Abu Sa‘īd Al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Apabila kalian mendengar azan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muazin."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan
Nabi mendorong agar kita menjawab azan ketika mendengar suara muazin, yaitu dengan mengucapkan seperti yang dia ucapkan kalimat perkalimat. Ketika ia bertakbir, maka kita juga bertakbir setelahnya. Ketika ia mengucapkan dua kalimat syahadat, maka kita juga mengucapkan dua kalimat syahadat setelahnya. Kecuali pada lafaz: ḥayya 'alaṣ-ṣalāh dan ḥayya 'alal-falāḥ, kita mengucapkan setelahnya: lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.
Faedah
1- Muazin di masjid lain juga diikuti setelah selesainya muazin pertama, walaupun jumlah muazin yang suaranya berkumandang banyak berdasarkan makna umum hadis ini.
2- Menjawab ucapan muazin di semua keadaan selama tidak sedang berada di dalam toilet atau sedang buang hajat.
Rujukan
صحيح البخاري (1/ 126) (611).
صحيح مسلم (1/ 288) (383).
تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، للبسام (ص120).
الإلمام بشرح عمدة الأحكام، لإسماعيل الأنصاري (1/ 98).
Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com