عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ((إن أمتي يُدْعَون يوم القيامة غُرًّا مُحَجَلِّين من آثار الوُضُوء)). فمن اسْتَطَاع منكم أن يُطِيل غُرَّتَه فَليَفعل.
وفي لفظ لمسلم: ((رأَيت أبا هريرة يتوضَّأ، فغسل وجهه ويديه حتى كاد يبلغ المنكبين، ثم غسل رجليه حتى رَفَع إلى السَّاقين، ثم قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: إنَّ أمتي يُدْعَون يوم القيامة غُرًّا مُحَجَّلِين من آثار الوُضُوء)) فمن استطاع منكم أن يطيل غُرَّتَه وتَحْجِيلَه فَليَفعَل.
وفي لفظ لمسلم: سمعت خليلي صلى الله عليه وسلم يقول: ((تَبْلُغ الحِليَة من المؤمن حيث يبلغ الوُضُوء)).
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Sesungguhnya pada hari kiamat umatku akan dipanggil dengan wajah bercahaya lagi berseri-seri karena bekas air wudu.” Maka barang siapa di antara kalian mampu memperpanjang cahayanya hendaklah ia lakukan. Dalam lafal riwayat Muslim disebutkan: “Aku melihat Abu Hurairah berwudu, lalu ia membasuh muka dan kedua tangannya hingga hampir sampai kedua bahunya, kemudian ia membasuh kedua kakinya hingga kedua betis. Kemudian ia berkata, Aku pernah mendengar Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Sesungguhnya pada hari kiamat umatku akan dipanggil dengan wajah bercahaya dan berseri-seri karena bekas air wudu." Maka barang siapa di antara kalian mampu memperpanjang cahayanya hendaklah ia lakukan.” Dalam lafal lain riwayat Muslim: Aku telah mendengar kekasihku -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Perhiasan (cahaya) seorang Mukmin adalah sejauh mana air wudunya sampai."
Diriwayatkan oleh Muslim dengan dua riwayatnya - Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menyampaikan kabar gembira kepada umatnya bahwa Allah -subḥānahu wa ta'ālā- akan mengistimewakan mereka dengan sebuah tanda keutamaan dan kemuliaan pada hari kiamat nanti di antara umat-umat lainnya, di mana mereka akan dipanggil kemudian datang di barisan terdepan semua manusia dengan wajah, tangan, dan kaki yang bercahaya. Itu merupakan bekas-bekas ibadah yang agung ini yaitu ibadah wudu yang senantiasa mereka lakukan berulang kali atas anggota wudu dengan mengharap keridaan dari Allah dan balasan pahala. Maka balasan untuk mereka adalah keutamaan yang agung dan khusus ini. Kemudian Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Maka barang siapa di antara kalian mampu memperpanjang cahayanya hendaklah ia lakukan"; karena semakin panjang anggota wudu yang dibasuh, maka akan semakin panjang juga cahayanya. Namun yang disyariatkan dalam berwudu adalah membasuh kedua tangan hingga ke dua siku, termasuk bagian siku adalah lengan bagian atas serta membasuh sebagian darinya. Juga membasuh kedua kaki hingga kedua mata kaki yang mencakup mata kaki dan sebagian dari betis, dan tidak perlu membasuh lengan bagian atas dan betis ketika berwudu. Dalam riwayat lain yang dinukilkan dari Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bahwa perhiasan (cahaya) seorang mukmin di surga adalah sejauh mana sampai air wudunya.
Rujukan
الإلمام بشرح عمدة الأحكام لإسماعيل الأنصاري، ط1، دار الفكر، دمشق، 1381هـ.
تأسيس الأحكام للنجمي، ط2، دار علماء السلف، 1414هـ.
تيسير العلام شرح عمدة الأحكام للبسام، حققه وعلق عليه وخرج أحاديثه وصنع فهارسه: محمد صبحي بن حسن حلاق، ط10، مكتبة الصحابة، الإمارات - مكتبة التابعين، القاهرة، 1426هـ.
تنبيه الأفهام شرح عمدة لأحكام لابن عثيمين، ط1، مكتبة الصحابة، الإمارات، 1426هـ.
عمدة الأحكام من كلام خير الأنام -صلى الله عليه وسلم- لعبد الغني المقدسي، دراسة وتحقيق: محمود الأرناؤوط، مراجعة وتقديم: عبد القادر الأرناؤوط، ط2، دار الثقافة العربية، دمشق، بيروت، مؤسسة قرطبة، 1408 هـ.
