya, (jika engkau tidak ingin melihat) beliau sedang tidur melainkan engkau melihatnya (tidak tidur). Amal beliau adalah pertengahan antara berlebih-lebihan dan lalai.

Rujukan

- رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين، أبو زكريا محيي الدين النووي، تحقيق ماهر الفحل، دار ابن كثير، دمشق، بيروت، الطبعة: الأولى 1428هـ. - بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، سليم بن عيد الهلالي، دار ابن الجوزي، الدمام، الطبعة: الأولى 1415هـ. - نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، مجموعة من الباحثين، مؤسسة الرسالة، بيروت، الطبعة: الرابعة عشر 1407هـ. - صحيح البخاري، محمد بن إسماعيل البخاري الجعفي، تحقيق: محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، الطبعة: الأولى 1422هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Siapa yang berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan jauhkan wajahnya dari neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللهِ بَاعَدَ اللهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا».
Abu Sa'īd Al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan jauhkan wajahnya dari neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ menjelaskan bahwa orang yang berpuasa satu hari saat berjihad -ada yang mengatakan: dalam jihad dan lainnya- dengan ikhlas dan mengharapkan pahala dari Allah, maka Allah dengan karunia-Nya akan menjauhkannya dari neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun.

Faedah
  1. 1- An-Nawawiy berkata, "Ini merupakan keutamaan puasa ketika jihad di jalan Allah. Hal itu ditujukan pada orang yang tidak akan mengalami kendala saat puasa, puasanya tidak mengakibatkan penelantaran suatu hak, dan tidak akan mengganggu peperangannya ataupun selainnya dari tujuan perang."
  2. 2- Anjuran dan motivasi untuk berpuasa sunah.
  3. 3- Kewajiban ikhlas dan mengharapkan rida Allah, dan tidak berpuasa karena riya dan sumah maupun tujuan-tujuan lainnya.
  4. 4- As-Sindiy berkata, "Sabda beliau 'di jalan Allah', bisa bermakna sebatas memperbaiki niat, dan bisa juga bermakna puasa saat berperang. Makna yang kedua adalah makna yang pertama muncul dibenak."
  5. 5- Ibnu Ḥajar berkata, "Sabda beliau 'tujuh puluh kharīf (musim gugur)'; musim gugur ialah waktu tertentu dalam setahun. Maksudnya di sini ialah tahun. Adapun alasan penyebutan musim gugur secara khusus tanpa menyebutkan musim lainnya -yaitu panas, dingin dan semi- yaitu karena musim gugur merupakan musim yang paling baik lantaran menjadi masa panen buah."
Rujukan

صحيح البخاري (4/ 26) (2840). صحيح مسلم (2/ 808) (1153). تيسير العلام، لعبد الله البسام (ص346). تنبيه الأفهام شرح عمدة الإحكام، لابن عثيمين (3/ 465). الإفهام في شرح عمدة الأحكام، لابن باز (ص426). خلاصة الكلام على عمدة الأحكام، لفيصل آل مبارك (ص162).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian berpuasa pada hari Jumat kecuali dia berpuasa sehari ‎sebelumnya atau sesudahnya.‎

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: «لا يَصُومَنَّ أحدكم يوم الجمعة، إلا أن يصومَ يومًا قبله أو بعده».
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Aku mendengar Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian berpuasa pada hari Jumat kecuali ‎dia berpuasa sehari sebelumnya atau sesudahnya.”‎
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melarang berpuasa pada hari Jumat, kecuali jika dibarengi ‎dengan puasa satu hari sebelum atau setelahnya, atau termasuk dari puasa yang biasa dilakukan.‎

Rujukan

تأسيس الأحكام للنجمي، ط2، دار علماء السلف، 1414ه. تيسير العلام شرح عمدة الأحكام للبسام، حققه وعلق عليه وخرج أحاديثه وصنع فهارسه: محمد صبحي بن حسن حلاق، ط10، مكتبة الصحابة، الإمارات - مكتبة التابعين، القاهرة، 1426 هـ تنبيه الأفهام شرح عمدة لأحكام لابن عثيمين، ط1، مكتبة الصحابة، الإمارات، 1426ه عمدة الأحكام من كلام خير الأنام صلى الله عليه وسلم لعبد الغني المقدسي، دراسة وتحقيق: محمود الأرناؤوط، مراجعة وتقديم: عبد القادر الأرناؤوط، ط2، دار الثقافة العربية، دمشق ، بيروت، مؤسسة قرطبة، 1408 هـ صحيح البخاري، تحقيق: محمد زهير بن ناصر الناصر، ط1، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، 1422ه. صحيح مسلم، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت، 1423 هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Kekasihku (Nabi Muhammad) ﷺ telah berwasiat kepadaku dengan tiga hal: berpuasa tiga hari di setiap bulan, salat Duha dua rakaat, dan agar aku mengerjakan salat witir sebelum tidur

