Nabi ﷺ mengabarkan bahwa orang yang berwudu dan memperbagus wudunya dengan menyempurnakan rukun-rukunnya serta melaksanakan sunah-sunah dan adab-adabnya, kemudian datang ke tempat salat Jumat lalu diam mendengarkan khatib dengan seksama serta diam dari tindakan sia-sia, Allah akan mengampuni dosa-dosa kecilnya selama sepuluh hari, yaitu sejak salat Jumat itu ke salat Jumat berikutnya dengan tambahan tiga hari karena kebaikan itu dilipatgandakan sepuluh kali lipatnya. Kemudian beliau ﷺ memperingatkan tentang berpalingnya hati dari nasihat-nasihat yang disampaikan di dalam khotbah, demikian juga perbuatan sia-sia yang dilakukan oleh anggota tubuh seperti pegang-pegang kerikil dan berbagai macam perbuatan sia-sia, bahwa orang yang melakukan hal itu telah berbuat sia-sia, sedangkan orang yang berbuat sia-sia maka ia tidak akan mendapatkan pahala salat Jumat yang sempurna.
- 1- Anjuran untuk berwudu dan menyempurnakannya secara baik serta anjuran agar menjaga salat Jumat.
- 2- Keutamaan salat Jumat.
- 3- Kewajiban diam ketika mendengarkan khotbah Jumat dan tidak menyibukkan diri dari mendengarnya dengan berbicara dan lainnya.
- 4- Siapa yang berbuat sia-sia di tengah khotbah, salat Jumatnya sah dan kewajibannya gugur, tapi disertai pengurangan pahala.
صحيح مسلم (2/ 588) (857). نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، مجموعة من الباحثين (1/ 824). بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي (2/ 313). النهاية في غريب الحديث والأثر، لابن الأثير(4/ 257).