شرح العمدة للسعدي، قيده عنه تلميذه: عبد الله العوهلي، تقديم: عبد الله بن عبد العزيز العقيل، تحقيق: أنس بن عبد الرحمن بن عبد الله العقيل، ط1، دار التوحيد، الرياض، 1431هـ.
صحيح البخاري، تحقيق: محمد زهير بن ناصر الناصر، ط1، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، 1422هـ.
صحيح مسلم، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت، 1423هـ.
Hadis ini di HadeethEnc.comعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ، فَارْقُدْ، فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ، انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ، وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Setan membuat tiga ikatan di ujung belakang kepala salah seorang kalian ketika tidur. Setiap ikatan ia tepuk (dengan mengatakan), 'Bagimu malam yang panjang, maka tidurlah!' Jika orang tersebut bangun lalu berzikir kepada Allah Ta'ala, terlepaslah satu ikatan. Lalu jika dia berwudu, terlepaslah satu ikatan yang lain. Kemudian jika dia mengerjakan salat, terlepaslah seluruh ikatan itu. Sebab itu, dia memasuki waktu pagi dengan semangat dan jiwa yang baik. Tetapi jika tidak demikian, pasti dia memasuki waktu pagi dengan jiwa yang jelek dan malas."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan
Nabi ﷺ mengabarkan keadaan setan dan permusuhannya dengan orang yang ingin bangun untuk salat malam atau salat Subuh.
Ketika seorang mukmin hendak tidur, setan membuat tiga ikatan di ujung belakang kepalanya.
Apabila ia bangun lalu berzikir kepada Allah Ta'ala dan tidak mengikuti bisikan setan, satu ikatan akan terlepas.
Apabila ia berwudu, satu ikatan lain akan terlepas.
Apabila ia bangun lalu mengerjakan salat, maka ikatan yang ketiga akan terlepas sehingga ia memasuki pagi hari dengan penuh semangat dan jiwa yang baik disebabkan kebahagiaannya atas taufik Allah kepadanya untuk melakukan ketaatan serta gembira dengan pahala dan ampunan yang dijanjikan Allah, di samping ikatan hambatan setan kepadanya yang terlepas. Jika tidak, maka ia akan memasuki pagi hari dengan jiwa yang buruk, hati sedih, dan penuh kemalasan untuk melakukan perbuatan baik, karena ia terbelenggu oleh ikatan setan dan dijauhkan dari kedekatan kepada Ar-Raḥmān.
Faedah
- 1- Setan terus berupaya dengan semua jalan untuk menghalangi manusia dari ketaatan kepada Allah ﷻ. Tidak ada keselamatan bagi seorang hamba dari setan kecuali dengan memohon pertolongan kepada Allah ﷻ serta melakukan sebab-sebab perlindungan dan penjagaan.
- 2- Berzikir dan beribadah kepada Allah Ta'ala akan melahirkan kesungguhan hati dan kelapangan dada, mengusir kemalasan, dan mengangkat kesusahan dan amarah, karena ibadah dan zikir dapat mengusir setan, sedangkan amarah dan kemalasan itu adalah bisikannya.
- 3- Seorang mukmin merasa bahagia dengan taufik Allah Ta'ala kepadanya untuk mengerjakan ketaatan dan merasa sedih dengan kelalaiannya dalam meraih tingkatan-tingkatan kemuliaan dan kesempurnaan.
- 4- Lalai dan malas mengerjakan ketaatan merupakan bagian dari jeratan dan tipu daya setan.
- 5- Tiga perkara ini -yaitu berzikir kepada Allah, berwudu dan salat- dapat mengusir setan.
- 6- Ikatan yang dibuat oleh setan khusus berada di ujung belakang kepala karena merupakan pusat kekuatan dan ruang pengendaliannya; ketika ia diikat, setan dapat menguasai roh seseorang dan membuatnya tertidur.
- 7- Ibnu Ḥajar Al-'Asqalāniy berkata, "Penyebutan kata malam dalam perkataan setan: 'Bagimu malam yang panjang', secara lahiriah menunjukkan hal itu khusus pada tidur malam."