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلاَثٍ: صِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ.
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, "Kekasihku (Nabi Muhammad) ﷺ telah berwasiat kepadaku dengan tiga hal: berpuasa tiga hari di setiap bulan, salat Duha dua rakaat, dan agar aku mengerjakan salat witir sebelum tidur."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- mengabarkan bahwa orang yang dicintainya sekaligus gurunya, yaitu Nabi ﷺ, telah berwasiat dan berpesan kepadanya dengan tiga perkara: - Pertama: puasa tiga hari setiap bulan. -Kedua: salat Duha dua rakaat setiap hari. - Ketiga: salat witir sebelum tidur, yaitu bagi orang yang khawatir tidak bangun di akhir malam.

Faedah
  1. 1- Perbedaan wasiat Nabi ﷺ kepada sahabat-sahabatnya dibangun atas pengetahuan beliau tentang keadaan mereka dan berdasarkan apa yang sesuai dengan setiap orang di antara mereka. Orang yang kuat cocoknya jihad, orang yang ahli ibadah cocoknya ibadah, orang yang berilmu cocoknya ilmu, demikian seterusnya.
  2. 2- Ibnu Ḥajar al-'Asqalāniy berkata tentang sabda beliau "puasa tiga hari pada setiap bulan", "Secara lahiriah ia adalah hari-hari bīḍ (putih), yaitu tanggal 13, 14, dan 15 pada setiap bulan hijriah."
  3. 3- Ibnu Ḥajar al-'Asqalāniy berkata, "Di dalamnya terkandung anjuran menyegerakan witir sebelum tidur, hal itu bagi orang yang tidak yakin akan bangun akhir malam."
  4. 4- Urgensi ketiga amalan ini berdasarkan wasiat Nabi ﷺ tentang ketiganya kepada sejumlah sahabat beliau.
  5. 5- Ibnu Daqīq Al-'Īd berkata dalam menafsirkan sabda beliau "salat Duha dua rakaat", "Sepertinya beliau menyebutkan jumlah minimal yang pelaksanaannya ditekankan. Hal ini menunjukkan anjuran salat Duha dan bahwa minimalnya dua rakaat."
  6. 6- Waktu salat Duha dimulai dari sekitar 15 menit setelah terbit matahari dan berakhir pada sekitar 10 menit sebelum Zuhur. Jumlahnya minimal 2 rakaat. Lalu ada perbedaan tentang jumlah maksimal rakaatnya; ada yang mengatakan 8 rakaat dan ada yang mengatakan tidak ada batasan maksimalnya.
  7. 7- Waktu witir sejak selesai salat Isya hingga terbit fajar. Minimalnya 1 rakaat dan maksimalnya 11 rakaat.
Rujukan

صحيح البخاري (3/ 41) (1981). صحيح مسلم (1/ 499) (721). تيسير العلام، للبسام (ص342). تنبيه الأفهام شرح عمدة الأحكام، لابن عثيمين (3/ 456). خلاصة الكلام على عمدة الأحكام، لفيصل آل مبارك (ص159).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Sesungguhnya sebaik-baik puasa di sisi Allah adalah puasa Daud dan sebaik-baik salat di sisi Allah adalah salatnya Nabi Daud‎. Beliau biasa tidur separuh malam dan salat di sepertiga ‎malam terakhir dan tidur lagi di seperenamnya. Sedangkan beliau biasa berpuasa ‎sehari dan berbuka di hari berikutnya.

