Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Keutamaan Puasa

6 hadis

Allah -'Azza wa Jalla- berfirman, 'Semua amal anak Adam ialah miliknya selain puasa. Sesungguhnya puasa itu milik-Ku dan Aku sendirilah yang akan memberikan ganjarannya.'

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «قَالَ اللَّهُ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ، إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ، وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ، فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ، وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ المِسْكِ، لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا: إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ، وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Allah -'Azza wa Jalla- berfirman, 'Semua amal anak Adam ialah miliknya selain puasa. Sesungguhnya puasa itu milik-Ku dan Aku sendirilah yang akan memberikan ganjarannya.' Puasa adalah perisai. Sebab itu, bila salah seorang dari kalian sedang berpuasa, janganlah ia berbicara kotor dan jangan berteriak-teriak (memancing keributan). Jika seseorang mencacinya atau memusuhinya, hendaknya ia mengatakan, 'Aku sedang puasa.' Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya! Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dibandingkan aroma kasturi. Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan yang ia rasakan: apabila ia berbuka puasa, ia bahagia dengan berbukanya, dan apabila ia bertemu Tuhannya, ia bahagia dengan puasanya."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa Allah Ta'ala berfirman dalam hadis qudsi: Semua amal manusia dilipatgandakan. Satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku karena tidak terjadi riya di dalamnya. Aku yang akan membalasnya sehingga Aku sendiri yang mengetahui kadar pahalanya serta pelipatan kebaikannya. Kemudian Allah berfirman, "Puasa adalah perisai", yaitu tameng, pelindung, dan benteng kokoh dari api neraka karena puasa adalah menahan syahwat dan menghalangi untuk terjerumus dalam dosa, sedangkan api neraka dikelilingi dengan syahwat. Apabila salah seorang dari kalian sedang berpuasa, janganlah ia berbicara kotor; baik tentang jimak dan pengantar-pengantarnya maupun perkataan keji lainnya. Janganlah berteriak-teriak; untuk melakukan pertengkaran dan teriakan. Jika seseorang mencacinya atau memusuhinya, yaitu di bulan Ramadan, hendaklah ia mengatakan: Aku sedang puasa; agar orang tersebut berhenti. Jika ia tetap menyerang secara betulan, ia menepisnya dengan cara yang paling ringan secara bertahap, seperti orang yang menyerang. Kemudian Rasulullah ﷺ bersumpah dengan Tuhan yang memegang jiwanya bahwa perubahan aroma mulut orang yang berpuasa yang disebabkan oleh puasa itu lebih harum aromanya di sisi Allah kelak di hari Kiamat daripada aroma minyak kesturi yang kalian miliki, serta lebih besar pahalanya dari minyak wangi yang dianjurkan pada salat Jumat dan majelis ilmu. Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan yang dirasakannya, yaitu: 1- Apabila berbuka puasa, ia bahagia dengan berbukanya lantaran rasa lapar dan hausnya hilang karena ia dibolehkan berbuka sekaligus gembira karena kesempurnaan puasanya, penyelesaian ibadahnya, keringanan dari Tuhannya, dan adanya inayah atas masa depan puasanya. 2- Apabila bertemu Tuhannya, ia bahagia dengan puasanya lantaran adanya pahala dan ganjarannya.

Faedah
  1. 1- Keutamaan puasa, yaitu puasa menjaga pelakunya di dunia dari syahwat dan di akhirat dari azab neraka.
  2. 2- Di antara adab puasa ialah meninggalkan perkataan keji dan dosa, sabar terhadap gangguan orang lain, dan membalas perbuatan buruk mereka dengan sikap sabar dan perbuatan baik.
  3. 3- Apabila orang yang berpuasa atau yang beribadah merasa bahagia lantaran telah menyempurnakan dan menyelesaikan ibadahnya, hal itu tidak akan mengurangi pahalanya di akhirat.
  4. 4- Kebahagiaan yang sempurna terwujud lewat pertemuan dengan Allah Ta'ala, ketika orang-orang yang bersabar dan berpuasa diberikan pahala secara sempurna tanpa batas.
  5. 5- Memberitahukan ketaatan kepada orang lain ketika ada kebutuhan dan kemaslahatan tidak termasuk riya; berdasarkan sabda beliau ﷺ: "Aku sedang puasa."
  6. 6- Orang yang berpuasa sempurna adalah yang anggota tubuhnya berpuasa dari dosa, lisannya berpuasa dari dusta, kata keji, dan kesaksian palsu, serta perutnya berpuasa dari makanan dan minuman.
  7. 7- Menekankan larangan berteriak dan bertengkar saat puasa, karena sebenarnya selain orang yang berpuasa juga dilarang dari hal itu.
  8. 8- Hadis ini termasuk yang diriwayatkan oleh Nabi ﷺ dari Allah. Hadis seperti ini disebut hadis qudsi atau hadis ilahi, yaitu hadis yang lafaz dan maknanya berasal dari Allah. Akan tetapi, ia tidak memiliki keistimewaan-keistimewaan Al-Qur`an yang membedakannya dari yang lain, seperti beribadah dengan membacanya, bersuci sebelum memegangnya, kemukjizatannya, dan lain sebagainya.
Rujukan