- 8- Ibnu Ḥajar Al-'Asqalāniy berkata, "Untuk zikir ini tidak ditentukan bacaan zikir khusus yang tidak dapat digantikan dengan bacaan zikir lain. Bahkan, semua hal yang bisa dianggap sebagai zikir kepada Allah bisa dibaca, termasuk membaca Al-Qur`an, membaca hadis Nabi, dan menyibukkan diri dengan ilmu agama. Namun, zikir yang paling utama dibaca ialah yang terdapat dalam sabda Nabi ﷺ: "Siapa yang terbangun di malam hari lalu membaca, 'Lā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku walahul-ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr. Al-ḥamdu lillāh wa subḥānallāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh (Tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya seluruh kerajaan, milik-Nya seluruh pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Segala pujian hanya milik Allah. Mahasuci Allah. Tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah. Allah Mahabesar. Tidak ada upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)', lalu ia membaca, 'Allāhumma-gfir lī (Ya Allah, ampuni aku), atau ia berdoa, niscaya doanya dikabulkan, jika kemudian ia berwudu maka salatnya diterima." (HR. Bukhari)
Rujukan
صحيح البخاري (2/ 52) (1142).
صحيح مسلم (1/ 538) (776).
بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي (2/ 328).
نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (2/ 834).
كنوز رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (15/ 305).
فتح الباري شرح صحيح البخاري، لأحمد العسقلاني (10/ 564).
طرح التثريب في شرح التقريب، العراقي (3/ 82).
Hadis ini di HadeethEnc.comعن عثمان بن عفان رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ جَسَدِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِهِ».
Uṡmān bin 'Affān -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang berwudu dan menyempurnakan wudunya, maka dosa-dosanya akan keluar dari tubuhnya hingga dosanya itu keluar dari bawah kuku-kukunya."
HR. MuslimDerajatSahih
Penjelasan
Nabi ﷺ mengabarkan bahwa orang yang berwudu dengan memperhatikan sunah dan adab-adab wudu, hal itu menjadi sebab penghapusan kesalahan dan pengguguran dosanya, hingga dosa-dosanya keluar dari bawah kuku tangan dan kakinya.
Faedah
- 1- Anjuran untuk serius mempelajari wudu, sunah-sunah dan adab-adabnya serta mengamalkannya.
- 2- Keutamaan wudu, yaitu sebagai penghapus dosa-dosa kecil, adapun dosa besar maka harus dengan tobat.
- 3- Syarat keluarnya dosa ialah menyempurnakan wudu dan melaksanakannya tanpa cacat sebagaimana dijelaskan oleh Nabi ﷺ.
- 4- Penghapusan dosa yang disebutkan di dalam hadis ini diikat dengan syarat menjauhi dosa besar dan bertobat darinya. Allah Ta'ala berfirman, "Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu." [QS. An-Nisā`: 31]
Rujukan
صحيح مسلم (1/ 216) (245).
شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (5/ 9).
نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمصطفى الخِن وغيره (2/ 763).
بهجة الناظرين، سليم الهلالي (2/ 247).
Hadis ini di HadeethEnc.comعن عثمان بن عفان رضي الله عنه قال: رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم توضأ مِثل وُضوئي هذا، ثم قال: «مَنْ تَوَضَّأ هكَذَا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ، وَكَانَتْ صَلاَتُهُ وَمَشْيُهُ إِلَى المَسْجدِ نَافِلَةً».
Dari Usman bin 'Affān -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, “Saya melihat Rasulullah -ṣallallāhu 'alahi wa sallam- berwudu seperti wuduku ini.” Kemudian dia melanjutkan, “Siapa yang berwudu seperti ini niscaya dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni; aktifitas salat dan berjalannya menuju masjid terhitung sebagai nāfilah (tambahan pahala) baginya."
Diriwayatkan oleh MuslimDerajatHadis sahih
Penjelasan
Hadis ini menjelaskan bahwa setelah Usman bin 'Affān -raḍiyallāhu 'anhu- melakukan wudu dengan sempurna maka beliau menuturkan bahwa beliau melihat Rasulullah -ṣallallāhu 'alahi wa sallam- berwudu seperti wudunya itu. Kemudian beliau -ṣallallāhu 'alahi wa sallam- menyatakan bahwa siapa saja yang berwudu seperti wudu tersebut maka Allah akan memberikannya kemuliaan, dan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu terkait dengan hak Allah -Ta'ālā-. Di samping itu aktifitas salat dan perjalanannya menuju masjid terhitung sebagai tambahan pahala yang besar di luar pengampunan dosanya.