عن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «إن أَحَبَّ الصيام إلى الله صِيَامُ داود، وأحب الصلاة إلى الله صلاة داود، كان يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَيَقُومُ ثُلُثَهُ، وَيَنَامُ سُدُسَهُ، وكان يصوم يومًا ويُفطِرُ يومًا».
Dari Abdullah bin 'Amru bin 'Āṣ -raḍiyallāhu 'anhumā-, dia berkata, Rasullullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Sesungguhnya sebaik-baik puasa di sisi Allah adalah puasa Daud dan sebaik-baik salat di sisi Allah adalah salatnya Nabi Daud‎. Beliau biasa tidur separuh malam dan salat di sepertiga ‎malam terakhir dan tidur lagi di seperenamnya. Sedangkan beliau biasa berpuasa ‎sehari dan berbuka di hari berikutnya."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Di dalam hadits ini Abdullah bin Amru -raḍiyallāhu 'anhu- ‎menginformasikan dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bahwa puasa dan ‎salat yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah puasa dan salat Nabi-‎Nya Daud -'alaihissalām-, yakni beliau dahulu biasa berpuasa ‎sehari dan berbuka/tidak berpuasa pada hari berikutnya, karena dengan ‎cara tersebut seseorang dapat beribadah dan memberikan tubuh waktu ‎untuk istirahat. Beliau dahulu juga biasa tidur di pertengahan malam ‎pertama agar bangun dalam keadaan semangat dan ringan untuk ‎melaksanakan ibadah. Lalu beliau salat pada sepertiga malam terakhir, ‎kemudian tidur pada seperenam malam terakhir agar beliau menjadi ‎semangat untuk beribadah pada permulaan siang (waktu pagi). Tatacara ‎inilah yang dianjurkan oleh Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.

Rujukan

عمدة الأحكام، تأليف: عبد الغني بن عبد الواحد المقدسي، تحقيق: محمود الأرناؤوط، دار الثقافة العربية ومؤسسة قرطبة، الطبعة الثانية، 1408هـ. تيسير العلام، تأليف: عبد الله بن عبد الرحمن البسام، تحقيق محمد صبحي بن حسن حلاق، مكتبة الصحابة ومكتبة التابعين، الطبعة العاشرة، 1426 هـ. تأسيس الأحكام شرح عمدة الأحكام، تأليف: أحمد بن يحي النجمي: نسخة إلكترونية لا يوجد بها بيانات نشر. تنبيه الأفهام شرح عمدة الإحكام، تأليف: محمد بن صالح العثيمين، مكتبة الصحابة ومكتبة التابعين، الطبعة الأولى: 1426هـ. خلاصة الكلام على عمدة الأحكام، تأليف: فيصل بن عبد العزيز آل مبارك، الطبعة الثانية، 1412هـ. صحيح البخاري، تأليف: محمد بن إسماعيل البخاري، تحقيق: محمد زهير الناصر، الناشر: دار طوق النجاة الطبعة: الأولى 1422هـ. صحيح مسلم، تأليف: مسلم بن الحجاج النيسابوري، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي، الناشر: دار إحياء التراث العربي، بيروت.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Tidak ada puasa melebihi puasa saudaraku, Daud - separuh masa-; puasalah satu hari dan berbukalah satu hari