صحيح البخاري (3/ 26) (1904). صحيح مسلم (2/ 807) (1151). بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي (2/ 357). نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (2/ 866). كنوز رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (15/ 5). شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (5/ 265).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Sesungguhnya di surga ada satu pintu bernama ar-Rayyān. Pada hari Kiamat kelak, orang-orang yang berpuasa akan masuk dari pintu itu. Tidak ada seorang pun yang masuk selain mereka

عَنْ ‌سَهْلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، يُقَالُ: أَيْنَ الصَّائِمُونَ، فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ».
Sahl -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ, bahwa beliau bersabda, "Sesungguhnya di surga ada satu pintu bernama ar-Rayyān. Pada hari Kiamat kelak, orang-orang yang berpuasa akan masuk dari pintu itu. Tidak ada seorang pun yang masuk selain mereka. Dikatakan, 'Di manakah orang-orang yang berpuasa?' Lantas mereka berdiri, tidak ada seorang pun selain mereka yang masuk dari pintu itu. Jika mereka telah masuk, pintu itu pun ditutup, sehingga tidak ada seorang pun yang masuk dari pintu itu setelahnya."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa di antara pintu-pintu surga ada yang diberi nama ar-Rayyān. Pada hari kiamat kelak, orang-orang yang berpuasa masuk dari pintu itu dan tidak ada seorang pun selain mereka yang memasukinya. Lantas diumumkan: Di manakah orang-orang yang berpuasa? Maka mereka bangun dan masuk. Tidak ada seorang pun selain mereka yang masuk dari pintu itu. Jika mereka sudah masuk, pintu itu pun ditutup tanpa ada seorang pun yang bisa masuk dari sana setelahnya.

Faedah
  1. 1- An-Nawawiy berkata, "Di dalam hadis ini terdapat keutamaan puasa dan kemuliaan orang-orang yang berpuasa."
  2. 2- Allah mengkhususkan satu pintu di antara delapan pintu surga bagi orang-orang yang berpuasa, lalu ditutup apabila mereka telah masuk.
  3. 3- Menjelaskan bahwa surga memiliki banyak pintu.
  4. 4- As-Sindiy berkata, "Sabda beliau: Di manakah orang-orang yang berpuasa? Maksudnya yang banyak berpuasa. Seperti kata al-'ādil (orang yang adil) dan aẓ-ẓālim (orang yang zalim) digunakan pada orang yang terbiasa melakukanya, bukan bagi orang yang melakukannya hanya satu kali."
  5. 5- Ar-Rayyān artinya yang menghilangkan dahaga; karena orang yang berpuasa mengalami haus, apalagi di hari-hari musim panas yang panjang lagi panas. Maka mereka diberikan ganjaran dengan memberi nama pintu yang khusus untuk mereka ini: pintu ar-Rayyān. Konon, kata "ar-rayyān" dengan wazan fa'lān, artinya banyak kenyang, kebalikan dari haus. Dinamakan demikian sebagai balasan bagi orang-orang yang berpuasa atas rasa haus dan lapar mereka.
Rujukan

صحيح البخاري (3/ 25) (1896). صحيح مسلم (2/ 808) (1152). بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي (2/ 360). نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (2/ 868). شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (5/ 270).

Hadis ini di HadeethEnc.com

“Siapa yang berpuasa karena iman dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ»
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa yang berpuasa karena iman dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa orang yang berpuasa di bulan Ramadan atas dasar iman kepada Allah, mengimani kewajiban puasa dan pahala melimpah yang disiapkan oleh Allah Ta'ala kepada orang-orang yang berpuasa, serta mengharapkan wajah Allah Ta'ala, bukan riya dan sumah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Faedah
  1. Keutamaan dan urgensi keikhlasan dalam melaksanakan puasa Ramadan dan amal saleh lainnya.
Rujukan

صحيح البخاري (1/ 16) (38). صحيح مسلم (1/ 523) (760). بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي (2/ 361). نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمصطفى الخِن وغيره (2/ 868). كنوز رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (15/ 40). شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (5/ 270).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Siapa di antara kalian yang telah mampu menikah, maka hendaklah ia menikah, karena hal itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa karena puasa itu akan menjadi peredam syahwatnya

عَن عَبْدِ اللَّهِ بنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: «مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ».
Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Kami pernah bersama Nabi ﷺ, beliau lalu bersabda, "Siapa di antara kalian yang telah mampu menikah, maka hendaklah ia menikah, karena hal itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa karena puasa itu akan menjadi peredam syahwatnya."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ mendorong orang yang telah mampu dari segi jimak dan biaya pernikahan agar menikah karena hal tersebut akan lebih menjaga pandangannya dari yang haram, lebih menjaga kemaluannya, dan mencegahnya terjerumus dalam perzinaan. Sebaliknya, orang yang belum memiliki biaya menikah sedangkan ia mampu berhubungan, hendaknya ia berpuasa karena puasa akan memangkas syahwat kemaluan dan keburukan air mani.