Adapun praktik wudu yang disebutkan di atas adalah yang diriwayatkan oleh Ḥumrān, mantan budak milik Usman bin 'Affān -raḍiyallāhu 'anhu-; bahwa dia menyaksikan Usman tatkala ia meminta diberikan wadah yang berisi air, lalu beliau menuangkannya di kedua telapak tangannya tiga kali dan membasuh keduanya. Kemudian beliau memasukkan tangan kanannya ke wadah tersebut, lantas berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidungnya serta mengeluarkannya. Lalu membasuh wajahnya tiga kali dan membasuh kedua tangan sampai kedua siku tiga kali. Kemudian mengusap kepalanya. Lantas membasuh kedua kakinya tiga kali.
Rujukan
رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين؛ للإمام أبي زكريا النووي، تحقيق د. ماهر الفحل، دار ابن كثير-دمشق، الطبعة الأولى، 1428هـ.
شرح رياض الصالحين؛ للشيخ محمد بن صالح العثيمين، مدار الوطن، الرياض، 1426هـ.
نزهة المتقين شرح رياض الصالحين؛ تأليف د. مصطفى الخِن وغيره، مؤسسة الرسالة-بيروت، الطبعة الرابعة عشر، 1407هـ.
صحيح مسلم، المحقق: محمد فؤاد عبد الباقي - الناشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت.
دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين, محمد علي بن محمد البكري الصديقي الشافعي, اعتنى بها: خليل مأمون شيحا, الناشر: دار المعرفة للطباعة والنشر والتوزيع، بيروت – لبنان, الطبعة: الرابعة، 1425 هـ - 2004 م.
بهجة الناظرين, سليم بن عيد الهلالي، الناشر: دار ابن الجوزي ، سنة النشر: 1418 هـ- 1997.
Hadis ini di HadeethEnc.comعن أبي مالكٍ الأشعريِّ رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ، وَالْحَمْدُ لِلهِ تَمْلَأُ الْمِيزَانَ، وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ تَمْلَآنِ -أَوْ تَمْلَأُ- مَا بَيْنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَالصَّلَاةُ نُورٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ، وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ، كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو، فَبَايِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا».
Abu Mālik Al-Asy'ari -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, 'Bersuci itu separuh dari iman. Ucapan "alḥamdulillāh" memenuhi timbangan, ucapan "subḥānallāhi wal-ḥamdulillāh" memenuhi antara langit dan bumi. Salat adalah cahaya, sedekah adalah bukti, dan sabar adalah sinar. Al-Qur`an itu akan menjadi hujah yang membelamu atau justru menuntutmu. Semua orang berangkat di pagi hari mempertaruhkan dirinya, antara membebaskan dirinya atau membinasakannya.'"
HR. MuslimDerajatSahih
Penjelasan
Nabi ﷺ mengabarkan bahwa menyucikan lahiriah adalah dengan wudu dan mandi, dan itu termasuk syarat sahnya salat. Bacaan "alḥamdulillāh" memenuhi timbangan, yaitu pujian kepada Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- serta menyifati-Nya dengan sifat-sifat kesempurnaan akan ditimbang pada hari kiamat dan memenuhi timbangan amal. Bacaan "subḥānallāh walḥamdulillāh", yaitu menyucikan Allah dari segala kekurangan serta menyifati-Nya dengan sifat-sifat kesempurnaan yang sesuai dengan keagungan-Nya disertai dengan mencintai dan mengagungkan-Nya akan memenuhi ruang antara langit dan bumi. Salat akan menjadi cahaya bagi hamba di dalam hatinya, pada wajahnya, di dalam kuburnya, dan ketika ia dibangkitkan. Sedekah adalah bukti dan dalil yang menunjukkan kebenaran iman seorang mukmin dan perbedaannya dari orang munafik yang enggan menunaikannya, karena orang munafik itu tidak meyakini janji tersebut. Sabar adalah sinar, yaitu menahan diri dari rasa kecewa dan marah, yaitu cahaya yang disertai dengan hawa panas dan membakar seperti sinar matahari, karena terasa berat dan butuh usaha keras untuk melawan jiwa dan menahannya dari apa yang diinginkannya; pelakunya akan senantiasa mendapatkan sinar serta petunjuk serta istikamah di atas yang benar; yaitu sabar melakukan ketaatan kepada Allah, sabar meninggalkan kemaksiatan kepada-Nya, serta sabar terhadap musibah dan berbagai macam keburukan di dunia. Al-Qur`an akan menjadi hujah yang membelamu dengan cara membaca dan mengamalkannya, atau justru menjadi hujah yang akan menuntutmu karena telah meninggalkannya, tidak mengamalkannya, ataupun membacanya. Kemudian Nabi ﷺ mengabarkan bahwa semua orang berjalan dan menyebar; mereka bangun dari tidur mereka serta keluar dari rumah mereka untuk melakukan pekerjaan mereka yang beraneka macam, di antara mereka ada yang istikamah di atas ketaatan kepada Allah, maka ia sedang membebaskan dirinya dari api neraka, namun ada juga yang menyimpang dari hal tersebut dan terjerumus ke dalam kemaksiatan, maka ia sedang membinasakannya dengan masuk ke dalam api neraka.