عن عبد الله بن عَمْرِو بن العاص رضي الله عنهما قال: «أُخبِر رسول الله صلى الله عليه وسلم أني أقول: والله لَأَصُومَنَّ النهار، وَلَأَقُومَنَّ الليل مَا عِشْتُ. فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : أنت الذي قلتَ ذلك؟ فقلتُ له: قد قُلتُه -بأبي أنت وأمي-. فقال: فإنك لا تستطيع ذلك، فصُم وأفطِر، وَقُمْ وَنَمْ ، الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ، فَإِنَّ الحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، وذلك مثل صيام الدَّهْرِ. قلت: فإني أُطِيقُ أفضل من ذلك. قال: فصم يوما وأَفطر يومين. قلت: أُطِيقُ أفضل من ذلك. قال: فصم يوما وأفطر يوما، فذلك مثل صيام داود، وهو أفضل الصيام. فقلت: إني أُطِيقُ أفضل من ذلك. قال: لا أفضل من ذلك»، وفي رواية: «لا صوم فوق صوم أخي داود -شَطْرَ الدَّهَرِ-، صم يوما وأفطر يوما».
Dari Abdullah bin 'Amru bin Al-'Āṣ -raḍiyallāhu 'anhumā -, ia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- diberitahu tentang ucapan saya yaitu, "Demi Allah, aku akan selalu berpuasa di siang hari dan bangun sepanjang malam untuk salat selama aku hidup." Lantas Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bertanya, "Apakah engkau orang yang mengatakan demikian?" Aku jawab, "Aku yang mengatakannya -demi bapak dan ibuku yang menjadi tebusanmu-." Beliau bersabda, "Engkau tidak akan sanggup melakukan itu. Puasalah dan berbukalah, lakukan salat malam dan tidurlah, (dan berpuasalah) tiga hari setiap bulan, karena sesungguhnya kebaikan itu (pahalanya) dilipat gandakan sepuluh kali. Puasa seperti itu bagaikan puasa sepanjang masa." Aku berkata, "Sesungguhnya aku mampu lebih dari itu." Beliau bersabda, "Puasalah satu hari dan berbukalah dua hari!" Aku berkata, "Aku mampu lebih dari itu." Beliau bersabda, "Puasalah satu hari dan berbukalah satu hari, itulah puasa seperti puasa Daud dan itulah puasa yang paling utama." Aku berkata, "Aku mampu lebih dari itu." Beliau bersabda, "Tidak ada yang lebih utama dari itu." Dalam riwayat lain disebutkan, "Tidak ada puasa melebihi puasa saudaraku, Daud -separuh masa-. Berpuasalah satu hari dan berbukalah satu hari!"
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- diberitahu bahwa Abdullah bin 'Amru telah bersumpah akan berpuasa tanpa berbuka dan melakukan salat malam tanpa tidur sepanjang usianya. Lantas beliau bertanya, "Apakah dia mengatakan demikian?" Ia menjawab, "Ya." Beliau bersabda, "Sesungguhnya ini berat bagimu dan engkau tidak akan mampu melakukannya." Beliau membimbingnya untuk menghimpun antara istirahat dan ibadah; berpuasa dan berbuka, salat malam dan tidur, serta membatasi diri puasa tiga hari setiap bulan agar memperoleh pahala puasa sepanjang masa. Abdullah bin 'Amru memberitahu beliau bahwa dia mampu lebih dari itu. Ia terus-menerus meminta tambahan puasa hingga sampai ke puasa paling utama, yaitu puasa Daud -'alaihi as-salām-; dia berpuasa satu hari dan berbuka satu hari. Dia pun masih meminta tambahan karena hasratnya kepada kebaikan. Lantas Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Tidak ada puasa yang lebih utama dari itu."

Rujukan

عمدة الأحكام، تأليف: عبد الغني بن عبد الواحد المقدسي، تحقيق: محمود الأرناؤوط، دار الثقافة العربية ومؤسسة قرطبة، الطبعة الثانية، 1408هـ. تيسير العلام، تأليف: عبد الله بن عبد الرحمن البسام، تحقيق محمد صبحي بن حسن حلاق، مكتبة الصحابة ومكتبة التابعين، الطبعة العاشرة، 1426 هـ. تأسيس الأحكام شرح عمدة الأحكام، تأليف: أحمد بن يحي النجمي: نسخة إلكترونية لا يوجد بها بيانات نشر. تنبيه الأفهام شرح عمدة الإحكام، تأليف: محمد بن صالح العثيمين، مكتبة الصحابة ومكتبة التابعين، الطبعة الأولى: 1426هـ. الإفهام في شرح عمدة الأحكام، للشيخ عبد العزيز بن عبد الله بن باز، تحقيق: سعيد بن علي بن وهف القحطاني، الطبعة الأولى، 1435 هـ. خلاصة الكلام على عمدة الأحكام، تأليف: فيصل بن عبد العزيز آل مبارك، الطبعة الثانية، 1412 هـ . صحيح البخاري ، تأليف: محمد بن إسماعيل البخاري ، تحقيق: محمد زهير الناصر، الناشر: دار طوق النجاة الطبعة: الأولى، 1422هـ. صحيح مسلم ، تأليف: مسلم بن الحجاج النيسابوري، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي، الناشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Amalan-amalan dipaparkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis, sehingga aku lebih suka bila amalanku diangkat saat aku sedang berpuasa.