Faedah
  1. 1- Kegigihan Islam dalam menjaga kesucian dan keselamatan dari perzinaan.
  2. 2- Motivasi bagi orang yang belum memiliki biaya menikah agar berpuasa karena puasa dapat melemahkan syahwat.
  3. 3- Sisi penyamaan puasa dengan peredam syahwat (wijā`) adalah karena wijā` merupakan pengeratan urat kedua buah pelir. Dengan ketiadaan keduanya, syahwat jimak akan hilang. Hal ini menyerupai puasa yang juga melemahkan syahwat jimak.
Rujukan

صحيح البخاري (3/ 26) (1905). صحيح مسلم (2/ 1018) (1400). الإلمام بشرح عمدة الأحكام للشيخ ،لإسماعيل الأنصاري (2/ 57). تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، لعبد الله البسام (ص565). خلاصة الكلام شرح عمدة الأحكام، لفيصل آل مبارك (ص281).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Siapa melakukan puasa satu hari di jalan Allah, pasti Allah menjadikan di antara dirinya dan api neraka satu parit yang luasnya seperti antara langit dan bumi.

عن أبي أمامة رضي الله عنه مرفوعاً: «من صام يوماً في سبيل الله جعل الله بينه وبين النار خَنْدَقًا كما بين السماء والأرض».
Dari Abu Umāmah -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Siapa melakukan puasa satu hari di jalan Allah, pasti Allah menjadikan diantara dirinya dan api neraka satu parit yang luasnya seperti antara langit dan bumi."
Diriwayatkan oleh TirmiżiDerajatHadis hasan
Penjelasan

Hadis ini berisi penjelasan keutamaan orang yang berpuasa satu hari dengan tulus karena Allah, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari neraka dan menjauhkan dia darinya sejauh langit dari bumi.

Rujukan

سنن الترمذي، تحقيق بشار عواد، دار الغرب الإسلامي – بيروت، 1998 م. نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين, مؤسسة الرسالة, الطبعة الرابعة عشر, 1407ه. بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي, دار ابن الجوزي. دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين لمحمد بن علان الصديقي, دار الكتاب العربي. كنوز رياض الصالحين بإشراف حمد العمار, دار كنوز إشبيليا, الطبعة الأولى, 1430ه. سلسلة الأحاديث الصحيحة، محمد ناصر الدين الألباني، دار المعارف، 1415ه. شرح الأربعين النووية، لعطية بن محمد سالم. مصابيح التنوير على صحيح الجامع الصغير، تأليف الألباني، إعداد معتز أحمد. تأسيس الأحكام بشرح عمدة الأحكام، أحمد النجمي، دار علماء السلف.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Apabila Ramadan telah tiba, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Apabila Ramadan telah tiba, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa ketika bulan Ramadan telah masuk maka akan ada tiga perkara: Pertama: Pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satu pintu pun yang terkunci. Kedua: Pintu-pintu neraka dikunci, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Ketiga: Setan dan jin-jin yang membangkang diikat dengan rantai; mereka tidak akan mampu menembus apa yang bisa mereka lakukan di luar Ramadan. Semua itu adalah bentuk pengagungan terhadap bulan ini, motivasi bagi orang yang beramal untuk memperbanyak ketaatan seperti salat, sedekah, zikir, baca Al-Qur`an dan lainnya, dan menjauhi dosa dan maksiat.

Faedah
  1. 1- Keutamaan bulan Ramadan.
  2. 2- Kabar gembira bagi orang yang berpuasa di bulan ini bahwa bulan yang diberkahi ini adalah musim ibadah dan kebaikan.
  3. 3- Perantaian setan di bulan Ramadan mengandung isyarat diangkatnya uzur dari mukalaf, seakan dikatakan kepadanya: Engkau telah dilindungi dari setan, maka jangan beralasan dengan mereka dalam meninggalkan ketaatan maupun melakukan kemaksiatan.
  4. 4- Al-Qurṭubiy berkata, "Jika ada yang mengatakan: Lantas mengapa kita masih melihat keburukan dan kemaksiatan banyak terjadi di bulan Ramadan? Jika benar setan diikat, harusnya hal itu tidak akan terjadi. Jawabannya: Hal itu minim terjadi pada orang yang berpuasa dengan menjaga syarat-syaratnya dan memperhatikan adab-adabnya. Atau, yang diikat adalah sebagian setan, yaitu jin-jin pembangkang, tidak semuanya, sebagaimana telah disebutkan di sebagian riwayat. Atau maksudnya adalah pengurangan keburukan di bulan itu. Hal ini adalah perkara yang dapat dirasakan, yaitu keburukan terjadi di bulan Ramadan lebih sedikit dari bulan lainnya. Sebab pengikatan seluruh jin tidak berarti tidak akan terjadi suatu keburukan atau suatu kemaksiatan karena keburukan dan kemaksiatan itu memiliki banyak sebab selain setan seperti jiwa yang buruk, kebiasaan buruk, dan setan dari kalangan manusia."
Rujukan

صحيح البخاري (3/ 25) (1899). صحيح مسلم (2/ 758) (1079). بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي (2/ 362). شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (5/ 273). كنوز رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (15/ 46). نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (1/ 869).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com