Faedah
- 1- Bersuci terbagi menjadi dua: menyucikan zahir dengan wudu dan mandi; menyucikan batin dengan tauhid, iman, dan amal saleh.
- 2- Urgensi memelihara salat, karena salat akan menjadi cahaya bagi hamba di dunia dan hari kiamat.
- 3- Sedekah adalah bukti ketulusan iman.
- 4- Urgensi mengamalkan dan mengimani Al-Qur`an supaya menjadi hujah yang akan membela Anda, bukan hujah yang menuntut Anda.
- 5- Jiwa, jika tidak Anda sibukkan dengan ketaatan, ia akan menyibukkan Anda dengan kemaksiatan.
- 6- Setiap orang pasti bekerja; entah itu dengan membebaskan dirinya melalui ketaatan atau membinasakannya melalui kemaksiatan.
- 7- Kesabaran membutuhkan ketahanan dan berharap pahala dan ia terasa berat.
Rujukan
صحيح مسلم (1/ 203) (223)، شرح الأربعين لابن دقيق العيد (ص 84)، شرح الأربعين النووية للعثيمين (ص: 231)، الرياض الزكية شرح الأربعين النووية للخضير (ص 293)، فتح القوي المتين في شرح الأربعين للعباد (ص 79)
Hadis ini di HadeethEnc.comعن عَمْرُو بْنُ عَامِرٍ عَنْ أَنَس بن مالك قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ، قُلْتُ: كَيْفَ كُنْتُمْ تَصْنَعُونَ؟ قَالَ: يُجْزِئُ أَحَدَنَا الْوُضُوءُ مَا لَمْ يُحْدِثْ.
'Amru bin 'Āmir meriwayatkan dari Anas bin Mālik bahwa ia berkata, "Nabi ﷺ biasa berwudu untuk setiap salat." Aku bertanya, "Bagaimana yang kalian lakukan?" Anas menjawab, "Wudu itu cukup bagi salah seorang kita selama ia tidak berhadas."
HR. BukhariDerajatSahih
Penjelasan
Nabi ﷺ biasa berwudu pada setiap salat fardu, walaupun wudunya tidak batal. Hal itu untuk mendapatkan pahala dan keutamaan wudu.
Boleh mengerjakan lebih dari satu salat fardu dengan satu wudu selama wudunya masih sah.
Faedah
- 1- Hal yang paling sering dilakukan Nabi ﷺ ialah berwudu untuk setiap salat guna mendapatkan hasil yang paling sempurna.
- 2- Anjuran berwudu untuk setiap salat.
- 3- Boleh menunaikan lebih dari satu salat dengan satu wudu.
Rujukan
صحيح البخاري (1/ 53) (214)، شرح ابن بطّال (1/321)، إرشاد الساري لشرح صحيح البخاري (1/ 285).
Hadis ini di HadeethEnc.comعَنْ أَبِي مَالِكٍ الحَارِثِ بْنِ عَاصِمٍ الأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ، وَالْحَمْدُ لِلهِ تَمْلَأُ الْمِيزَانَ، وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ تَمْلَآنِ -أَوْ تَمْلَأُ- مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ، وَالصَّلَاةُ نُورٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ، وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ، كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو، فَبَايِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا»
Abu Mālik al-Ḥāriṡ bin 'Āṣim al-Asy'ariy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ bersabda, "Bersuci itu separuh dari iman. Ucapan "alḥamdulillāh" memenuhi timbangan, ucapan "subḥānallāhi wal-ḥamdulillāh" memenuhi antara langit dan bumi. Salat adalah cahaya, sedekah adalah bukti, dan sabar adalah sinar. Al-Qur`an itu akan menjadi hujah yang membelamu atau justru menuntutmu. Semua orang berangkat di pagi hari mempertaruhkan dirinya, antara membebaskan dirinya atau membinasakannya."