عن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعًا: «تُعْرَضُ الأعمالُ يومَ الاثنين والخميس، فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَملي وأنا صائم». وفي رواية: «تُفْتَحُ أبوابُ الجَنَّةِ يومَ الاثنين والخميس، فَيُغْفَرُ لكلِّ عبد لا يُشْرِكُ بالله شيئا، إِلا رجلا كان بينه وبين أخيه شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنظِروا هذيْن حتى يَصْطَلِحَا، أنظروا هذين حتى يصطلحا». وفي رواية: «تُعْرَضُ الأَعْمَالُ في كلِّ اثْنَيْنِ وَخَميسٍ، فَيَغْفِرُ اللهُ لِكُلِّ امْرِئٍ لا يُشْرِكُ بالله شيئاً، إِلاَّ امْرَءاً كانت بينه وبين أخِيهِ شَحْنَاءُ، فيقول: اتْرُكُوا هذَيْنِ حتى يَصْطَلِحَا».
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Amalan-amalan dipaparkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis, sehingga aku lebih suka bila amalanku diangkat saat aku sedang berpuasa." Dalam riwayat lain, "Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis, lalu diberikan ampunan untuk setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah, kecuali seseorang yang punya permusuhan dengan saudaranya. Lalu dikatakan, "Tangguhkan pengampunan pada dua orang ini sampai keduanya berdamai, tangguhkan pengampunan pada dua orang ini sampai keduanya berdamai!" Dalam riwayat lain, "Amalan-amalan (harian) dihadapkan (pada Allah) di setiap hari Senin dan Kamis, lalu Allah mengampuni setiap orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, kecuali seseorang yang punya permusuhan dengan saudaranya. Maka Dia berfirman, "Tinggalkan dua orang ini sampai keduanya berdamai."
Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh MuslimDerajatHadis sahih
Penjelasan

"Amalan-amalan dipaparkan" yakni kepada Allah, "pada hari Senin dan Kamis sehingga aku lebih suka bila amalanku dihadapkan saat aku sedang berpuasa" yakni, demi mencari tambahan tingginya derajat dan perolehan pahala. Redaksi lain berbunyi, “Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis” tentunya hal ini terbuka secara hakiki, karena surga itu makhluk. Sabda beliau, “Lalu diberikan ampunan pada dua hari itu untuk setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah” maksudnya, dosa-dosanya yang kecil diampuni, adapun dosa-dosa besar maka harus lewat pintu taubat. Sabda beliau, “Kecuali seseorang” yakni seorang manusia, “yang punya permusuhan dengan saudaranya” yakni, saudara seagama islam “ada permusuhan” yakni, percekcokan dan kebencian. “Dikatakan, "Tangguhkan (ampunan)”, yakni Allah berfirman pada para malaikat, “Undurkan dan tangguhkan (penulisan ampunan) dua orang ini” yakni, dua orang yang terlibat permusuhan tersebut, dengan tujuan mengingatkan keduanya (agar berdamai) atau sebagai hukuman dari adanya dosa saling tidak sapa, “sampai” permusuhan mereka hilang dan “keduanya berdamai”, artinya, keduanya mesti berdamai dan permusuhan di antara mereka hilang. Hal ini menunjukkan bahwa seseorang wajib bersegera menghilangkan rasa dendam, permusuhan dan kebencian antara dirinya dan saudara-saudaranya. Jika ia melihat dirinya sulit dan berat menghilangkan permusuhan tersebut hendaknya ia bersabar dan mengharapkan pahala, sebab akibat sikap tersebut sangatlah baik. Juga menunjukkan bahwa apabila seseorang melihat adanya kebaikan, pahala dan ganjaran dalam suatu amalan ia pasti mudah mengerjakannya, demikian pula bila ia melihat adanya ancaman jika meninggalkan amalan tersebut, maka ia pasti mudah mengerjakannya.

Rujukan

شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين، نشر: دار الوطن للنشر، الرياض، الطبعة: 1426هـ. رياض الصالحين، للنووي، تحقيق: ماهر الفحل، دار ابن كثير - بيروت، الطبعة الأولى 1428هـ - 2007م. صحيح مسلم, ترقيم محمد فؤاد عبد الباقي, دار إحياء التراث العربي, بيروت. نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين, مؤسسة الرسالة, الطبعة الرابعة عشر, 1407هـ. إرواء الغليل في تخريج أحاديث منار السبيل، للشيخ الألباني، الناشر: المكتب الإسلامي – بيروت، الطبعة الثانية 1405 هـ - 1985م. كنوز رياض الصالحين، نشر: دار كنوز إشبيليا، الطبعة الأولى، 1430هـ - 2009م. سنن الترمذي، تحقيق بشار عواد، دار الغرب الإسلامي – بيروت، 1998م. تحفة الأحوذي بشرح جامع الترمذي، للمباركفورى، الناشر: دار الكتب العلمية – بيروت. مرقاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح، لعلي القاري، الناشر:دار الفكر، بيروت - لبنان، الطبعة الأولى، 1422هـ - 2002م. فيض القدير شرح الجامع الصغير، للمناوي، الناشر: المكتبة التجارية الكبرى - مصر، الطبعة الأولى، 1356.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Tidaklah berpuasa orang yang melakukan puasa sepanjang tahun. Tetapi, berpuasa tiga hari dalam sebulan sama dengan melakukan puasa satu tahun seluruhnya

عَنْ عَبْدَ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ العَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّكَ لَتَصُومُ الدَّهْرَ، وَتَقُومُ اللَّيْلَ؟»، فَقُلْتُ: نَعَمْ، قَالَ: «إِنَّكَ إِذَا فَعَلْتَ ذَلِكَ هَجَمَتْ لَهُ العَيْنُ، وَنَفِهَتْ لَهُ النَّفْسُ، لاَ صَامَ مَنْ صَامَ الدَّهْرَ، صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ»، قُلْتُ: فَإِنِّي أُطِيقُ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ: «فَصُمْ صَوْمَ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا، وَلاَ يَفِرُّ إِذَا لاَقَى».
Abdullah bin 'Amr bin Al-'Āṣ -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, Nabi ﷺ bersabda, "Engkau berpuasa sepanjang tahun dan qiamulail sepanjang malam?" Aku menjawab, "Ya." Beliau bersabda, "Jika hal itu engkau lakukan, mata akan menjadi cekung dan diri menjadi lelah. Tidaklah berpuasa orang yang melakukan puasa sepanjang tahun. Tetapi, berpuasa tiga hari dalam sebulan sama dengan melakukan puasa satu tahun seluruhnya." Aku berkata, "Tetapi sungguh, aku mampu yang lebih banyak dari itu." Beliau menjawab, "Kalau begitu, lakukanlah puasa seperti puasa Daud -'alaihissalām-, yaitu ia berpuasa satu hari dan tidak berpuasa satu hari dan ia tidak pernah lari ketika bertemu musuh."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Sampai kepada Nabi ﷺ berita bahwa Abdullah bin 'Amr -raḍiyallāhu 'anhumā- berpuasa terus-menerus dan tidak pernah libur sepanjang tahun serta salat malam seluruhnya dan tidak pernah tidur. Beliau lantas melarangnya melakukan hal itu dan berkata kepadanya: Berpuasa dan berbukalah, salat malam dan tidurlah. Beliau melarangnya melakukan puasa tiap hari dan qiamulail seluruh malam. Beliau bersabda: Jika engkau melakukan itu, penglihatanmu akan lemah, matamu mencekung, dan dirimu akan lemah serta lelah. Tidaklah berpuasa orang yang melakukan puasa sepanjang tahun karena ia tidak memperoleh pahala puasa lantaran menyelisihi larangan dan tidak dikatakan berbuka karena ia sedang berpuasa. Kemudian beliau mengarahkannya berpuasa tiga hari di setiap bulan karena hal itu setara puasa satu tahun; karena setiap satu hari sama dengan sepuluh hari dan itu adalah pelipatan kebaikan yang paling rendah. Abdullah berkata: Sungguh, aku mampu yang lebih banyak dari itu. Beliau ﷺ bersabda: Kalau begitu, lakukanlah puasa Daud -'alaihissalām- karena ia adalah puasa yang paling afdal. Dia berpuasa satu hari dan tidak berpuasa satu hari. Dia juga tidak lari ketika bertemu musuh karena cara puasanya tidak melemahkan badannya.