HR. MuslimDerajatSahih
Penjelasan
Nabi ﷺ mengabarkan bahwa menyucikan lahiriah adalah dengan wudu dan mandi, dan itu termasuk syarat sahnya salat. Bacaan "alḥamdulillāh" memenuhi timbangan, yaitu pujian kepada Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- serta menyifati-Nya dengan sifat-sifat kesempurnaan akan ditimbang pada hari kiamat dan memenuhi timbangan amal. Bacaan "subḥānallāh walḥamdulillāh", yaitu menyucikan Allah dari segala kekurangan serta menyifati-Nya dengan sifat-sifat kesempurnaan yang sesuai dengan keagungan-Nya disertai dengan mencintai dan mengagungkan-Nya akan memenuhi ruang antara langit dan bumi. Salat akan menjadi cahaya bagi hamba di dalam hatinya, pada wajahnya, di dalam kuburnya, dan ketika ia dibangkitkan. Sedekah adalah bukti dan dalil yang menunjukkan kebenaran iman seorang mukmin dan perbedaannya dari orang munafik yang enggan menunaikannya, karena orang munafik itu tidak meyakini janji tersebut. Sabar adalah sinar, yaitu menahan diri dari rasa kecewa dan marah, yaitu cahaya yang disertai dengan hawa panas dan membakar seperti sinar matahari, karena terasa berat dan butuh usaha keras untuk melawan jiwa dan menahannya dari apa yang diinginkannya; pelakunya akan senantiasa mendapatkan sinar serta petunjuk serta istikamah di atas yang benar; yaitu sabar melakukan ketaatan kepada Allah, sabar meninggalkan kemaksiatan kepada-Nya, serta sabar terhadap musibah dan berbagai macam keburukan di dunia. Al-Qur`an akan menjadi hujah yang membelamu dengan cara membaca dan mengamalkannya, atau justru menjadi hujah yang akan menuntutmu karena telah meninggalkannya, tidak mengamalkannya, ataupun membacanya. Kemudian Nabi ﷺ mengabarkan bahwa semua orang berjalan dan menyebar; mereka bangun dari tidur mereka serta keluar dari rumah mereka untuk melakukan pekerjaan mereka yang beraneka macam, di antara mereka ada yang istikamah di atas ketaatan kepada Allah, maka ia sedang membebaskan dirinya dari api neraka, namun ada juga yang menyimpang dari hal tersebut dan terjerumus ke dalam kemaksiatan, maka ia sedang membinasakannya dengan masuk ke dalam api neraka.
Faedah
- 1- Bersuci terbagi menjadi dua: menyucikan zahir dengan wudu dan mandi; menyucikan batin dengan tauhid, iman, dan amal saleh.
- 2- Urgensi memelihara salat, karena salat akan menjadi cahaya bagi hamba di dunia dan hari kiamat.
- 3- Sedekah adalah bukti ketulusan iman.
- 4- Urgensi mengamalkan dan mengimani Al-Qur`an supaya menjadi hujah yang akan membela Anda, bukan hujah yang menuntut Anda.
- 5- Jiwa, jika tidak Anda sibukkan dengan ketaatan, ia akan menyibukkan Anda dengan kemaksiatan.
- 6- Setiap orang pasti bekerja; entah itu dengan membebaskan dirinya melalui ketaatan atau membinasakannya melalui kemaksiatan.
- 7- Kesabaran membutuhkan ketahanan dan berharap pahala dan ia terasa berat.
Rujukan
صحيح مسلم (1/ 203) (223).
شرح الأربعين لابن دقيق العيد (ص 84).
شرح الأربعين النووية للعثيمين (ص: 231).
الرياض الزكية شرح الأربعين النووية للخضير (ص 293).
فتح القوي المتين في شرح الأربعين للعباد (ص 79).
Hadis ini di HadeethEnc.comSetiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com