Faedah
  1. 1- Berpuasa tiga hari di setiap bulan sama seperti berpuasa satu tahun seluruhnya. Hal itu karena satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat sehingga sama dengan 30 hari. Apabila ia melakukan puasa di setiap bulan tiga hari, maka seolah-olah ia berpuasa satu tahun seluruhnya.
  2. 2- Di antara metode dakwah ialah motivasi untuk beramal dan menyebutkan pahalanya dan pahala merutinkannya.
  3. 3- Al-Khaṭṭābiy berkata, "Kesimpulan dari kisah Abdullah bin 'Amr adalah bahwa Allah Ta'ala tidak memerintahkan hamba-Nya beribadah dengan puasa saja, melainkan dengan berbagai macam ibadah. Andai ia kerahkan semua kekuatannya pada puasa, ia akan melalaikan ibadah yang lain. Sehingga yang paling utama ialah bersikap pertengahan dalam puasa demi menyisakan sebagian kekuatan untuk ibadah yang lain. Hal itu telah diisyaratkan dalam sabda beliau ﷺ tentang Nabi Daud -'alaihissalām-: 'Dia tidak pernah lari jika bertemu musuh.' Hal itu karena ia mengumpulkan tenaga dengan cara tidak berpuasa selang sehari demi jihad."
  4. 4- Larangan berlebihan dan memaksakan diri dalam ibadah, sedangkan kebaikan itu ada dalam mengikuti Sunnah.
  5. 5- Mazhab mayoritas ulama ialah makruh hukumnya berpuasa sepanjang tahun. Hukumnya menjadi haram jika ia menyulitkan diri, membahayakannya, membebaninya di luar kemampuan, membenci Sunnah Nabi-Nya ﷺ, dan meyakini selain Sunnah beliau lebih bagus.
Rujukan

صحيح البخاري (3/ 40) (1979). صحيح مسلم (2/ 812) (1159). شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (2/ 214). كنوز رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (3/ 297).

Hadis ini di HadeethEnc.com
8 dari 14
14 hadis
  1. Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- biasa berbuka (tidak berpuasa sunah) dalam satu bulan hingga kami mengira bahwa beliau tidak berpuasa sedikitpun selama bulan itu. Dan beliau juga pernah berpuasa (sunah) terus hingga kami mengira bahwa beliau tidak pernah berbuka sama sekali dalam bulan itu. Dan tidaklah engkau ingin melihat beliau pada suatu malam dalam keadaan salat, melainkan engkau melihatnya. Sebaliknya, tidaklah engkau ingin melihat beliau dalam keadaan tidur, melainkan engkau melihatnya juga.
  2. Siapa yang berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan jauhkan wajahnya dari neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun
  3. Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian berpuasa pada hari Jumat kecuali dia berpuasa sehari ‎sebelumnya atau sesudahnya.‎
  4. Kekasihku (Nabi Muhammad) ﷺ telah berwasiat kepadaku dengan tiga hal: berpuasa tiga hari di setiap bulan, salat Duha dua rakaat, dan agar aku mengerjakan salat witir sebelum tidur
  5. Sesungguhnya sebaik-baik puasa di sisi Allah adalah puasa Daud dan sebaik-baik salat di sisi Allah adalah salatnya Nabi Daud‎. Beliau biasa tidur separuh malam dan salat di sepertiga ‎malam terakhir dan tidur lagi di seperenamnya. Sedangkan beliau biasa berpuasa ‎sehari dan berbuka di hari berikutnya.
  6. Tidak ada puasa melebihi puasa saudaraku, Daud - separuh masa-; puasalah satu hari dan berbukalah satu hari
  7. Amalan-amalan dipaparkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis, sehingga aku lebih suka bila amalanku diangkat saat aku sedang berpuasa.
  8. Tidaklah berpuasa orang yang melakukan puasa sepanjang tahun. Tetapi, berpuasa tiga hari dalam sebulan sama dengan melakukan puasa satu tahun seluruhnya
  9. Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersungguh-sungguh memperhatikan puasa Senin dan Kamis.
  10. Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tidak puasa di suatu bulan yang lebih banyak dibanding bulan Sya'ban.
  11. Jika aku masih hidup hingga tahun depan sungguh aku akan puasa di hari ke-9 (Muharram).
  12. Apabila engkau puasa tiga hari setiap bulan, maka puasalah pada hari ketiga belas, keempat belas dan kelima belas
  13. Apakah Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melakukan puasa tiga hari setiap bulan? Aisyah menjawab, "Ya."
  14. Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- puasa pada hari 'Asyura.

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com